
Iza seketika kaget dengan apa yang dia lihat barusan. Ingin sekali dia berlalu meninggalkan Aan namun Iza tahan untuk tetap disana. Wahyu yang melihat kejadian itupun juga tak percaya. Seketika Wahyu keluar dari dalam mobil untuk menemani iza. Namun ketika didepan pintu Wahyu ditabrak oleh wanita yang tadi mencium Aan.
Tanpa meminta maaf wanita itu pergi disusul temannya. Tinggal Iza dan Aan yang ada disan. Sedangkan Wahyu memutuskan untuk duduk tidak jauh dari tempat Iza dan Aan berada.
"Apa kamu tidak akan memintaku untuk duduk an? Tanya Iza pada Aan.
" Oh i... iya sayang silahkan duduk." ucap Aan sambil menarik satu kursi untuk diduduki Iza lalu memanggil pelayan untuk memesankan minuman untuk Iza.
" Kamu mau makan apa sayang?" tanya Aan tanpa ada rasa bersalah.
"Aku mendadak sudah kenyang jadi tidak usah repot-repot buat pesenin ak."jawab Iza sedikit ketus.
" Sayang kamu jangan mancing mancing dech. Kamu jangan ngrusak pertemuan kita gitu dong. Ini kita udah hampir 1 tahun gak ketemu lho masa sekali bertemu kita bertengkar." jawab Wahyu agak emosi
__ADS_1
" Aku??? kenapa setiap masalah kamu selalu saja menyalahkan aku. Kenapa kamu tidak pernah berfikir kalo kamu juga salah." jawab Iza dengan nada tinggi yang berhasil membuat Wahyu kaget. karna selama kenal Iza dia tidak pernah melihat Iza begitu emosi.
" Oke oke. aku tau aku salah. Aku tau kamu pasti cemburu kan dengan sikap Dewi tadi??? Zaa kamu seharusnya tahu kalo aku tu sekarang terjun didunia bisnis dan kalo untuk cium pipi itu adalah hal yang wajar. Sudah biasa za kamu gak perlu sebegitunya. dan kamu juga harusnya ngertiin aku dong. Aku kerja kaya gini juga cuma demi kamu." ucap Aan dengan sedikit teriak.
"Oh.... jadi menurut kamu kalo ada orang yang bukan muhrim kamu terus mencium dan memelukmu itu bukan hal besar?? Jadi itu sah sah saja gitu??? " Tanya Iza sedikit emosi.
" Ayolah za kamu kenapa sih jadi kayak gini. masa hanya karna hal kecil aja kita jadi bertengkar kayak gini." jawab Aan.
" Za udah deh kenapa sih kamu itu. Kenapa kamu hari ini gak bisa ngertiin aku sedikit aja. Aku tu hubungi kamu bukan buat bertengkar kayak gini. Aku hubungi kamu karna aku kangen sama kamu. Sudah hampir 1 tahun kita gak ketemu apa kamu gak kangen sama aku?" tanya Aan mengalihkan pembicaraan.
" Maaf aku capek. Aku mau pulang." Jawab Iza sambil melangkahkan kakinya untuk pergi namun dicegah Aan.
" Sayang jangan gini dong. Oke aku minta maaf kalo menurutmu aku salah.."
__ADS_1
Iza menatap tajam ke arah Aan. Dia tak habis fikir jika Aan akan bicara kayak gitu. Aan sudah benar benar berubah dan dia bukan lagi Aan yang dia kenal dulu.
" Maaf tapi aku mau pulang" ucap Iza lalu berlalu pergi.
Wahyu yang daritadi melihat pertengkaran Iza dan Aan pun langsung berdiri dan sedikit berlari mengejar Iza.
" Dek... tunggu.... tunggu dek.." kata Wahyu sambil mengejar Iza namun tak didengar Iza.
Iza berjalan tanpa memperdulikan Wahyu yang terus mengejar dan memanggilnya. Yang ada didalam pikirannya sekarang hanyalah Aan. Orang yang selama ini dia akui sebagai kekasihnya meskipun tidak dia cintai namun selalu dia jaga untuk tidak menyakiti hatinya. Iza tidak habis fikir dengan apa yang dia lihat dan dia dengar dari mulut Aan tadi.
Iza merasa sia sia selama ini dia menjaga hati dan sikapnya untuk Aan. Iza terus berjalan tanpa tau harus kemana. Hatinya hancur pikirannya kacau.
bersambung.,....
__ADS_1