
Wahyu dan Mamanya pun berjalan meninggalkan Mall. Wahyu berencana mengantarkan Mamanya pulang terlebih dahulu. Baru dia akan menghampiri Iza. Wahyu tau jika saat ini sedang marah tapi Wahyu berusaha menutupinya didepan Mamanya. Mama Wahyu pun sebenarnya merasa tidak enak dengan Iza karena kedatangan sari tadi.
"Kak kamu harus segera menjelaskan kepada Iza. Mama takut nanti Iza salah paham soalnya dari tadi mama sebenarnya merasa jika Iza tidak nyaman dengan kehadiran sari. Apa lagi mendengar ucapan sari pasti dia merasa sangat terpukul." ucap mama
"Iya ma.. Nanti habis antar mama kakak akan kerumahnya dulu."
"Baiklah. mama harap kamu jangan sampai tergoyahkan dengan sikap sari tadi kak. Ini adalah ujian awal untuk hubunganmu bersama iza."ucap mama
" Iya ma.." jawab Wahyu
__ADS_1
Setelah Wahyu mengantarkan Mamanya Wahyu pun bergegas pergi kerumah keluarga Iza namun ditengah jalan dia sempat menghubungi Anisa menanyakan apa mereka jadi akan bertemu dengan Iza dan mereka mengatakan bahwa Iza sudah berada dicafe yang akan mereka tuju. Wahyu pun memutar setir mobilnya kembali menuju Mall tempat kejadian tadi.
Dilain tempat... Iza nampak sedang duduk disebuah bangku dipojok cafe itu... Iza nampak sangat sedih. Air matanya terus mengalir di pipinya. Perasaannya campur aduk. Iza pun menjadi berfikir jika dia sudah salah. Ya Allah salahkah aku dengan semua ini. Salahkah aku jika sekarang aku merasa sakit hati. Salahkah aku jika aku taku kehilangan mas Wahyu. Salahkah aku jika ternyata saat ini aku berada diantara mas Wahyu dan Mbak Sari. Ya Allah salahkah aku??? batin Iza sambil menundukkan kepalanya dan menangis sesenggukan.
Tiba tiba saja ada sebuah tangan yang memegang pundaknya. Iza pun mengangkat kepalanya dan langsung memeluknya..
" Ada apa za cerita sama kita. Tadi waktu dibutik kamu gak papa tapi kenapa sekarang begini." Tanya Ningrum gantian.
" Dimana mas Wahyu?? kenapa kamu disini sendirian dan lihat kenapa kamu begitu lusuh seperti ini." tanya Sanya pula namun tidak ada jawaban jawaban dari Iza. dia hanya terus menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Salahkah aku..." ucap Iza tiba tiba berhenti karna melihat Wahyu yang masuk kedalam cafe dan berjalan mendekatinya.
Ketiga sahabatnya pun menatap Wahyu dan Iza bergantian. Mereka paham jika terjadi sesuatu diantara mereka berdua. Ningrum pun akhirnya berkata kepada mereka.
" Hal yang paling mendasari sebuah hubungan adalah Adanya sebuah kepercayaan diantara keduanya. Dan rasa kepercayaan itu akan semakin kuat jika kalian mau saling terbuka satu sama lain karna jika kalian tidak terbuka antara satu sama lain itu akan sangat mudah bagi orang lain menghancurkan hubungan kalian. Bicarakanlah dengan kepala dingin.. Jika memang kamu tidak sanggup maka bicarakan dengan keluarga yang lain." jelas Ningrum yang perlahan melepaskan pelukannya terhadap Iza.
Wahyu pun mendekati Iza dan duduk didepan iza. Sedangkan ketiga sahabatnya meninggalkan mereka berdua agar mereka menyelesaikan kesalah pahaman diantara mereka. Wahyu terus menatap Iza yang kini terlihat sangat sedih. Ada rasa bersalah dihati Wahyu. Dia tak pernah mengira jika akan menyakiti hati Iza seperti ini. Namun ini hanya sebuah kesalah pahaman saja. Wahyu pun akhirnya membuka suaranya...
"Maafkan Mas dek... Mas sudah menyakiti hati adek. Tapi sungguh semua yang adek lihat dan adek dengar tadi tidak semuanya benar. Memang benar dulu mas sangat mengharapkan dia tapi sekarang mas sudah tidak mengharapkan dia dek. Mas cuma mau Adek yang menjadi istri mas bukan dia. Mas mohon adek jangan terpengaruh sama ucapan sari tadi dek." ucap Wahyu.
__ADS_1