
Adzan subuh berkumandang. Iza perlahan membuka matanya. Iza merasa ada sebuah beban yang melingkar di pinggangnya kemudian dilihatnya ada tangan Wahyu yang sedang memeluknya. Senyum mengembang di bibirnya. Ini adalah pertama kalinya ada seseorang yang memeluknya disaat tidur setelah bunda dan sahabatnya. Tak terasa tangan Iza pun perlahan mengusap pipi suaminya yang masih memejamkan matanya kemudian mencium kening dan tak lupa mengecup pelan bibir suaminya. Namun ketika Iza hendak melepaskan kecupannya tiba tiba sang suami membuka mata dan kemudian menangkup kedua pipinya dan langsung mencium bibir Iza dengan penuh nafsu. Iza tak kuasa menolak ciuman dari suaminya dan akhirnya mereka pun mengulangi kejadian tadi malam....
Setelah menyalurkan hasratnya Wahyu pun berterima kasih kepada Iza.
"Makasih ya sayang..." ucap Wahyu memeluk Iza.
" Iya mas sekarang ayo bangun dan siap siap sholat subuh dulu " jawab iza bangkit dari tidurnya.
Setelah selesai sholat mereka pun keluar kamar. Nampak bunda dan ketiga sahabatnya sedang berada didapur sedangkan ayah sedang duduk diteras depan Wahyu pun mendekati mertuanya itu.
"Assalamualaikum ayah" ucap Wahyu
"Waalaikum Salam nak... Kamu sudah bangun??? Dimana iza???" tanya ayah
" oh iya yah.. itu adek lagi didapur sama bunda.." jawab Wahyu
__ADS_1
"Oh... Oya nak Wahyu ayah mau bilang kalo nanti malam kita dapat undangan makan malam dirumah nenek Aan. Apa nak Wahyu tidak keberatan untuk ikut menghadiri undangan nenek Aan? Bagaimanapun nenek Aan itu sudah seperti ibu buat ayah. Nenek sudah sangat baik kepada keluarga ayah dan nenek juga sangat menyayangi istrimu karna dulu sebelum ayah pindah kerumah ini kita sempat tinggal didepan rumah nenek dan kalo ayah keluar kota ayah selalu menitipkan Iza pada Nenek Aan."
" Wahyu bersedia ikut yah dan Wahyu juga sama sekali tidak keberatan. Bukankah mulai sekarang keluarga ayah juga keluarga Wahyu? itu artinya nenek Aan juga nenek Wahyu." jawab Wahyu...
"Terimakasih nak... Ya sudah sekarang ayah kekebun dulu ya.." ucap ayah yang dibalas dengan senyum dan anggukan oleh Wahyu. Wahyu pun kembali kekamar dan duduk di kursi depan jendela sambil menatap pemandangan diluar dari jendela kamarnya.
" Mas sedang apa??" tanya Iza yang tiba-tiba berada disampingnya dan melihat Wahyu melamun.
"Oh. enggak kok sayang mas gak lagi ngapa-ngapain" Jawab Wahyu ambil membalikkan tubuhnya menghadap dan memeluk istrinya...
"Mas kenapa??? Apa yang mas fikirkan??? apa ayah mengatakan sesuatu hingga membuat mas kepikiran?" tanya Iza
" Mas kalo mas gak ingin datang kita juga gak perlu datang. Ayah pasti akan mengerti itu." jawab iza
" Enggak sayang mas bersedia kok. Mas gak keberatan untuk datang.."
__ADS_1
"Bener mas gak keberatan?"
"Beneran sayang tapi...."
"Tapi apa mas?"
" Tapi... Adek jangan jauh jauh dari mas.. Dan adek juga jangan dekat-dekat sama Aan." jawab Wahyu yang membuat Iza tertawa...
"Kok adek malah ketawa?? Emang apa yang lucu" tanya Aan yang sedikit kesal karena ditertawakan istrinya
" Mas itu yang lucu." jawab iza masih tetap menertawakan Wahyu
" Kok mas yang lucu sih? Adek itu yang gak pengertian." ucap Wahyu yang tambah kesal. Iza yang menyadari jika suaminya sudah benar-benar emosi pun akhirnya diam dan berusaha menenangkan suaminya.
" Maafin adek mas... Adek ngerti kok maksud mas. Adek ngerti kalo mas nglarang adik jauh jauh dari mas dan adek gak boleh Deket Deket Aan itu karena mas takut akan kehilangan adek kan???" ucap Iza sambil memeluk lengan suaminya.
__ADS_1
"Naaah. itu adek tau" jawab Wahyu
" Mas... Adek tau mas masih ragu sama perasaan adek dan adek juga gak akan memaksa mas tapi perlu mas ketahui adek sangat mencintai mas. adek gak mungkin menghianati mas. Aan memang masa lalu adek tapi bagi adek Aan yang sekarang bukanlah Aan sang mantan pacar melainkan Aan sahabat kecil adek mas. Jadi mas jangan berfikir yang tidak-tidak. Adek cuma cintanya sama mas??" tutur Iza.