
" Iya dek mas ngerti maaf tadi mas sempat curiga sama adek." ucap Wahyu
" iya mas. Nanti kalo ada waktu mas akan adek kenalin sama mereka. Mereka itu sangat baik sebenarnya mas." jawab iza.
Acara demi acara pun akhirnya telah usai. seluruh tamu undangan yang terdiri dari para tetangga dan kerabat dekat keluarga ayah dan bunda Iza pun berangsur pergi. Kini tinggal keluarga Aan yang paling terakhir berpamitan. Semua keluarga Aan bersalaman dan memberikan selamat kepada Iza dan Wahyu. Namun ada sesuatu yang mengundang setiap mata yang ada diruangan itu. Yaitu ketika Nenek Aan yang menangis ketika Wahyu bersalaman dengannya. Nenek Sangat menyayangi Iza seperti dia menyayangi Aan. Nenek Sangat berharap Iza menikah dengan Aan. Namun ketika Iza menemuinya dan meminta saran beberapa waktu lalu Nenek yang menyuruh Iza untuk memilih Wahyu daripada cucunya sendiri.
"Nenek titipkan cucu kesayangan nenek kepadamu nak. Jangan sakiti dia seperti yang cucu nenek lakukan kepadanya." Ucap nenek pada Wahyu
"Insyaallah Nek. Mohon Restu dari nenek." Jawab Wahyu yang diangguki nenek.
Nenek pun berjalan bergantian memeluk Iza.
"Harusnya Ini pernikahan mu dengan dia An. tapi karna kebodohan yang kamu lakukan akhirnya membuat dia memilih orang lain" Ucap Nenek pada Aan yang berada dibelakangnya sambil melepaskan pelukannya kepada Iza.
"Maafin kami Nek." ucap Iza dan Aan bersamaan.
" Kalian harus tetap kompak seperti ini. Mungkin kalian tidak berjodoh tapi kalian masih bisa menjadi saudara seperti ayah kalian. Bukankah boleh nak Wahyu" kata nenek meminta persetujuan dari Wahyu
__ADS_1
"Tentu Nek." jawab Wahyu
" Baiklah kalau begitu kami pamit dulu. Assalamualaikum"
"Waalaikum salam." Jawab Wahyu dan Iza bersamaan.
Semua tamu undangan sudah pulang begitu pula keluarga Wahyu. Kini tinggal ketiga sahabat Iza yang masih berada dirumah Iza. Wahyu nampak sedang berbincang-bincang dengan ayah druang tamu. Sedangkan Iza sedang dikamar bersama ketiga sahabatnya.
"Nak Wahyu istirahat saja dikamar. Pasti nak Wahyu sangat capek." kata ayah
"Baik yah. kalo gitu Wahyu permisi kekamar dulu." ucap Wahyu lalu berjalan meninggalkan ayah mertuanya menuju kamarnya.
Ceklek..
Pintu kamar pun terbuka...
Nampak Iza sedang duduk didepan cermin dibantu ketiga sahabatnya. Ada yang melepaskan hiasan dikepalanya dan ada juga yang membersihkan make up Iza. Wahyu sangat takjub dengan persahabatan istrinya itu. Semua terlihat saling menyayangi seperti saudara sendiri...
__ADS_1
Anisa yang melihat kedatangan Wahyu pun berhambur memeluk sepupunya itu seraya berkata.
"Selamat ya mas... Nisa senang akhirnya mas sudah menikah dengan sahabat Nisa. Mas Wahyu harus jaga baik-baik sahabat Nisa. Dia gadis kesayangan Nisa." Ucap Nisa sambil memeluk sepupunya.
"Insyaallah tanpa kamu minta Nisa. Udah dong lepasin pelukannya. emang kamu gak malu sama kakak iparmu?" Goda Wahyu sambil menaikkan alisnya menatap istrinya itu. Iza pun hanya tersenyum melihat tingkah laku Wahyu dengan Anisa.
"Iya kamu tu gimana sih nis emang gak malu sama ni bininya apa?hhh" timpal Ningrum sambil menyenggol Iza yang membuat semuanya tertawa...
" Ya sudah mas mau mandi dulu.." Ucap Wahyu mengacak-acak kepala Anisa yang dibungkus jilbab.
" Ok mas.." jawab Anisa.
Wahyu pun akhirnya masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan ketiga sahabatnya pu. setelah membantu Iza berganti pakaian pun juga keluar meninggalkan Iza.
Setelah hampir satu jam Wahyu berada didalam kamar mandi akhirnya dia keluar dari kamar mandi. Wahyu nampak tersenyum melihat wanita berambut panjang yang sedang merapikan bajunya didepan almari. Wahyu pun berjalan pelan-pelan mendekatinya kemudian memeluk Iza dari belakang. Iza pun sangat kaget dan gugup mendapat pelukan dari suaminya itu namun dia berhasil menutupinya.
" Mas... Mas kenapa begini.." ucap Iza sedikit gugup.
__ADS_1
" Biarkan mas memelukmu sebentar saja seperti ini dek." kata Wahyu sambil menenggelamkan wajahnya dileher Iza.
*Bersambung...