Salahkah Aku

Salahkah Aku
57


__ADS_3

Setelah mengakhiri panggilan teleponnya Wahyu pun menghampiri istrinya dan juga ketiga sahabatnya yang sudah sarapan terlebih dahulu.


" Pagi para gadis kesayangan..." tegur Wahyu kepada sahabat istrinya itu.


" Pagi mas Wahyu." jawab mereka serempak.


" Kompak banget sih kalian..." Ucap Wahyu sambil membuka kursi disebelah istrinya..


"Pasti dong... " jawab mereka kompak lagi. Wahyu terkekeh melihat ketiga sahabat istrinya itu.


" Mas misalkan kita kembali kekota besuk gimana? " tanya Iza sambil meletakkan sarapan dipiring suaminya.


" Memangnya kenapa sayang kok tiba-tiba ingin pulang cepet. Bukannya rencana kita disini seminggu ya?" tanya Wahyu penasaran sedangkan ketiga sahabat Iza memilih untuk diam dan mendengarkan saja.

__ADS_1


" Iya mas memang rencananya gitu. Tapi adek baru inget kalo dipondok itu lagi ada acara tahunan dan adek juga menjadi panitia disana. Sebenarnya sih mereka juga bilang gak papa adek gak ikut cuman adek gak enak aja mas sama pimpinan pondok dan juga ustad Ismail. Apalagi acara puncaknya itu berjalan seminggu dan ini tinggal tiga hari lagi jadi adek pingin ikut berpartisipasi disana. Gimana mas boleh gak???" Pinta Iza dengan wajah memelas yang membuat Wahyu juga tak mampu menolak keinginan istrinya...


" Ehmm... Baiklah mas ngerti. Habis ini kita pulang kerumah ayah dulu dan kita bicarakan ini dengan ayah dan bunda, kalo ayah dan bunda izinin besuk pagi habis subuh kita pulang biar siang kalian langsung ikut berpartisipasi disana..." Jawab Wahyu yang. membuat Iza dan ketiga sahabatnya bahagia.


" Makasih mas Wahyu." jawab mereka berempat kompak dan membuat Wahyu tertawa melihat tingkah laku istri dan sahabatnya itu....


Setelah selesai sarapan pun sesuai perkataan Wahyu semua sudah siap didalam mobil untuk pulang kerumah ayah dan bunda Iza. Didalam mobil tidak ada pembicaraan apapun. ketiga sahabat Iza memilih untuk kembali tidur sedangkan Iza memilih untuk menikmati pemandangan dibalik jendela mobil. Setelah sekian lama perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah ayah dan bunda Iza. Mobil Wahyu berhenti tepat didepan pintu rumah. Didepan rumah nampak ayah dan bunda yang sedang duduk diteras depan santai.


" Wah kalian udah pulang...." tanya bunda..


Setelah sholat Dzuhur mereka pun makan siang bersama dan disaat itulah Wahyu menyampaikan keinginan istrinya untuk kembali kekota.


" Ayah Wahyu mohon maaf sebelumnya karna Wahyu tidak bisa menepati janji Wahyu untuk tinggal disini beberapa hari lagi karena besuk insyaallah kita akan kembali ke kota." kata Wahyu

__ADS_1


" Loh memangnya kenapa kok mendadak begitu." tanya Ayah


" Maaf ayah sebenarnya Wahyu juga masih ingin disini beberapa hari namun adek dan juga mereka ada kegiatan dipondok. Sebenarnya Wahyu bisa saja meminta sahabat Wahyu untuk mengurusnya namun adek tidak mau dan ingin tetap melaksanakan tugasnya." Jelas Wahyu


" Baiklah kalo begitu Ayah mengerti. Nak Wahyu sabar ya Iza memang seperti itu jika sudah memiliki keinginan." kata ayah sambil tersenyum melihat putrinya itu..


" Terima kasih ayah." Jawab Wahyu


" Kapan kalian akan berangkat?" tanya ayah


" Insyaallah besuk pagi yah habis subuh." jawab Wahyu


"Baiklah kalo begitu Ayah hanya bisa mendoakan kalian dari rumah dan buat kamu anak ayah, Ingat sekarang kamu sudah bersuami kamu boleh beraktivitas diluar tapi jangan lupakan tugas utama mu sebagai seorang istri dan jangan melakukan apapun tanpa persetujuan suamimu.." ingat ayah

__ADS_1


"Iya yah.." jawab Iza singkat


"Baiklah kalo begitu Ayah mau istirahat dulu." ucap ayah meninggalkan mereka disusul oleh bunda. Sedangkan Iza beserta sahabatnya membersihkan piring-piring bekas makan didapur dan Wahyu kembali kekamarnya.


__ADS_2