
Setelah berjalan beberapa saat kini mereka sudah berada diatas tebing yang menampakkan seluruh keindahan sekita pantai...
" Subhanallah... Maha suci Engkau ya Allah...
sungguh indah ciptaanmu..." ucap Iza..
" Kamu suka dek????" tanya Wahyu yang membuat Iza kaget karna Wahyu baru saja memanggilnya dek, bukan namanya lagi.
" iya mas suka banget... sungguh indah banget." jawab Iza sedikit malu...
Wahyu merasa senang dan terlihat tersenyum melihat Iza yang malu malu disampingnya...
"bolehkan ak memanggilmu dek??" tanya Wahyu pada iza.
"Terserah mas Wahyu saja." jawab Iza
__ADS_1
Mereka pun akhirnya tertawa...
Ada rasa bahagia dihati keduanya. Entah Iza sadari atau tidak, selama ini tidak ada yang mampu membuatnya tertawa lepas seperti itu setelah dia memutuskan untuk menerima Aan sebagai kekasihnya. Aan yang memiliki sifat posesif dan selalu mengekang Iza. Apapun yang akan Iza lakukan Iza harus memberitahukan itu kepada Aan dan itu tak jarang pula membuat Iza dan Aan bertengkar karna Aan yang memiliki sifat cemburu yang besar.
Ditengah bercandaannya dengan Wahyu handphone Iza berdering tanda telpon masuk dan tertera nama Aan disana. Iza pun langsung mengangkat video call itu dengan sedikit menjauhkan diri dari Wahyu...
"Assalamualaikum." angkat Iza
"Wa Alaikum salam sayang... Kamu lagi dimana??? Kok kayaknya lagi gak dirumah?? tanya Aan posesif...
Wahyu yang mendengar jawaban Iza pun sedikit kaget dan bertanya tanya kenapa Iza berbohong kepada kekasihnya. Namun setelah mendengar percakapan Iza dan kekasihnya sesudah itu dia akhirnya paham.
"Kamu lagi g bohong sama aku kan sayang??? Awas ya kalo kamu sampai bohong sama aku. Aku disini kerja mati Matian demi masa depan kita tapi kalo sampai kamu disana malah main main awas." ancam Aan yang membuat Iza kesal.
" iya Iza tau. Iza bukan anak kecil lagi. Iza tau mana yang baik buat kita. kamu ada apa tumben jam segini tlf??? apa kamu tidak kerja??." jawab Iza sedikit ketus dan Aan juga menyadari kalo Iza sudah sedikit marah.
__ADS_1
" Maaf sayang maksudku bukan gitu. Aku cuma gak mau kamu menghianati kepercayaanku.. Ini aku baru selesai meeting terus mau jalan sama temen temenku." jawab Aan.
Begitulah Aan dia selalu mengekang Iza untuk keluar dengan teman temannya namun dia sendiri selalu seenaknya keluar dengan siapapun.
" Kamu selalu saja begitu An. Kamu selalu seenaknya keluar dengan teman temanmu tapi selalu melarang ku jalan bahkan hanya dengan sahabat sahabatku sendiri saja kamu selalu marah." jawab Iza menahan air matanya..
"Kita itu jelas beda za. kalo aku jelas bisa menjaga hati dan mataku tapi kalo kamu aku gak yakin.." jawab Aan yang semakin membuat Iza sakit hati
" kamu selalu saja begitu An. Sudahlah aku malah bertengkar sama kamu." thut... Iza langsung mematikan saluran telponnya.
Tanpa Iza sadari air matanya membasahi pipinya. Ucapan aan membuat dia kembali teringat kejadian beberapa bulan yang lalu ketika Iza dan sahabat sahabatnya datang kekota tempat Aan bekerja untuk melakukan seminar. Aan yang selalu mengatakan bisa menjaga hati dan matanya itu terlihat begitu mesra dengan seorang wanita...
flashback on...
Iza dan sahabat sahabatnya sedang mengikuti seminar dikota itu. Setelah acara seminar selesai Iza berencana untuk memberikan kejutan kepada Aan. Namun saat Iza dan sahabatnya sedang jalan di sebuah mall Iza tiba tiba Iza menghentikan langkahnya...
__ADS_1
'Aan... bukankah itu Aan tapi siapa wanita itu??? Ucap Iza dalam hatinya.