
Keesokan harinya semua keluarga sudah berkumpul dibawah. Disana ada keluarga paman iza dan juga keluarga paman Wahyu ditambah Wahyu saja karna keluarga Wahyu sendiri sedang berada diluar kota. Semua orang nampak sangat bahagia dan sesekali mereka bercanda gurau. Tak selang beberapa lama Iza pun keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga.
Semua orang nampak sangat terpesona dengan kecantikan Iza yang menggunakan pakaian syar'i berwarna tosca dengan hijab senada. Nampak raut wajah Wahyu yang sangat bahagia karena dapat melihat e dipagi ini.
"Assalamualaikum"... ucap Iza membuyarkan lamunan semua orang.
" waalaikum salam." jawab serentak.
"Za .... sini om kenalin kamu sama teman Om. dia yang punya villa ini lho dan dia juga paman Wahyu namanya Om Pram dan yang disebelah nya itu adalah istrinya." jelas pamannya yang dibalas Iza dengan menangkupkan tangannya kepada paman Wahyu lalu bersalaman dengan istrinya.
"wah cantik ya... Pantes aja kamu sayang banget sama keponakanmu ini." ucap istri paman Wahyu
"Alhamdulillah jeng... dia itu bukan hanya sekedar keponakan tapi udah kaya anak sendiri." jawab Tante Ratna sambil merangkul pundak keponakannya itu.
__ADS_1
" wah beruntung sekali lelaki yang nanti akan menjadi pendamping hidup nya... tapi ngomong-ngomong apa Iza sudah punya kekasih gitu???" kata Tante Wahyu yang sedikit membuat Wahyu kaget. Ada rasa penasaran didalam hatinya namun juga ada rasa takut jika nanti akan membuat sakit hati nya.
"Alhamdulillah sudah jeng. cuman kekasihnya itu sedang bekerja diluar kota jadi mereka jarang ketemu. tapi insyaallah Minggu depan kekasihnya akan berkunjung kesini iya kan sayang??? tanya Tante Ratna yang langsung mendapatkan anggukan dari Iza.
Ada rasa kecewa dihati Wahyu. Baru saja dia merasa bahagia karna bisa dekat dengan iza namun harapannya langsung pupus melihat jawaban dari Iza.
" Sudah sudah biarkan itu menjadi urusan Iza sendiri. Sekarang kita sarapan dulu habis itu kita jalan jalan. Didekat sini ada pantai yang masih sangat asri dan belum dijamah oleh tangan tangan asing." ucap Paman Wahyu seolah tahu apa yang dirasakan keponakannya itu.
Setelah sarapan semua pun bergegas pergi kepantai yang dibicarakan paman Wahyu tadi.
" kamu kenapa yu??? Om lihat daritadi pagi kamu kok murung saja" tanya paman Wahyu.
"oh ..Om Pram... gak papa kok om. Wahyu baik baik saja... mungkin perasaan Om Pram aja." jawab Wahyu datar.
__ADS_1
" Ya sudah kalo gak papa. Om mau gabung sama om Andi dulu ya.. kamu buruan sana main sama Iza dan adiknya itu" ucap Paman Wahyu sambil melangkah pergi...
Setelah sekira lelah bermain Iza pun memutuskan untuk duduk disebelah Wahyu..
" Mas Wahyu kenapa??? gak suka ya sama pantai??"tanya Iza pada Wahyu yang daritadi hanya melihat Iza bermain.
"eh enggak kok.. Mas suka cuman lagi gak pingin main aja..." jawab Wahyu datar.
" oh... Iza kira mas Wahyu g suka."..
" Mas suka kok... Apalagi kalo lihat kamu ketawa lepas kaya tadi..." ucap Wahyu yang berhasil membuat pipi iza memerah...
" Za... Bagaimana kalo kita jalan jalan... Kita nikmati pemandangan pantai ini dari atas sana" Tunjuk Wahyu kesebuah tebing yang ada disebelah pantai itu...
__ADS_1
" Boleh..." Jawab Iza
bersambung.....