
Iza dan sahabatnya sudah sampai di pondok.
Sesampainya disana mereka langsung masuk keruangan Ustad Ismail untuk mengikuti kegiatan seperti biasa. Namun ketika hendak melangkah masuk betapa kagetnya Iza melihat sosok didalam ruangan itu...
Deg... detak jantung Iza berdetak lebih cepat lagi.
"Assalamualaikum."Ucap Iza
"Waalaikum salam." jawab lelaki itu sambil berbalik badan menghadap keasal suara.
" Dek... kamu disini??? tanya Wahyu... ya Wahyu sedang duduk di kursi depan meja ustad Ismail.
"i.. iya mas Iza ada jadwal sama ustad Ismail." jawab Iza sedikit gugup."
"Wah kebetulan dong.. Mas juga ada perlu sama Ismail tapi orangnya masih dikelas. Adek gak papa nunggu?" tanya Wahyu yang diangguki Iza. sedangkan sahabat Iza saling bertatapan seolah bertanya tanya sejak kapan Iza dan wahyu begitu dekat bahkan Wahyu memanggil dia dek.
Tak lama kemudian ustad Ismail datang dan menghampiri mereka.
"Assalamualaikum"
"waalaikum salam." jawab mereka serempak.
"wah ada tamu spesial ini." ucap Ismail sambil memandang Iza dan wahyu.
"kamu apa kabar za? Lama gak ketemu? tanya ustad Ismail.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik ustad."
"Baiklah kalian tunggu sebentar lagi ya. saya mau bicara dulu dengan Wahyu."
"Baik ustad" Jawab mereka
Setelah selesai berbicara akhirnya mereka pun mulai pelajaran agama mereka Dengan baik dan setelah itupun mereka pamit untuk pulang.Namun ketika sampai di parkiran ternyata Wahyu masih ada di sana menunggu Iza. Wahyu pun melemparkan senyuman kepada Iza dan temannya
"Mas Wahyu kok masih disini" tanya Anisa
" iya lagi nungguin seseorang nih." jawab Wahyu sambil mengangkat kedua alisnya dan melirik Iza. Iza pun kaget dengan jawaban Wahyu.
"Tunggu deh jangan bilang mas Wahyu nungguin Iza dan sejak kapan mas Wahyu jadi begitu dekat dengan Iza." tanya Anisa yang masih penasaran dengan sepupunya itu.
"Anak kecil gak boleh kepo" jawab Wahyu sambil tersenyum dan berkata lagi
" Dek aku antar ya pulangnya sekalian mas mau ketemu sama Om." ucap Wahyu pada iza
" He.... ya.... kalo aku anak kecil berarti mas Wahyu juga lagi deketin anak kecil juga. Iza kan seumuran sama Nisa." jawab Anisa sambil berteriak.
Mereka pun semua tertawa melihat Anisa yang teriak teriak tidak terima..
" Sudah sudah jangan teriak teriak malu sama santri santri disini. ya udah aku pulang sama mas Wahyu aja biar kalian gak muter-muter nanti."Jawab Iza yang membuat Wahyu tersenyum penuh kemenangan dan menjulurkan lidahnya pada sepupunya itu.
"Awas aja kalo mas Wahyu sampai Iza lecet sedikitpun bakal aku hajar mas sampe habis habisan." ancam Anisa pada Wahyu
__ADS_1
" Siap bos. Tapi kalo diajak jalan bentar boleh kali ya.."Jawab Wahyu senang dan mendapatkan acungan jempol dari Anisa.
Wahyu pun membukakan pintu mobilnya untuk Iza dan mempersilahkan Iza masuk.
Setelah itu Wahyu pun masuk kemobil dan duduk dikursi kemudi. Wahyu dan Iza pun melambaikan tangannya kepada sahabatnya..
Ditengah perjalanan Iza yang sadar itu bukan jalan pulang kerumahnya pun akhirnya bertanya pada Wahyu.
"Mas kita mau kemana??? Ini kan bukan jalan kerumah Iza.??? " tanya Iza
" Kita mampir dulu kerumah mas ya soalnya mas mau kenalin adek sama mama mas dulu. Habis itu mas antar adek pulang. Adek gak usah takut tadi mas udah ijin sama Om Andi kok." jawab Wahyu santai.
Iza pun kaget dengan jawaban Wahyu. Apa maksud Wahyu mau kenalin Iza sama orang tuanya.
"Ma.. maksud mas??"
" Gak ada maksud apa apa dek. Mas cuma mau kenalin kamu aja. gak ada yang lain soalnya mumpung mama dirumah dan mama mungkin buat sementara akan ikut ayah tinggal diluar kota jadi mumpung mama disini mas mau kenalin adek sama mama. Kan gak mungkin juga kalo adek mas ajak keluar kota buat kenalin adek sama mama." jawab Wahyu
Deg... Detak jantung Iza berdetak lebih cepat.
Iza sangat bingung dengan sikap Wahyu...
Ada apa dengan mas Wahyu. kenapa tiba tiba mau kenalin aku sama orang tuanya. bukankah kita tidak punya hubungan apa apa. tapi kenapa aku harus dikenalin sama orang tuanya. tanya Iza dalam hatinya..
Bersambung...
__ADS_1