
Diruang tengah semua sedang bersenda gurau bersama begitupun Wahyu dan sahabat Iza. Ini adalah kali pertama bagi Wahyu berkumpul dengan keluarga sang istri. Meskipun bukan keluarga kandung namun kehangatan yang ada cukup membuat semua yang hadir merasa sangat nyaman dan sangat bangga dengan hubungan antara kedua keluarga ini. Keluarga Aan sangat baik terhadap Wahyu meskipun mereka tahu bahwa Wahyu kini adalah suami Iza wanita yang awalnya akan menjadi menantu mereka namun tidak jadi karena kesalahan putranya.
Ditengah-tengah perbincangan pintu kamar nenek terbuka. Seluruh keluarga terdiam dan menatap kearah suara. Bunda Iza pun langsung menghampiri nenek Wahyu.
"Maa.... Bagaimana kabar mama? Kenapa mama tiba-tiba ingin berbicara dengan mereka? Apa ada yang mereka lakukan?" tanya bunda kawatir...
" Kenapa apa mama tidak boleh berbicara dengan cucu-cucu mama ini?" tanya nenek balik.
" Bu.. bukan begitu ma.. Saya cuma tidak mau ada masalah nantinya.." Jawab Bunda jujur
" Justru karena itu mama berbicara dengan mereka. Jadi sekarang berhenti bertanya dan ayo kita makan."Ucap Nenek berjalan menuju tempat makan dan diikuti semua orang. Dimeja makan tidak ada pembicaraan apapun karena sudah menjadi peraturan dikeluarga untuk tidak berbicara saat dimeja makan.
Malam telah larut. Semua orang pun berpamitan untuk pulang termasuk Iza. Mereka meninggalkan kediaman nenek dan kembali ke penginapan. Didalam mobil tidak ada pembicaraan. Ada sedikit rasa canggung diantara sahabat Iza yang melihat Wahyu yang daritadi tak berbicara. Hal yang sama juga dirasakan oleh iza dengan sikap Wahyu. Hingga akhirnya Iza memulai pembicaraan untuk mengusir kecanggungan diantara mereka.
__ADS_1
"Mas... kita mampir kepantai dulu gimana??"
" Ini sudah malam. Tidak baik buat kesehatan kita. Lebih dari kita istirahat saja. Besuk baru kita kepantai lagi." Jawab Wahyu tanpa melihat Iza sedikit pun. Iza dan ketiga sahabatnya pun saling memandang dan berfikir dan Wahyu sedang dalam keadaan yang tidak baik. Setelah beberapa saat akhirnya mereka pun sampai di penginapan. ketiga sahabat Iza turun terlebih dahulu namun tidak dengan Iza. Wahyu yang melihat istrinya tidak turun pun akhirnya menghampirinya dan mengetuk kaca mobil.
tok tok tok
"Sayang kenapa tidak turun??? Apa perlu mas gendong??" Goda Wahyu
"Adek gak mau turun kalo mas gak mau jawab pertanyaan adek jujur" Jawab Iza
"Mas bersih bersih dulu ya..." ucap Wahyu sambil mengecup kening istrinya kemudian melangkah ke kamar mandi. Sedangkan Iza memutuskan untuk menyiapkan pakaian tidur suaminya kemudian menghirup udara segar dibalkon kamarnya. Ketika Iza sedang memejamkan mata dan menghirup udara segar tiba tiba Wahyu datang dan memeluknya dari belakang...
" Sudah malam sayang kenapa berdiri disini?" kata Wahyu mengeratkan pelukannya...
__ADS_1
" Adek sengaja menunggu mas disini. Adek gak bisa tenang melihat sikap mas yang dari tadi cuma diem aja. Kenapa sejak dirumah nenek tadi mas jadi diem aja? Apa ada yang menggangu pikiran mas?" tanya Iza.
" Gak ada sayang..." jawab Wahyu singkat dan membenamkan wajahnya di lehernya.
"Maaas..." panggil Iza pelan.
"Mas hanya takut sayang. Sekarang mas tanya ya... tapi adek jawab jujur." pinta Wahyu sambil membalikkan tubuh istrinya dan memegang erat tangannya..
"Tanya apa mas?" jawab Iza.
" Tadi apa yang sebenarnya nenek bicarakan sama adek dan Aan. Kenapa kalian bicara sangat lama? Apa nenek meminta adek buat berpisah sama mas dan kembali dengan Aan.?" Tanya Wahyu penasaran. Namun tidak dengan Iza.
"hhhh... Jadi mas daritadi diam karna ini?" tanya Iza sambil terus tertawa melihat tingkah lucu suaminya...
__ADS_1
" Sayang kok malah ketawa sih. Memang apa yang lucu?" jawab Wahyu sedikit kesal karena ditertawakan oleh istrinya...
" Mas kamu itu lucu banget sih. Kenapa gak daritadi dirumah nenek mas tanya saja? Kenapa mas harus diem aja daritadi? hahahaha" Iza tetap saja tertawa melihat ekspresi suaminya. Sedangkan Wahyu masih tidak mengerti dengan maksud iza...