Salahkah Aku

Salahkah Aku
48


__ADS_3

Iza pun membalas kecupan di keningnya dengan memeluk suaminya itu didepan Anisa. Anisa yang melihat kemesraan sepupu dan sahabatnya itu pun langsung memprotes.


" Tuh kan mentang mentang udah halal. main peluk peluk aja didepan aku. Pasti sengaja ya kalian mau pamers sama aku. haaa" protes Anisa.


"Hhhhh... Makanya kamu tu cepat nikah biar bisa kaya kita nisa." Jawab Wahyu sambil membalas pelukan istrinya.


"tuh kan mulai kan.. Udah ah Nisa mau turun mending makan yang banyak biar kenyang daripada ngeliatin kalian aja." ucap Anisa sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Iza dan Wahyu. Iza dan Wahyu pun mengikutinya dari belakang.


Sesampainya dibawah terlihat semua sudah duduk diruang makan dan siap untuk makan. Wahyu duduk disebelah kanan ayah mertuanya dan Iza disampingnya. Semua makan dengan sangat nikmat. tak ada satu orangpun yang bersuara diruangan itu. Setelah selesai makan ayah dan Wahyu berbincang bincang diruang tengah begitu pun dengan bunda. Sedangkan Iza dan ketiga sahabatnya membersihkan piring-piring bekas makan didapur. Setelah selesai mereka memutuskan untuk menikmati malam diteras belakang rumah. Sebelum pergi kebelakang Iza taak lupa untuk pamit kepada suaminya.

__ADS_1


" Ayah lagi bicarakan apa?" tanya Iza pada ayahnya.


" Gak da apa apa za cuma ngobrol biasa aja. Kamu kenapa dan dimana para gadis kesayangan ayah??" tanya ayah.


" Mereka ada dibelakang yah. Oya mas adek ijin kebelakang sama temen temen adek ya.." Pamit Iza pada Wahyu sambil memeluk lengan suaminya itu.


Wahyu sangat mengerti jika Iza dan sahabatnya memang sangat dekat.


" Nak tapi kamu juga jangan lupa kalo kamu sudah bersuami.. Kasian suami kamu kalo nanti kamu kelamaan main sama mereka." Ucap bunda mengingatkan Iza. Karna memang ini adalah malam pertama sejak Iza menikah namun Iza juga gak mungkin meninggalkan ketiga sahabatnya.

__ADS_1


" Gak papa kok bund.. Biarkan Iza bersama sahabatnya. Mungkin mereka masih butuh waktu untuk menyesuaikan keadaan. Biarkan saja mereka menghabiskan waktunya." jawab Wahyu. Iza sangat bahagia karena suaminya sangat pengertian. Iza pun berlalu kebelakang menyusul ketiga sahabatnya. Mereka menggelar tikar ditaman belakang dan tiduran diatasnya sambil memandangi bintang dilangit...


" Gak nyangka ya waktu berjalan begitu cepat dan gak kerasa juga kini kita juga udah gak bisa kayak gini terus." celetuk Ningrum memecahkan keheningan malam...


" Iya ya... Sebentar lagi kita akan wisuda, habis itu kita akan menjalani kehidupan masing-masing. Aku harap kita akan tetap seperti ini selamanya. Apapun yang terjadi kita harus tetap kompak begini.." ucap Sanya.


" Aiza aku harap meskipun kamu sudah menikah kamu bisa membagi waktu kamu juga buat kita. Jangan pernah ninggalin kita gitu aja. Kita pasti gak akan sanggup kalo harus saling kehilangan. Dan kamu juga jangan lupa kamu masih punya kita. Kalo ada apa apa jangan pernah dipendam sendiri. Kamu harus berbagi sama semuanya. Jangan seperti dulu dulu. Mungkin dulu kita bisa mengerti keadaan kamu karna kita selalu bersama tapi sekarang sudah beda. Kamu sudah bersuami jadi kamu harus belajar untuk lebih terbuka jangan terlalu memendam perasaan. Kita sayang sama kamu. kita juga akan selalu ada buat kamu." Ucap Anisa pilu.. Ada sesak didalam dadanya ketika mengatakan kalimat itu. Anisa sangat tahu sifat Iza seperti apa. Jadi dia sengaja mengatakan itu ketika mereka bersama. Iza yang mendengar ucapan Anisa pun langsung bangun dari tidurnya kemudian memeluk Anisa dan diikuti kedua sahabatnya yang lain.


" Iza janji.. Iza akan berubah dan Iza akan terbuka sama kalian. Maafin Iza karna selalu buat kalian khawatir. Iza juga sangat mencintai kalian." Jawab iza sambil menangis dan memeluk ketiga sahabatnya...

__ADS_1


__ADS_2