
"Baiklah kalo kakak setuju. Nak Iza Om harap kamu tidak menolak syarat yang om berikan."
"Iza tidak bisa memutuskan apa apa om. Karna Iza juga belum bertanya sama ayah dan bunda." jawab iza pelan
" Baiklah Om paham dengan maksud kamu nak. Biar nanti Om yang menghubungi pamanmu nanti. kak sudah sore antarkan Iza pulang." pinta papa Wahyu.
"Baik pa.." jawab Wahyu
"Iza pamit dulu om. assalamualaikum" ucap Iza
"Waalaikum salam. hati hati nak. kak kamu juga hati hati nyetirnya." ucap papa Wahyu.
Mereka pun lantas berpamitan kepada seluruh keluarga lalu bergegas naik mobil kerumah paman iza. Diperjalanan Wahyu menatap Iza yang dari tadi hanya diam.
" Adek kenapa?? Marah ya sama mas???"
"Enggak mas. Adek cuma kepikiran aja sama ucapan papa mas tadi."
__ADS_1
"Adek keberatan dengan syarat yang papa ajukan??"
" Bukan mas. Bukan keberatan tapi Iza masih bingung harus bagaimana. Emang mas yakin mau mengkhitbah adek??"
"Insyaallah mas yakin dek. apa adek ragu sama mas?"
"Maaf mas adek minta waktu boleh?"Pinta Iza. Wahyu pun paham dengan apa yang dipikirkan Iza. mungkin dia masih butuh waktu buat menyelesaikan masalahnya bersama Aan dan dia juga membutuhkan waktu untuk meyakinkan hatinya.
"Baiklah mas akan kasih waktu buat adek tiga hari. selama tiga hari itu mas akan pergi keluar kota untuk menganty mama dan papa. adek bisa menggunakan waktu itu untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan adek dengan Aan. Nanti setelah tiga hari mas akan menghubungi adik dan mas akan datang kerumah ayah adek buat meminta jawaban dari adek. Bagaimana dek??? tanya Wahyu.
"Baiklah mas. Adek setuju dengan keputusan mas." jawab iza
Setelah membersihkan diri Iza pun keluar kamar dan menemui pamannya diruang kerjanya. Iza menceritakan semua yang terjadi padanya termasuk tentang keinginan papa Wahyu untuk segera mengkhitbah Iza. Paman iza pun setuju dengan keinginan Papa Wahyu karena itu adalah hal yang terbaik untuk keponakannya. Paman Iza pun juga meminta keponakannya itu untuk segera menyelesaikan masalahnya dengan Aan karna gak mau akan bertambah rumit.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Aan sudah berada di rumah paman iza. Aan terlihat sedang berbicara dengan pamannya diruang tamu. Iza pun keluar dari kamar dan menemui Aan setelah diberitahu Syibil jika Aan sudah datang.
"Assalamualaikum An." ucap Iza.
__ADS_1
" Waalaikum salam sayang.. Maaf semalam aku gak bisa datang makanya ini pagi-pagi aku langsung kesini." ucap Aan pada iza.
"Ya udah Om pergi dulu ya... kalian bicara dulu." jawab Paman Iza
"iya om" jawab iza.
"Kita bicara ditaman depan aja ya..." ajak Iza pada Aan yang dijawab dengan anggukan.
Setelah sampai ditaman Iza pun terlihat menarik nafas dalam sebelum berbicara pada Aan.
"An sebelumnya Iza minta maaf jika apa yang nanti Iza katakan akan melukai hati kamu. Iza selama ini sudah berusaha sekuat mungkin namun nyatanya Iza tetap tidak bisa."
"Maksud kamu apa sayang?? Melukai hati?melukai hatiku gimana?" tanya Aan penasaran pada iza.
" Maaf An. Iza rasa Iza sudah tidak sanggup meneruskan hubungan ini. Iza mau kita sudahi saja hubungan kita ini karna menurut Iza ini sudah benar-benar tidak bisa dilanjutkan." ucap Iza perlahan
"Maksud kamu apa seperti ini? Kamu mau kita Putus? Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?? Apa kamu sudah gak percaya lagi sama aku??" Jawab Aan sedikit emosi
__ADS_1
"Maafkan aku An. Selama ini aku sudah berusaha untuk mencintaimu. Aku sudah berusaha menerima semua keadaan dan keinginanmu. Walau bagaimanapun Aku selalu berusaha untuk membahagiakan mu. Aku selalu berusaha membuatmu nyaman tapi setelah kejadian dimana aku melihatmu begitu mesra dengan wanita yang kamu bilang dia atasanmu, semuanya hancur An. Aku merasa sangat sakit saat itu. Aku merasa hancur An. Kenapa harus kamu yang aku lihat. Kenapa kamu menghancurkan harapan harapan kita dulu.Kenapa kamu tega menghancurkan kepercayaan ku padamu. Sungguh sakit An. Dan sakit itu bukan hanya sekali dua kali kamu memberikannya." Ucap Iza dengan meneteskan air mata karna mengingat penghianatan yang dilakukan oleh Aan.