
" Bodoh kamu itu yu... Bodoh banget... Bagaimana bisa kamu seceroboh itu." ucap ustad ismail.
" Kenapa kamu bisa bisanya mengatakan tentang perasaanmu kepada sari bersamaan dengan kamu menyatakan perasaanmu kepadanya. Kamu itu sudah salah yu... salah banget.... dulu aku sudah memperingatkan kamu untuk tidak mendekati Iza kalo kamu masih mengharapkan sari tapi kamu tidak mendengarkan ku. Aku kira dengan kamu yang tetap mendekati Iza kamu sudah mengubur harapan mu kepada sari. Tapi nyatanya kamu justru mengakuinya didepan Iza secara langsung. Jelas saja Iza hancur hatinya yu... kamu tau sendiri bagaiman hubungan Iza dengan kekasihnya dan kamu sendiri juga melihat kejadian itu tapi kenapa kamu juga melakukan hal yang sama kepada Iza. Sungguh aku gak habis fikir sama kamu yu... kamu tu gak ada bedanya sama kekasih Iza yang berselingkuh di depan matanya." Ucap ustad Ismail dengan nada tinggi. Terlihat raut wajah ustad Ismail yang sangat merah padam tanda dia sangat emosi kepada Wahyu.
Wahyu tertunduk diam tak bersuara. Dia merasa syok dengan sikap sahabatnya itu. Tapi dia juga merasa bersalah kepada Iza.
Dia tak tau harus berbicara apa.
"Sekarang lebih baik kamu pulang yu... Aku capek mau istirahat..."
Deg
Wahyu kaget dengan apa yang diucapkan sahabatnya itu karna ini untuk pertama kalinya dia diusir sama sahabatnya. Kini Wahyu sadar atas apa yang telah dia lakukan. Dia sadar bahwa Iza adalah murid kesayangan dan juga sudah dianggap seperti adik oleh sahabatnya itu. Kini dia telah menyakiti hati Iza dan sudah otomatis dia juga menyakiti sahabatnya ini.
__ADS_1
"Aku minta maaf il. aku tahu aku salah. aku janji aku akan memperbaiki kesalahanku pada iza." ucap Wahyu sambil keluar dari ruangan sahabatnya.
Ustad Ismail terduduk diam menatap punggung Wahyu. Dia sadar ini pertama kalinya dia marah kepada sahabatnya. Tapi Wahyu memang keterlaluan karena telah menyakiti hati Iza. Akhirnya ustad Ismail pun meraih handphone nya dan menekan nomor Iza. Dia tahu Iza sangat membutuhkan teman saat ini.
Didalam sebuah kamar nampak seorang wanita yang masih mengunakan mukenanya nampak sedang khusu' berdoa.Tiba tiba handphone nya berdering.
"Assalamualaikum za.." suara dibalik telfon.
Iza tak menjawab salam itu. Iza justru membungkam mulutnya. Hatinya terasa pilu.
"Menangis lah za... Menangislah sepuasmu. luapkan segala beban dihatimu... Jangan sisakan sakit dihatimu... keluarkan semua yang mengganggu pikiran mu..." ucap ustad ismail
Iza pun akhirnya membuka mulutnya yang sejak tadi dia bungkam. Dia menangis sekuat kuatnya dan ustad Ismail hanya diam mendengarkan Iza menangis. Hingga akhirnya Iza membuka suara.
__ADS_1
"Makasih tad..... Makasih udah mau mendengarkan Iza menangis... Makasih sudah ada buat Iza..." ucap Iza berterima kasih.
"sama sama za.... kamu harus kuat. gak usah terlalu difikirkan. yakin saja semua sudah ada yang mengaturnya. kita hanya menjalankan saja. Kamu harus tenang ya..."
" Iya tad insyaallah." jawab Iza.
Setelah telfon pun Iza melanjutkan untuk sholat Sunnah. setelah solat ia melanjutkan untuk istirahat.
Keesokan harinya Iza menjalankan aktivitas nya seperti biasa. Iza berangkat kekampus naik sepedah motor sebenarnya Tante Ratna sudah melarangnya naik motor tapi Iza memaksakan kehendaknya dan Tante Ratna paling tidak bisa jika melihat keponakannya ini memohon padanya...
Setelah selesai kuliah Iza memutuskan untuk pergi kesebuah tempat dimana biasa dia menghabiskan waktu jika sedang ada beban pikiran. Disana Iza meluapkan semua beban didalam hatinya dengan berteriak dan menangis.
aaaaaaaaarrrrgggghhhhh........
__ADS_1
bersambung