
" Makasih sayang" Bisik Wahyu ditelinga Iza yang berhasil membuat Iza sangat geli.
" Ih geli mas..." ucap Iza sambil melepaskan pelukan Wahyu dengan membalikkan badannya. Namun justru membuatnya wajahnya bertatapan langsung dengan wajah Wahyu. Tatapan itu berhasil membuat hati keduanya semakin bergemuruh. Wahyu pun mengecup kening Iza. Iza nampak tersipu malu mendapatkan kecupan dari suaminya.
"Mas sangat mencintaimu sayang." Ucap Wahyu kembali mencium kening istrinya dengan sangat lama.
"Adek juga sangat mencintai mas." Jawab iza memeluk tubuh suaminya namun tiba-tiba pintu diketuk
tok tok tok
" Naak...Bunda boleh masuk?.. tanya bunda.
Iza yang tersadar jika Wahyu belum menggunakan pakaian pun terlihat sangat gugup. Iza takut nanti bunda berfikir tidak tidak tentangnya...
"Mas ada bunda... Mas pakek baju gi.. malu nanti... ini baju mas" ucap Iza sambil memberikan baju ganti untuk suaminya...
"Kenapa harus malu sih dek kan kita udah halal. Bunda pasti tau laah.." jawab Wahyu santai
__ADS_1
"Mas jangan aneh-aneh deh. udah sana ganti baju..." jawab iza sambil mendorong suaminya masuk kedalam kamar mandi.
"Naaak..." panggil bunda lagi
"iya bunda..." jawab iza sambil membuka pintu..
"Naak ayo ajak suami kamu buat makan malam. Semuanya sudah nungguin daritadi." ucap bund
"Iya bunda Iza sebentar lagi turun." jawab iza. Bunda pun berlalu meninggalkan iza. Nampak Wahyu yang baru keluar dari kamar mandi.
"Gak papa mas cuma nyuruh kita turun buat makan soalnya udah pada nungguin." ucap Iza sambil merapikan kerah baju Wahyu. Wahyu pun mengecup kening Iza dan kemudian pipi dan akhirnya Wahyu pun mencium bibir istrinya untuk pertama kali namun ketika keduanya tengah terlena dengan ciuman mereka tiba-tiba pintu kamar terbuka nampak Anisa yang membuka pintu..
"Aaaarrmmmmm..." Anisa membungkam mulutnya sendiri membuat Wahyu dan Iza kaget karna kedatangannya.
"Hey gadis kenapa kamu masuk kamarku tidak ketok pintu dulu." ucap Iza sambil melepaskan pelukan Wahyu.
" Hey kenapa kalian tidak mengunci pintunya dulu kalo mau begituan. Lagian kan aku juga gak terbiasa ketok pintu kamar kamu istri kesayangan." balas Anisa.
__ADS_1
" Hey kenapa kamu mengubah panggilanku menjadi seperti itu." ucap Iza sedikit kesal
" Hey itu karena kamu sudah bukan gadis lagi Lola. Itu buktinya barusan apa namanya kalo bukan itu tadi." jawab Anisa sambil menggoda Iza. Iza pun nampak sangat kesal sama Anisa karna sudah mengganggu nya dan ditambah lagi dia merubah panggilannya kepada Iza. Iza pun hendak menjawab lagi namun Wahyu segera membuka suaranya untuk menghentikan perdebatan mereka.
" Sayang sudah sudah kita turun sekarang. Mungkin Anisa kemari karna kita sudah ditunggu yang lainnya." ucap Wahyu menenangkan istrinya.
"Nah itu mas tau. makanya istri kesayangan kamu cepetan turun kalo gak kita akan pulang sekarang juga." Ancam Anisa.
"Mas kok belain Anisa sih. kan istrinya mas adek bukan Anisa. dan kamu gadis kesayangan kenapa kamu mengancamku?" protes Iza.
"Eits jangan salah kamu memang istrinya mas Wahyu tapi aku juga adiknya mas Wahyu dan aku juga gadis kesayanganmu. Gimana lengkap kan" Jawab Anisa merasa puas menggoda Iza.
" Nasib punya adik ipar yang kaya kamu itu ya gini ni... Pasti aku kalah kalo ngeyel sama kamu." jawab iza pasrah.
Wahyu yang sedari tadi hanya berdiri melihat dan mendengarkan perdebatan istri dan sepupunya itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya. Kini dia baru saja tahu sisi lain yang ada didalam istrinya. Karna selama ini dia memang belum sepenuhnya mengenal istrinya secara penuh. Wahyu pun tersenyum dan mengecup kening istrinya dan kemudian mengacak-acak kepala Anisa yang terbungkus hijab.
*Bersambung
__ADS_1