
Aan yang melihat Iza menangis pun tidak bisa berkata-kata. Dia tahu bahwa dia telah menghancurkan kepercayaan wanita yang dia cintai ini hanya karna terpengaruh oleh teman-temannya.
"Maafkan aku Za. aku gak bermaksud seperti ini. aku janji akan berubah za. aku mohon beri aku kesempatan."
" Maaf An. aku sudah gak bisa. Jujur sebenarnya sebelum kita bertemu divilla kemarin aku sudah memutuskan untuk memaafkan kesalahanmu. Aku juga sudah berfikir untuk memberimu satu kesempatan. Namun setelah aku melihat dan mendengar apa yang dikatakan gadis itu aku gak sanggup lagi an. Aku sudah gak bisa seperti ini. Sungguh ak mohon sama kamu an mari kita sudahi semua ini. Kita hanya memutuskan hubungan perasaan kita tapi kita masih tetap bisa menjadi teman atau bahkan aku bisa menganggap kamu sebagai kakakku. Walau bagaimanapun dari dulu kamu selalu menjagaku meskipun akhirnya kamu juga yang menyakiti dan menghianati diriku An." Ucap Iza sambil menangis terisak-isak. Sungguh ini sangat sulit untuknya.
Aan sadar apa yang dia lakukan sudah terlalu menyakiti Iza. kini dia tersadar jika selama ini ternyata Iza sangat memperhatikan dirinya. Iza sudah melakukan banyak hal untuknya.
Aan tak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia hanya pasrah dengan keputusan Iza. Sebenarnya saat ini dia juga sangat hancur karena selama ini dia sangat mengharapkan Iza sebagai penday hidupnya nanti. Namun karna Ambisi dan Nafsunya akhirnya dia malah kehilangan Iza.
"Maafkan aku Za.. Aku tau aku salah. aku sudah menyakiti kamu sedalam ini. Sungguh aku menyesal za." jawab Aan dengan sendu
__ADS_1
" Aku sudah memaafkanmu an. aku juga minta maaf karna aku gak bisa bertahan lebih lama lagi. Kamu berhak bahagia dengan caramu sendiri. Kamu masih punya wanita yang juga sangat mencintai kamu. Jaga dia an. Jangan kau sakiti hatinya. Aaku rasa kit sudah cukup sampai disini.. kamu boleh pulang." ucap Iza pelan.
"Baiklah kalo memang itu keputusanmu. aku akan menuruti keinginanmu sebagai permohonan maaf dariku. Aku mencintaimu Za tapi aku juga menyakiti hati kamu. Maafin aku. Aku pamit. Assalamualaikum" Ucap Aan sambil melangkahkan kakinya pergi meninggalkan rumah Andi.
Iza tak menjawab salam dari Aan. Dia masih tetap terdiam dalam Isak tangisnya. Andi dan istrinya yang daritadi memantau Iza dari kejauhan pun menghampiri Iza. Istri iza langsung memeluk keponakannya ini.
" Cup sayang... Udah ya... semua sudah berakhir. sekarang tinggal kamu melangkah maju. jangan terlalu dipikirkan." ucap Tante Ratna yang dibalas anggukan kepala oleh Iza.
"Syibil ikut nte???"
"Syibil nginep dirumah Oma sayang. ya udah Tante sama om berangkat ya.."
__ADS_1
" Iya Tante.. Hati hati.." jawab iza pelan.
Iza pun kembali kekamarnya setelah pamannya berlalu pergi. Kini perasaan Iza sudah sedikit tenang karena masalahnya bersama Aan sudh diselesaikan. Iza pun memejamkan mata hingga tertidur lelap.
Entah Iza tertidur berapa lama hingga akhirnya Iza terbangun ketika mendengar bunyi handphone dari samping tempat tidur.
Terlihat ada nama seseorang yang sangat dia rindukan. Siapa lagi kalo bukan sahabat sahabatnya.
*Hey gadis kesayangan apa kamu sudah lupa sama kita sampai kamu tidak pernah mengirim pesan kepada kami. ha???
Bersambung*.
__ADS_1