
"Maafin adek mas." Ucap Iza.
" Enggak adek gak salah. Maafin mas ya... Mas janji mulai hari ini mas akan selalu terbuka sama adek apapun itu. Mas gak mau Adek salah paham lagi sama mas." jawab Wahyu
"Iya mas."
" Yaudah adek tadi udah makan belum? adek mau makan apa?"Tanya Wahyu...
" Adek gak laper mas. Mas aja yang makan." jawab Iza.
" Kok gak laper emang adek udah makan apa?? ato adek mau makan ditempat lain?" Tanya Wahyu.
"Enggak mas... Tadi adek beneran udah makan kok."
" Ya udah kalo gitu adek mau kemana pulang ato mau kemana??"
"Kita pulang aja ya mas. Soalnya tadi bunda udah suruh cepat pulang."
__ADS_1
" iya sayang.."
Wahyu pun mengantar Iza pulang kerumah keluarganya. Wahyu merasa senang karena Iza mau mendengarkan penjelasan dan memaafkannya dia berjanji dalam hatinya sendiri jika dia akan tetap berada disamping Iza dan benar benar akan melupakan sari bagaimanapun caranya karena dia sadar jika kedatangan sari saat ini hanyalah sebatas ujian awal pernikahannya dengan Iza.
Hari telah berlalu begitu cepat. Kini tiba saatnya Wahyu dan Iza akan melangsungkan ijab kobul. Disebuah kamar hotel Wahyu nampak begitu gagah menggunakan setelan jas berwarna silver. Ijab kobul digelar dirumah kedua orang tua Iza dan resepsi akan diadakan dikota tempat tinggal wahyu. Seluruh kerabat dan keluarga Wahyu pun sudah berada sejak kemarin malam.Semua nampak sangat bahagia.
Wahyu pun berangkat kekediaman keluarga Iza bersama keluarganya. jarak hotel dengan tempat akad memang tidaklah jauh. Setelah tiba di rumah keluarga Iza Wahyu disambut oleh banyak orang namun tak ada yang Wahyu kenal selain ayah, Om Andi dan satu orang lagi yang tak kalah membuatnya terkejut. yaa orang itu adalah Aan. Aan berada disana dengan menggunakan seragam yang sama dengan anggota keluarga lainnya. Namun Wahyu segera menepis rasa penasarannya karna kedatangannya sudah ditunggu penghulu untuk melangsungkan akad nikah.
Didalam kamar Iza bersama bunda dan ketiga sahabatnya. Iza nampak sangat cantik menggunakan kebaya muslimah yang berwarna senada dengan Wahyu. Iza memilih warna kesukaannya untuk acara akad. Iza nampak sangat cantik dengan riasan make up yang sangat elegan sesuai dengan karakter Iza.
" Kamu gugup sayang?" tanya bunda
" Rasanya baru kemarin ibu menimang anak bunda ini.. tapi sekarang ternyata anak bunda sudah dewasa dan sebentar lagi akan menjadi seorang istri. Bunda sangat mencintaimu nak... Bunda harap kamu bisa menjadi seorang istri yang Solehah. Istri yang selalu menjaga kehormatan suaminya. Istri yang selalu menuruti ucapan suaminya. Dan jangan sekali-kali membantah ucapan suamimu. karna Ridho Allah ada diridho suamimu nak.. kamu harus berbakti kepada suamimu jika kamu ingin mendapatkan surgaNya.." ucap bunda sambil memeluk putri kesayangannya itu.
"Insyaallah Iza akan melakukan apa yang bunda katakan. Iza juga sangat mencintai bunda." jawab Iza.
" Kita juga sangat mencintai bunda dan gadis kesayangan kita"... Ucap mereka bertiga yang ikut memeluk bunda dan Iza.
__ADS_1
" Bunda juga sangat mencintai kalian. kalian gadis kesayangan bunda semua." jawab bunda membalas pelukannya...
Tante Ratna yang baru datang dan masuk kedalam kamar Iza pun terharu melihat pemandangan didepannya ini. Tante Ratna sangat bersyukur memiliki keponakan dan sahabatnya ini.
" Jadi gak ada yang mencintai Tante ni???" ucap Tante Ratna yang membuat semuanya melepaskan pelukan mereka.
" Kita juga mencintai Tante kok." jawab Anisa yang membuat semuanya memeluk Tante Ratna.
"Udah udah pelukannya kasian pengantinnya engap nanti." Ucap Tante Ratna yang membuat semuanya tertawa.
" Sayang... Tante minta maaf ya jika selama ini Tante kurang perhatian sama kamu. Mungkin Tante juga kurang menjagamu. Tante sangat sedih kalo inget gadis kesayangan Tante ini akan meninggalkan rumah Tante." Ucap Tante Ratna sambil menangis.
" Tante... Tante jangan nangis nanti jelek lho... Nanti Iza janji akan sering main kerumah Tante kok." jawab iza menghibur tantenya.
tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat semuanya melepaskan pelukannya dan menatap pintu yang terbuka.
__ADS_1
"Nak sudah saatnya kamu turun untuk dipakaikan cincin pernikahan kalian." Ucap Mama Wahyu.
Bersambung