
"Wah acaranya udah selesai ya jeng.. kok kita gak kedengaran ya.." jawab Tante Ratna
" Itu karna kalian lagi asyik peluk pelukan jeng makanya gak dengar waktu Wahyu mengucapkan janjinya kepada Allah." Jawab mama Wahyu yang membuat semuanya tertawa
"Baiklah Nak sekarang waktunya kamu turun." Ucap bunda
"Para gadis kesayangan sekarang tunjukkan pesona kalian untuk mengantarkan pengantin kesayangan kita ini" Kata Tante Ratna membuat semuanya semakin tertawa
"Siap Tante." jawab semuanya
Iza pun berjalan melangkahkan kakinya dengan digandeng ketiga sahabatnya. Mereka keluar kamar dan berjalan menuruni tangga.
Semua mata mengarahkan pandangannya kepada Iza tak terkecuali Wahyu dan Aan. Wahyu sangat bahagia karna melihat wanita yang kini turun dari tangga itu kini sudah sah menjadi istrinya seutuhnya.
__ADS_1
Sedangkan Aan menatap lza dengan tatapan sendu. Dia tidak pernah berfikir jika dia akan kehilangan Iza dan juga akan menjadi tamu dipernikahan Iza. Aan sangat menyesali apa yang telah dia perbuat selama ini kepada Iza. tak terasa Aan telah menetaskan air mata dan air mata itu disadari oleh Om Andi. Om Andi pun merangkul bahu Aan seraya berkata.
"Kamu harus kuat An. Semua sudah berlalu. kini iza sudah menjadi istri orang lain. Andai dulu kamu tidak gegabah dengan menuruti nafsumu mungkin saat ini bukan Wahyu yang mengikrarkan ijab kobul tapi kamu. Kamu harus menerima konsekuensi dari sikapmu itu."
" Iya om. Aan tahu Aan sudah sangat menyakiti hati Iza. Untuk itu Aan bersedia hadir disini juga sebagai wujud cinta Aan kepada Iza. Aan ingin melihatnya bahagia meskipun tidak bersama Aan." jawab Aan.
Iza pun tiba dihadapan Wahyu. Iza mencium punggung tangan Wahyu untuk pertama kalinya. Kemudian Wahyu pun membacakan doa dipuncak kepala iza dan kemudian mencium kening Iza.
Acara pun berlangsung kini Iza dan Wahyu duduk dikursi pelaminan. Mereka nampak sangat bahagia. Banyak orang yang memuji dan iri karena melihat mereka sangat serasi dan sangat romantis. Karena sejak tadi Wahyu tak mengijinkan Iza melepaskan lengannya bahkan hanya untuk bersalaman dengan tamu saja Wahyu tak mengijinkan Iza melepaskan lengannya.
"Gak akan. Mas gak ijinin adek lepasin tangan mas. Nanti kalo tiba tiba adek ilang gimana? Mas mau cari adek kemana coba?" Jawab Wahyu
"Mas jangan ngaco deh. emang siapa yang mau nyulik adek gak da masku." ucap Iza
__ADS_1
"Ada tu... daritadi ngeliatin adek terus Ampek gak kedip." Jawab Wahyu sambil kepalanya nunjuk kearah Aan.
"Maksud mas Aan?" tanya Iza..
"Mungkin.." jawab Wahyu singkat
" Mas jangan aneh aneh deh. mana mungkin dia nyulik adek. Walau bagaimanapun dia gak akan mungkin melakukan itu mas. adek kenal bagaimana dia jadi mas jangan aneh aneh lagi deh." jelas Iza yang membuat Wahyu sedikit cemburu karna Iza membela Aan didepannya.
" Adek kok belain dia sih. Jangan jangan adek nyesel ya nikah sama mas?" tanya Wahyu sedikit curiga
"hhhhhh... mas itu aneh banget. adek baru tahu ternyata laki laki yang selama ini selalu mengganggu pikiran adek ini orang yang sangat pencemburu.hehehe" jawab iza tertawa
" Itu karna mas sangat mencintai adek." jawab Wahyu
__ADS_1
" adek juga sangat mencintai mas. Udah mas jangan cemburu lagi ya.. Aan itu udah kayak saudara sendiri buat keluarga adek. Sejak dulu sebelum Aan menyatakan perasaannya sama adek Aan sudah dekat dengan keluarga adek bahkan sama Om Andi pun sebenarnya Aan juga udah Deket tapi memang Aan paling dekat sama ayah karna Aan anak dari sahabat ayah. Itu yang duduk disana adalah kedua orang tuanya Aan." tunjuk Iza kepada keluarga Aan.