Salahkah Aku

Salahkah Aku
51


__ADS_3

" Maafin mas sayang." jawab Wahyu


"Ya sudah kita gak usah ikut ya... Kita dirumah saja.." ucap Iza


" Eh jangan dong dek. Udah gak papa kita ikut aja. Gak enak sama ayah nanti." Jawab Wahyu.


" Ya sudah kalo mas tetap mau ikut adek nurut sama mas aja. Sekarang sebelum kita kerumah nenek bagaimana kalo kita jalan jalan dulu mumpung masih ada Anisa dan lainnya." ajak Iza


" Baiklah... Adek pingin kemana emang???" tanya Wahyu.


" Adek pingin kepantai yang dekat sini saja mas. Sudah lama adek gak pernah kepantai." jawab iza manja...


"Baiklah kita kepantai sekarang." ucap Wahyu menuruti keinginan istrinya


" Kita bawa baju ganti sekalian ya mas nanti biar kita habis dari pantai langsung kerumah nenek saja biar gak bola balik." kata Iza


"Baiklah mas ngikut saja sama istri kesayangan mas ini saja." jawab Wahyu


Mereka pun akhirnya berangkat kepantai bersama ketiga sahabatnya. Wahyu yang mengemudi mobilnya sedangkan Iza duduk disampingnya dan ketiga sahabatnya duduk dikursi belakang. Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di pantai. Iza dan Wahyu berjalan bergandengan tangan menyusuri jalan dipinggir pantai begitupun dengan ketiga sahabatnya. Setelah lelah berjalan Wahyu pun memutuskan untuk duduk dipinggir pantai sedangkan Iza memilih bermain bersama sahabatnya.


Wahyu nampak sangat bahagia melihat istri dan juga ketiga sahabatnya. Wahyu pun memutuskan untuk ikut bergabung dengan istri dan ketiga sahabatnya. Mereka bercanda bersama. Tak jarang Wahyu menggoda istrinya dengan candaan-candaannya.

__ADS_1


"Sayang kamu tau gak rasanya mas kaya seorang suami yang beristri empat..hhhahah" Goda Wahyu terhadap istrinya...


" Kalo sampai mas Wahyu berani menduakan Iza mas akan berhadapan sama kita berempat." jawab Anisa sepupu sekaligus sahabat Iza.


" Kok berempat? emang yang satu siapa?" tanya Wahyu.


" Yang satu Aan.hahahahah" jawab Anisa tertawa melihat ekspresi kaget Wahyu...


" Kenapa bisa Aan?" Tanya Wahyu


" Karna Aan adalah Sahabat Iza sejak masih kecil meskipun sekarang setatusnya mantan pacar tapi dia tetap sahabat terbaik Iza juga. Yaa walaupun dia sempat melukai hati Iza tapi kita tahu kalo Aan sudah kembali menjadi Aan yang dulu." jawab Anisa membuat Iza dan Wahyu kaget.


" Bagaimana kamu tahu tentang itu?" tanya Iza sedikit cemas. Iza takut Wahyu salah paham. Namun Wahyu yang sadar dengan perubahan sikap Iza pun langsung mengusap pundak Iza seolah memberi isyarat kalo dia tidak apa-apa.


"Awalnya kita memang tidak percaya tapi setelah melihat dia yang menepati janjinya saat hari pernikahan kalian dan dia bahkan juga ikut mengurus semua acara pernikahan kalian kami akhirnya percaya jika dia memang sahabat kecil kamu."Tambah Ningrum.


"Janji??? Memang janji apa yang dibuat Aan?" tanya Iza.


" Begini ya gadis kesayangan sebenarnya setelah mas Wahyu mengkhitbah kamu itu selang beberapa hari Aan menghubungi kita. Dia meminta bertemu dengan kita tanpa sepengetahuan kamu. Awalnya kita mau menolak tapi dia memaksa kita hingga pada akhirnya kita setuju dengannya.." jawab Sanya.


Flashback On.

__ADS_1


Disore itu Aan nampak sangat terkejut mendapatkan telfon dari ayahnya yang meminta penjelasan tentang hubungan nya dengan Iza.


"Assalamualaikum ayah?? Ada apa tumben ayah telfon Aan sore sore begini?" kata Aan mengangkat telpon ayahnya.


"Waalaikum Salam An. Ayah mau tanya apa benar kamu sudah putus dengan Iza? kok tadi dikantor ayah Iza bilang kalo Iza habis dikhitbah seseorang dan akan menikah bulan depan? Memangnya hubungan kalian sudah berakhir? Trus apa masalahnya kenapa bisa Iza dikhitbah orang lain an?" Tanya ayah Aan.


" Maafin Aan yah. Aan yang salah atas semua yang terjadi. Aan sudah sangat menyakiti hati Iza selama ini. Kalo masalah Iza dikhitbah Aan kurang tahu yah. Karena setelah berpisah Aan tidak berani untuk menghubungi Iza yah. Aan merasa sangat bersalah kepadanya yah." ucap Aan lirih penuh dengan penyesalan.


" Memangnya apa yang sudah kamu perbuat kepadanya sehingga kamu begitu menyesali perbuatanmu an??" tanya ayah Aan.


" Aan khilaf yah. Aan menduakan cinta Iza. Aan terlalu menuruti hawa nafsu Aan. Aan berselingkuh dengan atasan Aan yah. Maafin Aan yah. Aan menyesal." jawab Aan menyesal


"Astaghfirullah hal adzim an. Pantas saja Iza meninggalkan kamu. kamu sudah sangat menyakiti hati Iza. Tapi bagaimana bisa kamu seperti ini an. Apa yang akan ayah katakan kepada ayah Iza nanti. Ayah malu an." ucap ayah Aan dengan penuh emosi..


"Maafkan Aan yah. Aan janji Aan akan berubah. Aan janji Aan tidak akan mengganggu hubungan Iza. Aan janji Aan akan jelaskan semuanya kepada ayah Iza." jawab Aan.


"Baiklah jika memang itu keputusanmu. Ayah harap setelah kejadian ini kamu bisa berubah dan kamu bisa berfikir lebih jernih lagi" Jawab ayah Aan.


" Baik yah. Aan janji Aan akan menyelesaikan masalah ini. kalo begitu Aan matikan telponnya dulu. Aan ingin bertanya kepada sahabat Iza." Jawab Aan


"Baiklah ayah tunggu bukti darimu." jawab ayah Aan sambil berjalan keruang keluarga.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2