
" kamu????" ucap lelaki itu.
" Mas Wahyu???" ucap Iza lirih
" Aiza... kamu kok ada di rumahku??? hayooo kamu ngikutin aku ya..." goda Wahyu pada iza
" ngikutin gimana orang yang sampe sini aku duluan juga..." jawab Iza sedikit kesal. Iza merasa hari ini sungguh hari buruk untuknya karna harus bertemu Wahyu lagi setelah kejadian distasiun tadi.
"Za kamu kenal dengan dia?" tanya paman Iza
"iya om, dia teman Iza yang tadi juga gak sengaja ketemu distasiun pas nungguin om tadi" jelas Iza yang dibalas senyuman pamannya. Oh jadi keponakan Pram ini yang daritadi membuat gadisku ini murung kata pamannya dalam hati
" Oh iya mari masuk pak, Iza.." ucap Wahyu mempersilahkan Iza dan pamannya masuk kedalam rumahnya.
"Maaf rumahnya sedikit berantakan, maklum adik saya masih kecil pak jadi mainannya masih berserakan. Bapak mau minum teh ato kopi" tanya Wahyu pada paman Iza.
" oh gak usah repot repot nak Wahyu, saya gak lama kok.O iya panggil saja saya Om ya sama kaya Iza." terang paman Iza.
"Oh baik kalo gitu pak eh maaf Om ada perlu apa ya kok tumben datang kerumah saya" jawab Wahyu sedikit gugup
" Oh iya Sampek lupa tujuan ini... Ini nak Wahyu saya mau nganterin titipan dari si Pram buat kamu dan keluarga." jelas paman Iza
__ADS_1
"Oh.. ternyata om adalah teman Om Pram yang dibilang mau datang dari kota xx sore tadi?? tanya Wahyu yang dibalas dengan anggukan paman Iza.
Ada rasa bersalah dihati Wahyu karna tadi sempat berfikir Iza sedang menjemput kekasihnya namun ternyata malah menjemput pamannya. Ingin sekali dia meminta maaf kepada Iza yang daritadi hanya menundukkan kepalanya.
Paman Iza pun merasa ada sesuatu yang salah diantara Iza dan Wahyu melihat sikap Wahyu yang dari tadi selalu memperhatikan keponakannya itu dan membuat keponakannya menundukkan kepalanya.
" kalo begitu kami pamit undur diri dulu nak Wahyu. kelihatannya Iza sudah capek daritadi cuma diam aja." ucap Paman Iza sambil bersalaman kepada Wahyu yang di ikuti Iza dengan menangkupkan tangannya dan berkata.
" Iza pamit dulu mas assalamualaikum".
"wa Alaikum salam hati hati.." jawab Wahyu
Iza pun masuk kedalam mobil namun tidak dengan pamannya.
Iza dan pamannya pun kembali kerumah pamannya. Sesampai dirumah sudah ada Sybil dan Tante Ratna yang menyambut mereka...
"assalamu'alaikum" ucap Iza dan pamannya
" wa Alaikum salam Abi" ucap Tante ratna dan Syibil. Syibil pun langsung berhambur memeluk Abi nya.
"Abi Sybil kangen sama Abi" ucap Sybil
__ADS_1
" Abi juga kangen sama Sybil dan juga umi." jawab Paman Iza sambil memeluk putrinya dan mencium kening istrinya...
" jadi cuma kangen sama Sybil dan Tante aja ni... G kangen sama Iza juga. Ngambek ni Iza ni..." Celetuk Iza yang daritadi melihat keluarga pamannya berpelukan.
" Tuh Bi gadismu cemburu tu..." ucap Tante Ratna sambil tertawa dan memeluk keponakannya itu. Iza memanglah keponakannya dari saudara jauh namun sama sekali tak pernah dibedakan dengan anak kandungnya oleh paman dan tantenya itu.
Setelah acara kangen kangenan semua mulai masuk kekamar masing masing termasuk paman Iza dan istrinya...
Didalam kamar paman Iza terlihat paman Iza berbicara sama istrinya.
"Mi... Bagaimana hubungan Iza sama kekasihnya yang diluar kota itu???" tanya paman iza pada istrinya
"Masih sama aja bi. Gak ada yang gimana gimana, Aan masih saja dengan sifatnya yang terlalu posesif pada iza sedangkan Iza sendiri juga tetap aja berusaha untuk tetap tak menyakiti hati Aan meski kadang tanpa Iza sadari Iza justru menyakiti hatinya sendiri."jawab istrinya...
" Apa Iza tak pernah cerita kalo dia ingin mengakhiri saja hubungannya itu mi???"
" Kalo itu umi kurang tau bi. Abi kan tahu sendiri gimana Iza dia daridulu selalu mementingkan kebahagiaan orang lain termasuk Aan."
" Iya mi Abi tau, Abi tadi juga sempat melihat Iza sedih pas dstasiun."
" Iza sedih kenapa bi??"
__ADS_1
bersambung....