Samudera Kala Senja

Samudera Kala Senja
Bab 22 Bolehkah Berharap?


__ADS_3

Kai menatap Senja yang menyibukkan diri dengan mengaduk-aduk Iced Matcha Latte di depannya. Wajah terlipat gadis itu kentara sekali menunjukkan suasana hatinya.


“Kita keluar dulu aja, yuk. Mau pulang atau mau kemana dulu ntar juga boleh,” bujuk Kai dengan nada lembut.


Menghadapi Senja yang sedang dalam suasana hati yang buruk, tidak bisa dengan emosi. Kai sudah terlalu paham bagaimana gadis itu.


“Kenapa sih, Bang, ngotot banget ngajak keluar dari tadi? Ada mantan pacar lain yang mau datang ke sini ya? Atau pacar malah? Aku ganggu banget, ya?”


“Bukan gitu, Sayang. Ini udah mau jam-jamnya teman-teman Abang rame ngumpul di sini. Kamu tau sendiri mereka gimana, bercanda mulutnya nggak pake rem. Ntar kamu abis diledekin sama mereka. Mana mood kamu lagi jelek gini, bisa-bisa kamu nyakar orang ntar.”


“Apaan sayang-sayang. Sayang udah dimakan kucing, noh,” sewot Senja sambil berdiri.


Entah karena alasan yang diberikan masuk akal, atau karena dia senang mengetahui ternyata Kai hanya mengkhawatirkannya, gadis itu akhirnya menghentikan konfrontasinya dan mengikuti keinginan Kai.


“Jadi kita mau kemana, nih?” tanya Kai sambil mengulurkan helm pada Senja yang sudah duduk di boncengan.


“Terserah kamu aja, deh.” Senja menjawab dengan nada suara yang masih menunjukkan suasana hatinya yang seolah digelayuti awan kelabu.


Kai tidak bertanya lagi. Jawaban ‘terserah’ ala Senja berarti dia harus membawa gadis itu ke tempat yang tidak ada dalam opsi yang ditawarkan sebelumnya.


...****************...


Kai bergegas menghenyakkan dirinya begitu menemukan tempat duduk di depan ruang ganti yang dimasuki Senja. Tadi di perjalanan tiba-tiba gadis itu minta diantar ke Mall terbesar di kota ini. Katanya mau shopping untuk memperbaiki moodnya.


Dua jam sudah Kai mengikuti Senja berjalan kesana-kemari, mencoba ini dan itu. Kakinya sudah sangat lelah, tapi demi gadis itu, apapun rela dia lakukan.


“Yuk, ke kasir, Bang,” ajak Senja begitu keluar dari ruang ganti.


“Loh, mana baju yang kamu coba? Kasih liat Abang dulu deh coba.” Kai sebenarnya ingin protes karena dia baru saja duduk dan sudah harus berjalan lagi.


“Nggak usah. Semuanya pas di aku kok.” Senja melenggang pergi tanpa menunggu Kai.


“Pake debit aja, Jha. Nih, kartunya.” Kai menyerahkan kartu debit pada Senja saat akan membayar belanjaannya.


“Nggak usah, pake kartu aku aja.”


“Pake yang ini, Mbak.” Kai menyerahkan kartunya langsung pada kasir di depan.


Kasir perempuan itu menerima uluran kartu dari tangan Kai dengan menghadiahkan senyum manis dan malu-malu. Tampan dan so sweet sekali memperlakukan pacarnya, begitu yang ada dipikiran perempuan itu.


Begitu menerima kantong belanjaannya, Senja bergegas berbalik dan berjalan menjauhi Kai. Sebelum mencapai elevator gadis itu tiba-tiba berhenti dan membalik badannya.


Kai yang mengejar dengan langkah panjang di belakang, hampir saja menabraknya.


“Ngapain sih maksa banget mau bayarin? Mau pamer kamu punya banyak duit, ya?” Senja bertanya dengan nada tinggi. Membuat  beberapa orang yang berada di sekitar mereka menoleh.

__ADS_1


“Sssttt… Jangan teriak-teriak gitu, Yang. Malu kan diliatin orang.”


“Jangan yang-yeng yang-yeng, lah. Jawab aja pertanyaan aku. Mau pamer, iya?”


Kai menghirup nafas dalam. Sepertinya setelah dua jam menghabiskan waktu berkeliling, suasana hati Senja masih belum membaik.


Harus kuat-kuat nih, gue. Jangan sampe kepancing emosi. Semangat, Kai. Kai menguatkan dirinya sendiri.


“Nggak gitu, Senja. Ini kan masih tanggal dua sembilan. Kamu belum gajian, iya kan? Belanjaannya kan banyak, jadi Abang bayarin dulu, Jha. Kalo kamu nggak suka, ntar boleh ganti lagi duitnya.”


“Ya, udah kalo gitu, ntar aku ganti.” Senja akhirnya melunak.


Gadis itu mulai melangkah lagi menuju elevator, diikuti Kai di belakangnya. Tapi tiba-tiba gadis itu berhenti lagi, dan menatap Kai dengan nyalang.


“Bahagia ya tadi disenyumin sama Mbak kasirnya? Pake balas-balas senyumnya lagi, genit amat.” Senja mengucapkan kalimat panjang itu dalam satu tarikan nafas, lalu tanpa menunggu jawaban Kai, membalikkan badannya dan berjalan lagi.


Kai tersenyum. Meskipun penampilan Senja jauh berubah dari gadis tomboy yang dikenalnya dulu, tapi sifatnya sama sekali tidak berubah.


Semua perasaan di hati gadis itu, akan tergambar jelas di raut wajahnya. Entah itu marah, kecewa, sedih, benci, bahagia, atau cemburu sekalipun.


“Sayang, cemburu, ya?” Kai mengejar Senja yang sudah menapaki elevator lebih dulu.


...****************...


Entah bagaimana, hari  itu akhirnya Senja menghabiskan hari liburnya bersama Kai. Keluar dari mall mereka melanjutkan belanja beberapa barang lagi di beberapa toko langganannya. Lalu makan malam bersama dilanjutkan dengan jalan-jalan keliling kota menikmati suasana malam.


Tapi gamang menguasai hatinya jauh lebih kuat. Apa yang terjadi di masa lalu tidak mudah untuk dilupakan.


Belum lagi ada pemikiran dan alasan lain yang membuat hatinya tidak ingin lagi bergantung pada Kai. Dia tidak ingin hatinya patah oleh orang yang sama untuk kedua kalinya.


...****************...


Kai mengulurkan kantong belanjaan Senja, menukarkan dengan helmnya yang diserahkan gadis itu.


Mereka sudah berada di depan kosan. Setelah menghabiskan waktu bersama seharian, Kai mengantarkan Senja pulang.


“Bayar belanjaannya malah jadi pake duit Abang semua. Makasih, ya. Ntar aku ganti kalo udah gajian,” ucap Senja sambil mengambil kantong belanjaan yang diulurkan Kai.


“Nggak pa-pa, Jha. Santai aja. Anggap aja ucapan terima kasih karena udah mau ngabisin waktu seharian ini sama aku.”


“Nggak bisa gitu, Bang. Ntar aku ganti kalo udah gajian.”


Akhirnya Kai hanya menjawab dengan senyum dan anggukan. Kalau diteruskan, mungkin perdebatan akan menyentuh ranah yang akan kembali menciptakan jarak di antara mereka.


“Aku masuk dulu ya, Bang.”

__ADS_1


Senja berbalik, melangkahkan kaki menuju pintu kos dengan kedua tangan menenteng kantong belanjaan.


“Mentari Senja.”


Senja menoleh mendengar Kai memanggil namanya.


“Makasih untuk hari ini.”


Senja hanya menjawab dengan senyum, kemudian berlalu masuk setelah pintu dibuka.


...****************...


Senja menghempaskan tubuhnya di kasur. Sementara di atas karpet terlihat berserakan barang-barang yang tadi dibelinya.


Gue ngapain, sih. Katanya mau melepaskan, tapi malah ngabisin waktu sama dia seharian.


Senja membenamkan kepala di bawah bantal. Begitu kembali ke kamar, akhirnya otaknya berfungsi lagi seperti seharusnya. Seharian ini dia seperti orang kehilangan akal.


Harusnya gue nggak boleh ketemu lagi sama Kai. Gue nggak boleh bikin dia berharap banyak. Nggak akan ada harapan untuk kita sama-sama lagi. Jalan buat kita bersama nggak akan ada.


Gamang kembali menguasai hati kecilnya. Sebuah ketakutan besar, membuat gadis itu memutuskan untuk tidak memupuk lagi rasa yang selama ini sudah berusaha di kuburnya.


...****************...


Kai merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Rambut lurus dengan panjang sebahunya terlihat basah. Sehelai handuk kecil menggantung di pundak.


Laki-laki itu bersenandung kecil, mewakili hatinya yang sedang bahagia.


Menghabiskan waktu seharian bersama Senja seolah menjadi penyejuk dahaga. Rindunya yang menggunung akhirnya menemukan pelepasan.


Udah tidur, Jha?


Kai mengetik pesan di ponselnya, tapi kemudian kembali dihapus. Dia tidak ingin merusak hari ini. Dia tidak ingin terlalu memaksakan kedekatan mereka.


Seharian ini Senja seakan kembali menjadi gadis yang dulu mencintainya. Kai tidak merasakan ada tembok yang biasanya selalu dibangun Senja di antara mereka. Kai tidak merasakan amarah yang biasanya selalu diperlihatkan Senja saat berada di dekatnya.


Mata Kai memandang langit-langit kamarnya dengan tatapan menerawang. Bolehkah hatinya berharap? Apakah sikap Senja hari ini bisa diartikan sebagai sinyal untuk bisa merajut kembali kisah mereka?


Mentari Senja.


Kai menggumamkan nama Senja dalam lamunannya. Nama yang selalu menguasai hatinya. Dulu, sekarang, bahkan mungkin selamanya.


...****************...


...Uwuuu.. So sweet nggak tuh Abang Kai 🥰...

__ADS_1


...Semoga suka episode kali ini yaa, guys.....


...Jangan lupa like dan komennya.. 🥰🤗...


__ADS_2