Samudera Kala Senja

Samudera Kala Senja
Bab 51 Pertolongan


__ADS_3

“Duduk lagi, Jha. Ya? Aku mau ninggalin semuanya demi kamu, kasih aku kesempatan lagi untuk berjuang buat kamu. Aku nggak masalah kalo harus hidup jauh dari keluarga aku. Apapun aku akan lakuin demi kamu. Jangan pergi, ya?”


Kai kaget mendengar nada suara Nuta yang meninggi. Tanpa bisa dicegah kepalanya langsung menoleh ke belakang. Pemandangan yang dilihatnya justru membuat emosi mulai memenuhi dadanya.


Tepat di depan matanya, Nuta sedang mencengkram lengan Senja dengan erat. Terlihat dari Senja yang berusaha menarik lengannya sambil meringis kesakitan.


“Lepasin, Mas. Tangan aku sakit. Kamu nggak malu apa. Kita malah jadi tontonan pengunjung lain.” Senja masih berusaha menarik lengannya yang dicengkeram oleh Nuta dengan sangat kuat.


“Aku akan lepasin kalo kamu mau duduk lagi. Kita obrolin lagi semuanya. Aku udah bilang kan, aku rela ninggalin semuanya demi kamu. Aku akan tinggalin keluarga aku asal kamu mau kasih aku kesempatan lagi.” Suara Nuta yang keras semakin menarik minat pengunjung lain untuk menonton apa yang terjadi.


Kai berdiri. Dia tidak bisa lagi hanya menonton semua yang terjadi di depan matanya. Dia tidak akan pernah rela jika ada seseorang, siapapun itu, yang menyakiti Senja, Senjanya.


“Permisi, Bro. Tolong lepasin. Lo nggak liat Senja kesakitan.” Kai mencengkram pergelangan tangan Nuta dan sedikit memutarnya, membuat cengkraman di lengan Senja terlepas.


“Kamu nggak apa-apa, Jha?” tanya Kai pada Senja yang hanya dijawab dengan anggukan.


“Apa-apaan lo ikut campur urusan orang. Ini urusan gue sama pacar gue. Minggir, lo.” Nuta menatap Kai dengan sangar. Tentu dia tidak senang melihat kehadiran Kai yang sangat tidak diharapkan.


“Ini urusan gue, karena Senja ada janji sama gue. Gue udah nunggu dari tadi. Dan lo, bukan lagi pacar Senja. Hubungan kalian udah berakhir.” Kai berbicara sambil menarik Senja dan melindungi di belakang punggungnya. Berjaga-jaga jika Nuta akan berbuat kasar lagi.


“Omong kosong. Minggir lo, sia**n.” Nuta mendekat, ingin menarik kembali tangan Senja, tapi Kai menghadang dengan badannya.


Tubuh Kai sedikit lebih tinggi dibanding Nuta. Kai menghadang dan mendekatkan tubuhnya sampai hanya berjarak tiga puluh sentimeter saja dari Nuta. Dengan pandangan mengintimidasi Kai berbicara dengan nada rendah.


“Lo masih ingat kejadian terakhir kali, kan? Kalau nggak mau gue hajar sekali lagi di sini, mending lo cabut. Kalo sampe gue ngehajar lo kali ini, gue pastiin lo nggak akan keluar dari sini dalam keadaan utuh.”


“Lo pikir gue takut? Lo yang akan gue bikin cacat kali ini.” Nuta tidak mau terintimidasi oleh Kai. Harga dirinya harus dijaga di depan Senja.


“Bang, kita pergi aja. Nggak usah diladenin.” Senja memegang lengan Kai agar tidak semakin emosi mendengar tantangan Nuta.


“Mas, urusan kita udah selesai. Setelah ini tolong jangan hubungi atau temui aku lagi. Aku nggak mau ada urusan lagi sama kamu dan keluarga kamu. Permisi.” Senja menatap wajah marah Nuta untuk terakhir kalinya. Ternyata Tuhan sangat baik, menunjukkan sifat asli Nuta dan keluarganya sebelum dia menjatuhkan hatinya pada laki-laki itu.


Bergegas Senja melangkahkan kaki meninggalkan coffee shop. Tangannya melingkar di lengan Kai, menarik laki-laki itu keluar bersamanya. Tidak dihiraukannya Nuta yang masih memanggil namanya di belakang.


“Tunggu, ya. Aku bayar dulu.” Kai berdiri di depan kasir, membayar pesanan di mejanya terlebih dahulu.

__ADS_1


Senyum di bibir laki-laki itu merekah. Matanya menatap tangan Senja yang masih melingkar di lengannya.


“Kenapa senyum-senyum?”


Kai langsung mengalihkan tatapannya ke wajah senja. Tidak ingin gadis itu menyadari arah tatapannya. Karena Kai sangat paham watak Senja. Gadis itu pasti akan langsung menarik tangannya jika menyadari apa yang membuat Kai tersenyum.


“Nggak apa-apa. Yuk, keluar.”


Begitu sampai di parkiran, Senja baru menyadari tangannya masih melingkar di lengan Kai. Gadis itu bergegas ingin menarik tangannya, tapi Kai bergerak lebih dulu.


Kai mengambil tangan Senja yang melingkar di lengannya, melepaskan untuk kemudian mengambil tangan satunya. Kai menggenggam kedua tangan Senja yang membuat mereka berdiri berhadapan.


“Kamu nggak apa-apa? Lengannya masih sakit?”


“Aku nggak apa-apa. Makasih tadi udah bantuin,” jawab Senja dengan senyum merekah di bibirnya.


Tidak bisa dipungkiri, ada rasa senang yang hadir di hatinya karena bertemu dengan Kai setelah sekian lama. Senja menatap wajah yang sudah lama tidak dijumpainya itu. Ternyata, dia masih merindukannya.


“Yakin nggak apa-apa? Sini aku liat dulu.” Kai melepaskan genggamannya kemudian memeriksa lengan Senja yang tadi dicengkeram oleh Nuta. Dia yakin ada memar di sana.


“Nggak apa-apa, Bang. Nggak ada yang luka, kok.” Senja melangkah mundur satu langkah, menciptakan jarak dengan Kai. Gadis itu harus menjaga hatinya agar tidak kembali goyah, karena tidak akan ada jalan untuk mereka bisa bersama.


“Aku antar. Ayo.”


“Nggak usah, Bang. Aku pesan taksi online aja.”


“Kamu yakin mau berdebat sama aku di sini?” tanya Kai dengan wajah serius.


Senja paham, Kai tidak akan mengalah. Daripada berdebat, akhirnya gadis itu memilih mengangguk dan mengikuti langkah Kai menuju mobil sport warna merah yang berada di sebelah kanan mereka.


“Kenapa sih senyum-senyum lagi? Kesambet, ya?” Begitu menoleh, Senja mendapati Kai yang mulai mengendarai mobil dengan senyum lebar terkembang di wajahnya.


“Abang suka loh, Jha, kalo kamu lagi jadi anak penurut gini. Tumben banget. Biasanya kan ngajak debat dulu berjam-jam.” Senyum di wajah Kai melebur jadi tawa.


“Aku males debat sama kamu. Ujungnya udah ketahuan. Kan kamu pemaksa.” Senja memasang wajah cemberut yang membuat tawa Kai semakin berderai.

__ADS_1


“Sekali lagi makasih tadi udah bantuin aku, Bang. Tapi harusnya tadi kamu nggak usah ikut campur. Ntar kalo ada gosip macam-macam tentang kamu gimana? Aku liat juga tadi ada beberapa yang ambil foto dan video.”


Kai tidak memberi jawaban. Laki-laki itu malah menepikan mobil dan segera menelpon seseorang.


“Aldo, tadi ada insiden kecil di coffee shop tempat saya meeting. Kamu pastikan jangan sampai ada video atau foto dari insiden itu yang beredar. Alamat dan nama tempatnya kamu tanya Lusi aja.” Kai memberikan perintah pada staf IT kantor yang ditelponnya.


“Beres, Jha.  Kamu nggak usah khawatir ada video atau foto yang bakalan bikin kamu malu.” Kai menatap Senja, memastikan gadis itu tidak lagi khawatir.


“Kamu salah paham, Bang. Yang aku khawatirkan itu kamu bukan aku. Kamu itu dikenal orang sekarang. Kalo sampe ada video atau foto tentang kamu yang lagi ribut gara-gara cewek, apa nggak rusak reputasi kamu. Bisa-bisa ngaruh  juga ke saham perusahaan kamu. Aku kan nggak mau jadi kambing hitam kalo tiba-tiba perusahaan kamu sahamnya anjlok dan bangkrut. Aku  nggak mau tanggung jawab.” Senja memutar badannya dan balas menatap Kai.


“Ha ha ha. Kurangi nonton drakor, ya, mulai sekarang.” Kai tidak bisa menahan tawa.


Wajah serius Senja saat memberi penjelasan membuat tawa Kai berderai. Tangan kanannya menjawil hidung gadis yang sangat dirindukannya itu. Tangan itu kemudian mengacak-ngacak rambut sebahu Senja yang berakibat sebuah cubitan mendarat di lengannya.


“Aduh, sakit, Jha. KDRT, nih,” ringis Kai sambil mengusap lengannya.


“Rasain. Orang lagi ngomong serius, malah diketawain. Ngacak-ngacak rambut lagi, kan kusut rambutnya.” Senja memutar badannya kembali menghadap ke depan, berpangku tangan karena kesal dengan kelakuan Kai.


“Ngambek, nih? Ciee, ada yang ngambek,” goda Kai.


Tangan laki-laki itu kembali menjawil hidung gadis di sebelahnya. Gemas dengan kelakuan gadis itu. Ah, seandainya Kai bisa mengungkapkan sebesar apa bahagia yang membuncah di hatinya saat ini.


Kai menatap Senja dalam. Berbagai pertanyaan berkecamuk di hatinya. Apakah pertemuan kita hari ini hanya kebetulan? Atau ini cara takdir membukakan jalan untuk memulai kisah kita sekali lagi? Apa aku masih punya sedikit ruang di hati kamu?


...****************...


...Hai … Hai … Guys....


...Baku hantamnya cukup sekian, ya. Author mau kasih yang sweet melebihi permen dulu, nih....


...Tim Senja - Kai mana dong suaranya?...


...Hayoo, pasti lagi senyum-senyum sendiri, kan?...


...Jadi gimana, nih? Mau mereka balikan nggak??...

__ADS_1


...Like dan komen yang banyak, ya…...


🥰🥰🥰


__ADS_2