Samudera Kala Senja

Samudera Kala Senja
Bab 52 Rindu


__ADS_3

Menjelang siang, matahari di Kota yang terletak di sepanjang garis pantai ini memancarkan sinarnya begitu garang. Membuat suhu udara jadi panas menyengat. Siapapun, jika tidak ada keperluan pasti akan lebih memilih berdiam di dalam ruangan.


Senja menatap teriknya matahari di luar sana. Kai menepikan mobilnya di area taman sekitar pantai. Untungnya dia tidak harus merasakan cuaca yangsedang tidak bersahabat itu.


Gadis itu duduk berpangku tangan menikmati nyamannya suasana di dalam mobil sport merah itu. Hanya saja suasana hatinya sedang tidak baik. Kesal karena Kai terus menggoda dan menertawakannya. Di sisi lain, ada rasa senang karena bisa bertemu lagi dengan Kai setelah sekian lama.


"Jha. Ngambek beneran, ya?" tanya Kai sembari memajukan tubuhnya, berusaha menatap wajah Senja yang terus menoleh ke sebelah kiri, menghindari pandangan laki-laki itu.


Kai mengambil tangan Senja yang terletak di pangkuannya. Menggenggam kedua tangan hangat itu. Menatap mata bulat yang masih saja berusaha menghindari tatapannya, kendati tubuh gadis itu sudah berputar menghadap Kai.


"Mentari Senja, makasih, ya, udah khawatir sama Abang, tapi kekhawatiran kamu agak lebay, sih. Efek kebanyakan nonton drakor. Nggak segitunya, Jha. Cuma video dan foto nggak akan bikin reputasi aku jatuh dan berefek ke perusahaan, kok. Dan aku udah pastiin ga akan ada masalah. Jadi kamu tenang aja." Kai menjelaskan panjang lebar.


"Enak, ya, yang udah jadi eksekutif muda. Semua bisa selesai dengan mudah. Bagus deh kalo gitu." Senja berusaha menarik tangannya, tapi genggaman Kai justru semakin erat.


"Kamu nggak suka aku yang sekarang? Mau aku balik jadi Kai yang dulu lagi?" Kai serius bertanya tapi malah dijawab Senja dengan pelototan matanya.


"Jangan aneh-aneh, Bang. Aku nggak mau dengar kedua kalinya hari ini ada orang bilang rela ninggalin keluarganya demi aku. Aku nggak suka. Itu bukan cinta, tapi obsesi mengerikan." Senja menatap Kai tajam.


"Iya, iya. Maaf, ya. Aku cuma bercanda, kok," jawab Kai yang langsung disambut anggukan kepala Senja.


"Mentari Senja, aku kangen banget sama kamu. Seandainya kamu bisa lihat, Jha, hati Abang sekarang warnanya jadi pink cerah lo, saking bahagianya bisa ketemu kamu lagi." Pernyataan Kai disambut dengan tawa renyah dari mulut gadis di depannya. Tawa yang sangat dirindukan oleh Kai.

__ADS_1


"Jangan ketawa, Jha. Abang serius, tau. Emang kamu nggak kangen, ya, sama Abang?"


"Biasa aja. Kenapa harus kangen, kita nggak ada hubungan apa-apa lagi," jawab Senja dengan tegas. Matanya menatap mata hitam di depannya. Berharap Kai mengerti maksudnya, bahwa Senja tidak ingin Kai berharap lagi pada hubungan mereka.


"Tega banget ngomong gitu, Jha. Padahal aku kangen banget loh, sama kamu. Tega bener." Kai menanggapi ucapan tegas Senja dengan canda. Dia tau, gadis dihadapannya ini tidak akan semudah itu mengubah keputusannya.


"Kangen sama pacar kamu sendiri, lah, Bang. Ngapain kangen sama aku." Kali ini Senja menarik tangannya sekuat tenaga sampai terlepas dari genggaman Kai. Gadis itu kembali memutar tubuhnya menghadap lurus ke depan.


"Aku belum, dan nggak pernah punya pikiran buat punya pacar lain selain kamu. Kalo kamu nggak mau balikan, mungkin aku mau jomblo aja kali seumur hidup." Ucapan Kai sukses membuat cubitan keras kembali mendarat di lengannya.


"Jangan ngomong aneh-aneh, Bang. Ucapan itu doa. Emang kamu mau jadi bujang lapuk? Nggak kasian sama orang tua kamu apa? Ngomong seenaknya aja, sih." Entah apa yang membuat Senja begitu kesal mendengar candaan Kai.


Kai hanya menanggapi omelan Senja dengan tawa. Entah bagaimana dia seakan paham apa yang ada dalam pikiran gadis itu. Dia terlalu mengenal Senja, mungkin melebihi dia kenal dirinya sendiri.


Kelakuan Kai sukses membuat wajah Senja merah merona. Karena marah dan entah karena apa lagi. Kalimat-kalimat omelan hampir meluncur dari bibirnya. Tapi kemudian gadis itu lebih memilih bungkam. Menutup mulutnya serapat mungkin, lalu mengalihkan tatapan jauh ke depan.


"Jangan marah-marah terus, Sayang, ntar cepat tua." Candaan Kai sukses membuat Senja semakin menekuk wajahnya, kesal.


Kai yang tau Senja sangat kesal dengan kelakuannya, memilih untuk menjalankan mobil. Mengantarkan Senja ke kosannya dengan selamat, lalu dia sendiri harus segera kembali ke kantor. Pekerjaan yang menggunung masih menunggunya.


Kai menepikan mobil sekali lagi di depan sebuah restoran ikan bakar. Meminta Senja untuk menunggu sebentar, sementara dia masuk kemudian keluar lagi dengan membawa bungkusan makanan.

__ADS_1


Jalanan menuju kosan Senja lumayan lancar. Hanya butuh waktu sepuluh menit sampai akhirnya mobil sport merah itu berhenti di depan pagar.


"Makasih udah nganterin, Bang. Aku masuk dulu."


"Jha, jangan marah lagi, ya? Abang cuma kangen banget sama kamu. Nggak ada maksud lain.” Kai meraih tangan Senja sebelum gadis itu memutar badan dan membuka pintu mobil.


“Ucapan aku terakhir kali kita ketemu cukup jelas, Bang. Aku nggak mau selalu ngulang kalimat yang sama setiap kali kita ketemu.” Senja harus tegas, agar tidak ada tunas harapan yang tumbuh di hati mereka.


“Jha, kapanpun kamu butuh jangan pernah ragu buat hubungi Abang, ya. Abang selalu ada buat kamu kapanpun dan dimanapun.” Kai menatap Senja dalam. Ingin sekali mendekap dengan erat, tapi Kai tau dia tidak punya hak untuk itu.


“Fokus sama kerjaan dan hidup kamu aja, Bang. Semoga nggak ada situasi yang mengharuskan aku mengganggu hidup kamu buat minta tolong.”


Kai memutuskan untuk tidak menjawab ucapan Senja lagi. Dia tidak ingin merusak pertemuan mereka setelah sekian lama. Laki-laki itu mengambil bungkusan yang diletakkan di kursi dan menyerahkan ke tangan Senja.


“Ini dibawa, Jha. Buat makan siang.”


“Makasih, Bang, buat semuanya hari ini. Aku masuk dulu.” Senja membuka pintu mobil dan melangkah memasuki kosannya tanpa menoleh lagi ke belakang.


Semoga ada jalan buat kita bisa sama-sama lagi, Jha. Aku nggak pernah punya bayangan seperti apa hidup aku di masa depan tanpa kamu.


...****************...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan komen yang banyak ya, guys.....


...❤️...


__ADS_2