Samudra&Samantha

Samudra&Samantha
Selalu Memikirkan Dia


__ADS_3

Bandung


Samudra berkali-kali mondar-mandir di balkon kamarnya. Setelah beberapa menit ia menelepon Maya dan mengetahui jika Samantha di hampir jam delapan ini belum juga sampai rumah sejak dari pulang sekolah.


Apa yang ada di pikiran gadis itu? pikir Samudra.


Terlebih lagi yang membuatnya marah, Menurut informasi dari ibunya, Samantha keluar bersama Bryan.


Lagi-lagi ini soal kecemburuan Samudra.


"Sayang...." Veronika membuka kamar Samudra dan langsung nyelonong masuk tanpa ijin.


Ah jangan pernah mengungkit soal sopan santun jika berhadapan dengan Veronika, gadis itu terlalu lama tinggal di negara Paman Sam, jadi apa yang dia lakukan di sini sesuai dengan kebiasaan dia di negara bebas itu.


"Ini udah setengah delapan lebih, kenapa kamu gak siap-siap?" rengek Veronika.


"Vero, sorry.... jalan-jalannya kita undur besok ya?"


Netra Veronika membulat dengan sempurna, mendengar Samudra kembali mengundur acara jalan-jalan mereka di Bandung. Padahal malam itu ia sudah berdandan maksimal dan tidak sabar untuk menikmati Bandung di malam hari.


"Kamu ini kenapa sih Sayang? Aku jadi gak ngenalin kamu."


"Ayolah Ve, cuma diundurkan bukan dibatalin. Lagi pula apa kamu gak capek hah?"


"Kamu berubah Am."


"Berubah gimana?" Samudra melontarkan pertanyaan yang mungkin ia sendiri tahu akan jawabannya.


Iya Samudra memang merasa sudah berubah, bukan seperti dia yang dulu ketika masih tinggal di Boston. Samudra yang dulu tidak pernah berkata 'Tidak' untuk keinginan Veronika.


"Apa yang membuat kamu menjadi seperti ini, Am?"


Veronika mendekati Samudra, memeluk tubuh pria itu dari balik punggung dan melingkarkan erat kedua lengannya di pinggang Samudra.


"Aku tau aku egois, tapi bukankah sejak dulu kamu udah memahami sifat aku?" ucap Veronika, ia tempelkan wajahnya di punggung Samudra. Veronika semakin mendekap erat tubuh pria itu.


Samudra menarik napas dalam-dalam hingga akhirnya dia mengangguk pelan. "Oke-oke... kita keluar sekarang."


Veronika berdecak senang, wajah cemberutny kini berubah semangat. "Yeah.... gitu dong, sayang... mmuuaahh... cup!" satu kecupan mendarat di pipi Samudra.


"Aku tunggu kamu di bawah ya, ingat gak pake lama!"


"Iya."


"Atau aku nunggu di sini aja ya? Sambil liatin kamu berpakaian, hehehe?" goda Veronika.


"Ve....!" Samudra hanya menjawab dengan isyarat matanya yang membulat, seolah menyuruh Veronika untuk keluar dari kamar itu.


"Oke-oke i'm out...." dengus Veronika.


....


"Kamu mau kemana?" Tanya Samudra.


Veronika mengedikkan sedikit bahunya dan menoleh ke arah Samudra yang tengah menyetir.


"Aku gak tau, pokoknya kita pergi ke tempat yang paling nge-hits di Bandung," jawab Veronika antusias.

__ADS_1


Samudra sedikit menghembuskan napas berat. Ini yang paling tidak ia suka, harus menentukan arah tujuan kemana mereka hendak pergi.


"Honey, i want dancing. Gimana kalo kita ke club aja?" usul Veronika.


"Tapi Ve...."


"Oh C'mon baby... please..." rajuk Veronika dengan wajah yang ia buat seperti anak kecil yang menginginkan sebuah permen.


Hingga akhirnya Samudra mengangguk. Senyum lebar Veronika pun terbentuk seiring dengan anggukan kepala Samudra.


....


"Apa yang membuat kamu berubah seperti ini sih sayang?" tanya Veronika selama perjalanan mereka menuju club malam.


"Samantha."


"Hah?!" Veronika memasang ekspresi terkejutnya dan menoleh ke arah pria yang masih menyetir mobil di sampingnya.


"Em-maksud aku--- Samantha hari ini pulang terlambat dan aku mengkhawatirkan dia," jelas Samudra.


"Owh-gitu....?" Veronika membulatkan bibirnya.


"Aku kira kamu lagi mikirin cewek lain," ucap Veronika.


Samudra hanya tersenyum tipis mendengarnya. Tentu saja gue mikirin cewek lain, Vero. Samudra membatin.


"Aku gak perlu cemburu kan sama dia?" tanya Veronika.


"Maksud kamu?" Samudra bertanya balik seolah tidak mengerti maksud ucapan Veronika.


"Well.... aku gak perlu cemburu dong sama adik kamu sendiri? Mana mungkin kan kamu mencintai adik kamu sendiri? Kalian kan saudara, hehehehe....!" kekeh Veronika.


"Sayang.....?"


"Hm?"


"Masih jauh club nya?"


"Gak." Samudra menjawab datar.


....


Di dalam keremangan lampu disco yang berkerlap-kerlip nampak Veronika begitu lincah menari mengikuti alunan music dance yang DJ mainkan.


Gadis itu bahkan terlihat sangat menikmati suasana club, rambut lurusnya kali ini ia ikat tinggi, membentuk gelungan kecil di atas kepalanya. Agar ia bisa leluasa bergerak tanpa ada rasa gerah. Selain itu dengan mengikat rambutnya seperti itu akan semakin menonjolkan kulit putih mulus khas orientalnya, karena malam itu Veronika hanya mengenakan atasan tank-top yang dipadu rok mini di atas lutut. Leher jenjang yang begitu indah pun akan mendatangkan beberapa lelaki hidung belang untuk mencumbunya.


Veronika tidak mempedulikan lirikan mata dari beberapa pria yang ada di dekatnya.


Sementara Samudra, ia hanya duduk di salah satu meja yang terlihat begitu remang-remang. Samudra menolak ajakan Veronika untuk menari di lantai clubbing.


Samudra terlihat sibuk dengan ponsel pintarnya, jemarinya dengan luwes bermain di layar panjang ponsel pipih itu, seperti sedang chating dengan seseorang.


Bahkan kesibukan Samudra tidak terganggu dengan kedatangan Veronika, gadis itu langsung mengambil duduk di dekat Samudra, mencium pipi Samudra secara tiba-tiba.


Sementara yang diciumnya masih sibuk berkutat dengan layar ponsel yang menyala terang di tengah suasana remang-remang salah satu club malam di Bandung.


Bahkan suara berisik dari musik yang DJ putar pun tidak mengganggu aktivitas Samudra.

__ADS_1


"Lagi chat ma siapa sih?"


"Samantha," jawab Samudra enteng. Mata dan jemarinya pun masih fokus dengan layar ponsel.


"Owh, ngomongin apa sih kok serius amat? Mending ngedance yuk..."


Samudra menghentikan kegiatannya sebentar dan menoleh ke arah Veronika.


"Apa kamu gak capek, hm? Dari tadi joget mulu?" Samudra menghela napas melihat sifat atraktif Veronika.


"Enggak....!" geleng Veronika.


"Ayolah sayang.... kita turun berdua. Sepuluh menit aja udah, yah....?"


Veronika kembali melakukannya, memasang wajah memohon dengan tatapan puppy eyes.


"Ya sudah, sebentar aja okey?"


Veronika mengangguk cepat tatkala Samudra akhirnya luluh juga akan permohonannya.


....


"Sayang..... aku kan cewek kamu kan ya....?"


"Iya."Jawab Samudra.


"Lalu.... kenapa kamu sibuk sama cewek lain, hah...?!"


"Kamu mabuk Ve."


"Aku gak mabuk kok.... aku sadar...." racau Veronika.


Samudra menghentikan mobilnya tepat di depan pintu gerbang villa. Hingga seorang security datang untuk membuka pagar villa.


"Sayang.... Samudra sayang...." Veronika kembali meracau, penampilannya kini terlihat sedikit acak-acakan. Dan bau minuman ber-alkohol menguar tajam dari mulut gadis itu.


Samudra membukakan pintu mobil untuk Veronika, tubuh gadis itu pun sedikit limbung dengan heels hingga sepuluh centi meter di kaki Veronika membuat Samudra memegang erat tubuh gadis itu agar tidak terjatuh.


"Sayang.... ke kamar aku yuk?" racau Veronika.


"Iya, kita ke kamar kamu." Samudra terus saja mendekap lengan Veronika agar gadis itu bisa berjalan sedikit terarah.


Seorang wanita setengah baya yang mengikuti mereka akhirnya membukakan knop pintu kamar Veronika.


"Kamu mabuk berat Ve, bik Surti yang akan mengganti pakaian kamu, terus kamu tidur." Samudra menjatuhkan tubuh Veronika di atas kasur empuk berukuran super luas.


"Tapi.... Kamu mau kemana, sayang?" Veronika mencegah, meraih lengan Samudra dan memegangnya erat.


"Vero.... you sleep now, Bik Surti will take care of you, okey?"


Samudra melepas perlahan pegangan tangan Veronika. Dan beranjak keluar dari kamar itu.


"Samudra....!"


"Honey....!"


Teriakan Veronika tidak mendapat respon. Samudra tetap saja keluar dari kamar Veronika dan menutup pintu kamar tersebut.

__ADS_1


"Damn you, Am....!" Veronika mengumpat nyaring sembari melempar bantal ke arah pintu kamar yang kini tertutup.


To be continue...


__ADS_2