Samudra&Samantha

Samudra&Samantha
Veronika


__ADS_3

Boston


Sudah satu bulan sejak kepulangannya dari Jakarta, Veronika selalu mengunci diri di dalam kamarnya. Dia keluar hanya untuk kepentingan kuliah atau hanya membeli buku atau novel favoritnya.


Veronika terlalu mencintai Samudra, bahkan semua barang yang berkaitan dengan pria itu tak pernah luput dari sentuhannya, lalu setelahnya dia menangis tersedu mengenang moment indahnya bersama Samudra.


"Ver... kamu kenapa sih? Mama perhatiin sejak pulang dari Thailand kok terlihat muram gitu?" tanya seorang wanita cantik berusia sekitar empat puluh tahun itu.


Wanita cantik bersurai ikal sepinggang dan berwajah oriental seperti Veronika.


Veronika menggeleng, menatap ragu ke arah sang ibu.


"Sebenarnya--- kemarin Vero bukan ke Thailand, Ma." Veronika berucap lirih, memandang ke arah sang ibu dan berharap jika wanita itu tidak memarahinya.


"Maksud kamu?"


"Vero ke Jakarta sama Samudra."


Netra wanita itu membelalak.


"Kenapa bohongi Mama, hm? Udah Mama bilang kan kalo kita gak usah lagi pulang ke Indonesia."


"Tapi Vero kangen Jakarta, Ma. Dulu temen-temen Vero banyak di sana."


"Terus mana temen-temen kamu itu hah?! Apa mereka peduli sama kamu? Dan lagi dimana laki-laki yang dulu sering datang ke mari? Siapa tadi namanya?!"


"Samudra, Ma...." lirih Veronika.


"Kami udah putus. Dia mutusin Ver," ucap Veronika dengan ekspresi sedihnya.


Freya, sang mama yang tadinya hendak marah gara-gara anak gadisnya dengan lancang ke Jakarta tanpa sepengetahuan dia kini pun mendadak sedikit melunak melihat kesedihan putri semata wayangnya.


"Dia mutusin Ver gara-gara cewek sialan itu, padahal dia itu adik Samudra."


"What?!" Freya memasang ekspresi heran.


"Bukan adik kandung sih, cuma kan mereka tumbuh bareng. Ya tetap aja kan mereka itu saudara." Veronika mendengus kesal. Lalu menyandarkan kepalanya di pangkuan Freya. Wanita yang kini terlihat masih cantik di usia yang sekitar empat puluh tahun itu.


Freya yang dulu pernah mati-matian mencintai Samuel.


"Ver gak terima diperlakukan Samudra seenaknya gitu!" dengus Veronika dalam pangkuan Freya.

__ADS_1


Freya mengusap ujung rambut anaknya dan tiba-tiba saja sebuah bayangan flashback masa lalunya kembali muncul.


"Ma...." ucap Veronika membangunkan lamunan sang ibu.


"Eh-em-iya?"


"Padahal kedua orang tua Samudra itu baik banget sama Ver."


"Benarkah?" Freya mengernyit heran.


"Hm," angguk Veronika.


"Udah Mama bilang kan? laki-laki itu semua sama. Sama-sama bastard!"


"Ver gak terima diputusin gitu aja gara-gara cewek ingusan macam Samantha."


Freya terkejut mendengar ucapan terakhir Veronika.


"Siapa tadi? Sam---Samantha?"


"Iya, Ma. Samantha si cewek begajulan gak jelas!"


"Siapa nama orang tua Samudra?" tanya Freya.


"Tante Maya dan Om Samuel."


Ekspresi Freya seketika berubah. Wajahnya pucat saat mendengar dua nama tadi.


"Ma... Mama kenapa kaget gitu?"


"Enggak--- tadi kamu bilang Samudra bukan saudara kandung siapa tadi? Samantha?" tanya Freya memastikan.


"Iya, menurut cerita orang tuanya si mereka bukan saudara kandung. Samudra anak dari Martha mantan istri Om Sam yang selingkuh sama seorang dokter."


Veronika menjelaskan.


"Emang ya Ma, semua laki-laki itu tukang selingkuh. Contohnya Samudra...." Veronika mendengus, kedua netranya kini melotot tajam mengingat sosok Samudra.


Freya kini hanya bisa terdiam. Rupanya cinta bertepuk sebelah tangannya dulu terulang kembali terulang pada anaknya.


Freya kini berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Veronika tanpa sepatah kata apapun.

__ADS_1


"Ma.... Mama mau kemana?" Veronika mengernyit heran melihat perubahan sikap sang Mama.


...


Veronika menghembuskan napas berkali-kali, mencoba menghapus bayangan Samudra dari isi kepalanya selama ini. Tetap tidak bisa... Berulang kali ia mencoba namun bayangan itu seolah ingin lebih berlama-lama ada di dalam isi kepalanya.


Samudra.... kenapa kamu begitu egois. Selama ini aku begitu mencitai kamu.... batin Veronika.


Aku gak bisa tanpa kamu Samudra... batinnya lagi.


Veronika berdiri dari tidurnya dan meraih satu box berwarna hitam dari atas lemari pakaiannya.


Ia membuka tutup box tadi dan mengeluarkan satu- persatu isi dari dalamnya.


Sebuah kalung liontin emas berbentuk setengah hati pemberian Samudra di hari ulang tahunnya.


Veronika bisa mengingat kembali moment saat itu. Samudra membawanya di salah satu restoran Jepang di kota Boston. Karena Veronika sangat menyukai makanan Jepang, makanya Samudra membawa gadis itu ke sebuah restoran khusus makanan yang kebanyakan berbahan ikan segar itu.


"Happy birthday honey...." Ucap Samudra sembari mengalungkan kalung berliontin sebuah hati yang terbelah.


Kini Veronika bisa mengerti kenapa Samudra berubah sikap sejak sebelum dia memutuskan pulang ke Indonesia.


Rasa cinta Samudra terhadap Samantha lah yang membuat pria itu melakukan semuanya.


Samudra bilang jika dia mencintai gadis SMA itu sejak laki-laki itu masih remaja? What the hell? pikir Veronika.


Jadi selama ini Samudra tidak pernah benar-benar mencintai dia? tanya Veronika dalam hati.


Seringai kecil tiba-tiba terbentuk di kedua sudut bibir tipis Veronika. Foto Samudra yang berada di tangannya, mendadak ia robek menjadi beberapa bagian.


"Hahahaha! Lo gak bisa semudah itu nyingkirin gue, Samudra...." seringai Veronika.


"Hiks...hiks...hiks... Gue cinta sama lo Samudra.... I love you like crazy, bastard.. hehehehe..."


Veronika terkadang tertawa dan terkadang juga menangis sendiri.


Sorot matanya sebentar terlihat sayu dan sebentar-sebentar begitu nyalang. Sorot tajam matanya membuat wajah gadis cantik itu terlihat begitu menyeramkan.


"Tunggu kejutan dari gue, sayang... Hehehehe...." gumam Veronika sembari kembali menyatukan sobekan-sobekan foto tersebut.


to be continue....

__ADS_1


__ADS_2