Samudra&Samantha

Samudra&Samantha
Cemburu


__ADS_3

Keesokan harinya, Samudra bangun tepat pukul tujuh pagi. Semalam setelah puas memukul samsak tinju, ia langsung tidur tanpa mengecek ponselnya lagi. Mengingat Samantha belum membalas pesan semalam, dengan mata ngantuknya Samudra buru-buru meraba kasur dan menemukan handphonenya.


Dan benar saja, notifikasi balasan dari Samantha terpampang di layar ponselnya yang masih terkunci. Bergegas ia membuka roomchat-nya dengan Samantha. Pria itu mendengus kesal melihat balasannya.


^^^Kak, maaf baru balas. Tadi Pak Heru WA aku kalo mobilnya mogok. Terus aku balik sama temen aku.^^^


^^^My little baby^^^


^^^Malam ini aku tidur di rumah dulu ya? Besok pagi-pagi aja aku nginep ke apartemen kakak^^^


^^^My little baby^^^


^^^Nggak apa-apa kan kak? Aku capek banget. Udahan dulu ya. Bye. Love you...^^^


^^^My little baby^^^


Oke


Me


Samudra membalas dengan singkat karena rasa kesalnya semalam. "Shi*t! Teman? Yang benar aja!" umpat Samudra.


Pria yang bertelanjang dada itu memilih untuk kembali tidur.


Samudra bangun kembali saat jam menunjukkan pukul sepuluh pagi. Pria itu lalu bangkit dari kasur empuknya dan bergegas menuju kamar mandi. Ia memutuskan untuk bertemu dengan teman-teman SMA-nya hari ini.


....


Ting!


Ada sebuah pesan yang kembali masuk ke ponselnya. Samudra meraih ponsel itu dari atas kasur. "Ck!" Samudra berdecih dan melempar asal ponsel pipihnya di atas kasur, begitu melihat siapa si pengirim pesan.


Gaby, gadis itu tidak pernah menyerah dan berhenti menggangunya. Puluhan chat dari gadis itu yang masuk ke ponsel Samudra tidak pernah pria itu tanggapi.


Tapi---


Tunggu-tunggu--- hari ini Samudra masih merasa kesal dengan Samantha, tidak apa-apa dong jika ia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini? Lagipula hanya sekali ini saja dia menanggapi-nya! pikir Samudra.


Dia kemudian mengambil kembali ponsel berwarna hitam itu dan ibu jarinya terlihat sibuk mengetik sebuah pesan di layar panjang ponsel tersebut.


Oke, hari ini gue ada janji dengan teman-teman SMA gue dulu, lo temui gue di M&M cafe.


Me


Send.


Entah pengaruh setan apa yang membuat pria itu menanggapi pesan teks Gaby kali ini. Samudra mengirim pesan balasan ke nomor Gaby. Tidak butuh waktu lama untuk gadis itu membalas WA Samudra.


^^^Oke, baby... I'll be there... mmuuachh....^^^


^^^Psycho girl^^^


Samudra menyeringai kecil, kemudian ia meraih kunci mobil, ponsel dan dompet dari atas kasur. Tak lama kemudian Samudra pun melangkah keluar dari apartemennya.


....


Canda dan tawa mewarnai obrolan tiga orang pria dewasa. Di sebuah meja yang terletak dekat dengan tumbuhan gantung dan dalam pot dengan warna hijau segar mendominasi.


Samudra sesekali tertawa saat dua temannya yang lain mengenang masa SMA mereka. Mereka alumni SMA Unggulan. Sekolah yayasan milik ayahnya, Samuel.


"Gue ingat, lo dulu selalu kena hukuman karena lebih sering nongkrong di rofftop sambil ngerokok, hahaha!"


"Alah! Pak Hasan nya aja yang terlalu over load marahnya," balas Samudra.


"Hahaha! tapi gue kangen sama omelannya dia," sambung Samudra lagi.


"Oh-ya bukannya dua adik lo juga jadi siswa di sana, Am?" tanya Boby, pria tampan berwajah sedikit ke-bule-an.


"Yoi!" Jawab singkat Samudra sembari kembali menuang air soda ke dalam gelas yang berisi ice cube.


"Kalian ngomongin apaan sih?" Gaby menyela obrolan mereka, wajah cantik yang selalu berpoles make up itu kini berlagak sok akrab dan tersenyum seolah sedang menebar pesona terhadap ketiga pria yang duduk satu meja dengannya. Senyum Gaby pun sengaja merekah namun tetap saja terlihat terlalu dibuat-buat, menurut Samudra.


Pakaian yang perempuan itu kenakan pun seperti baju kurang bahan. Banyak bagian yang terbuka di sana dan sini, membuat Samudra menarik napas panjang. Dia jengah melihat penampilan perempuan itu.


"Oh-ya Am, Gaby ini siapa lo? Cewek?" tanya Adrian.


Samudra menggeleng. "Mantan!" Jawab Samudra cuek.


Gaby memanyunkan bibir tipis berpoles lipstick merah darah.


"Sekarang masih mantan tapi bentar lagi juga balik-an. Bukan begitu Am sayang?" Gaby menyambar ucapan Samudra.

__ADS_1


"On your dream!" Dengus Samudra.


"Bukannya cewek lo yang orang chindo itu ya? Siapa? Veronika?" Boby menambahkan.


Samudra berdecih. "Ck! Gue udah putus ama Vero!"


"Yah... kenapa Am? Bukannya cantik tuh, cewek lo?"


"Udah gak cocok aja!"


"Hahaha! Am-Am...! lo itu gak pernah berubah sejak SMA. Tetep aja playboy kelas kakap." Adrian terkekeh.


"Sialan lo!"


"Terus sekarang cewek lo siapa?" Boby bertanya.


"Ada lah..." Jawab Samudra sedikit berteka-teki.


"Cewek Samudra, gadis ja*lang!" Sambar Gaby ketus.


"Shut up!" Samudra mendengus kesal ke arah Gaby yang lancang saat mengata-ngatai Samantha.


Sementara, Gaby kembali mengerucutkan bibirnya sebal.


"Emang bener!" Gaby kembali angkat bicara dan membela diri.


"Siapa sih cewek lo, Am?" Adrian kini benar-benar penasaran tentang gadis yang saat ini dekat dengan Samudra.


"Atau lo mau gue kenalin sama pegawai di kantor gue, hah? Orangnya cakep-cakep dah!"


"Hahaha!" Samudra hanya terkekeh mendengar perkataan Adrian.


"Iya, Am! Lo nurut aja apa kata Adrian. Staf di perusahaan dia cantik-cantik. Gue aja ada yang nyantol satu, hahaha!" Bobby menambahkan sembari tertawa.


Begitupun dengan Adrian, pria itu terkekeh mendengar ucapan Boby barusan.


"Iya, Am."


"Kalian nih apa-apaan sih?! Gue udah ada cewek, calon bini malah."


"Serius?" tanya Boby dan Adrian bersamaan.


"Sepuluh rius!" Samudra mengangguk.


Kembali Boby dan Adrian kompak bertanya.


"Masih rahasia! Ntar kalian juga tau!"


"Ish, Am sayang... kamu kok gitu sih. Kan aku calon istri kamu..." Gaby kembali nimbrung, kali ini ia tempelkan jemari lentiknya ke pundak Samudra dan bergelayut manja di sana.


"Lepas, Gaby! Lagian kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi!"


Samudra menyingkirkan tangan Gaby dari pundaknya. Namun Gaby selalu saja melakukannya lagi. Menggelayut mesra di pundak dan lengan Samudra. Sial! batin Samudra.


Hingga tiba-tiba netra Samudra membelalak besar ketika melihat sosok gadis yang saat itu tengah berdiri di hadapannya. Gadis cantik bersurai ikal kemerahan yang mengenakan rok kotak-kotak berbentuk harajuku sebatas lutut dan Tshirt berwarna pink. Rambut ikal sepinggang-nya ia gerai begitu saja, hanya berhias penjepit bunga minimalis.


Gadis itu begitu cantik dengan tampilan natural. Hanya pulasan lipsgloss warna pink yang memulas lengkungan bibir indahnya.


Kaki jenjang-nya pun tetap terlihat indah meski hanya berbalut sendal jepit triple strap berbahan jelly polivinil dengan warna nude yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih.


Samudra berfikir kenapa Samantha bisa ada di sini? Entah kenapa mendadak otaknya serasa tidak berfungsi. Bukankah ini cafe milik Maya, ibu mereka? Tentu saja gadis-nya itu bisa kesini kapan pun ia mau, pikir Samudra lagi.


"Ss-sammy?" ucap Samudra gugup.


"Siapa Am?" tanya Adrian dengan bola mata melotot dan seolah pria itu seperti melihat sesuatu yang begitu menakjubkan.


Samudra tidak menjawab, dia masih terlihat salah tingkah ketika Gaby terus saja menempel padanya dan sengaja menggelayut lengannya erat.


"Gab! Lepas!" Samudra berusaha melepas tangan Gaby namun gadis itu selalu saja ingin merebut kembali tangan Samudra.


"Hai kak, aku adiknya kak Samudra. Kenalin nama aku Sammy..."


Samantha menjulurkan tangannya ke arah Adrian sebagai tanda perkenalkan.


"Oh-aku Adrian," jawab Adrian yang langsung menerima uluran tangan Samantha dan menerima perkenalan gadis itu.


"Kalo aku Boby..." Boby pun menyambar tangan Samantha, menjabat erat punggung tangan gadis itu sembari senyum-senyum menggoda.


Sial! batin Samudra. Netranya membola tajam melihat Samantha yang seolah memang sengaja menggoda dua sahabatnya.


"Kalian tau gak guys? Dia ini ja*lang nya Samudra!"

__ADS_1


"Gaby! shut up!" bentak Samudra. Langsung membuat Gaby kicep seketika.


Samantha hanya tersenyum ke arah dua pria tampan yang ada di depannya. Dia pun tidak terpengaruh dengan apa yang Gaby katakan tentangnya. "Oh ya kak Adrian dan kak Boby udah pesen makanan? Kalo belum biar Sammy yang rekomendasi-in top menu di sini buat kalian." Samantha berkata-kata dengan begitu manisnya.


"Oh-ya kebetulan kami baru pesen minum dan snack aja. Boleh deh rekomendasi-nya menu favorit di sini." Adrian menjawab dengan ekspresi genit.


"Okey.... kalian tunggu sebentar ya." Samantha membungkuk kecil sembari memamerkan senyuman manisnya ke arah Boby dan Adrian. Samantha hanya melirik tajam ke arah Samudra tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada pria itu.


Gadis itu kemudian berlalu dari sana. Mata Adrian dan Boby masih saja berpusat pada gadis seumuran anak SMA yang lucu dan imut itu.


"Ckckck! Cantik juga adik lo, Am." Decak kagum Adrian sembari geleng-geleng kepala.


"Bukan adik kandung!" Samudra menjawab dengan wajah kesal.


"Awas aja kalo kalian berani deketin dia!" Ancam Samudra dengan ekspresi yang begitu konyol.


"Hahahaha! Kenapa lo seperti orang yang cemburu, Am."


"Whatever! Pokoknya jangan sampai kalian berani ngedeketin dia!" ancam Samudra lagi.


"Hahaha iya-iya. Lo tenang aja." Adrian membalas dengan tawa kecilnya. Begitupun dengan Boby, dia hanya geleng-geleng kepala melihat ekspresi Samudra.


"Kalian tunggu sebentar." Samudra berdiri dan hendak meninggalkan meja mereka.


"Am sayang.... kamu mau kemana?" Gaby pun ikut berdiri dan bermaksud ingin ikut dengan Samudra.


"Bukan urusan lo!" gertak Samudra kesal.


....


Dan di sinilah Samantha saat ini berada, di dalam mobil sedan milik Samudra. Setelah Boby dan Adrian pulang dari cafe tadi. Samudra meminta Samantha untuk mengikutinya ke gedung Gama Tower, tempat perusahaan sang kakek Baskoro berada.


"Apa maksudnya dengan bersikap begitu manis di hadapan mereka tadi?" tanya Samudra bernada ketus.


"Emang gak boleh? Aku kan mencoba bersikap baik."


"Gak harus menggoda seperti itu!"


"Aku gak menggoda!" Samantha membela diri.


Keduanya kembali bersikap saling diam.


"Semalam kamu pulang sama siapa?!"


"Temen."


"Yakin?"


"Hm," jawab Samantha singkat. Gadis itu juga masih marah dengan sikap Samudra yang saat di cafe terkesan diam saat Gaby selalu menggelayut manja pada pria itu.


"Semalam aku liat kalian lho," sindir Samudra.


"Kakak liat?"


"Of course! Dan cowok itu bukan temen kamu kan? Dia Bryan!" Nada suara Samudra ketus.


"Kami gak ada apa-apa. Tentu saja dia temen aku." Samantha memandang Samudra yang duduk di belakang kemudi.


"Hah....!" seringai Samudra.


"Kalo kakak gak percaya tanya aja sama mommy, aku pulang jam berapa semalam."


"Kamu udah bohongi kakak, Sammy!"


"Aku gak bohong!"


"Halah! Alasan! kamu sengaja kan bilang ada acara di sekolah? biar kalian bisa bebas pacaran, hm?!"


"Aku gak seperti itu!" Samantha membela diri.


"Lalu apa tadi? kakak mesra-mesra gitu sama si Gaby?" kini giliran Samantha menyindir.


Skakmat


Iya ya, kalau Samudra ingat-ingat lagi. Dia juga salah, dengan sengaja mengundang Gaby menemuinya di cafe tadi.


"Kalo kakak gak percaya sama aku. Kakak bisa tanya Amel dan Jully, ngapain aja aku semalam di sekolah." Samantha berucap yakin.


Samudra menghela napas berat. Sebenarnya dia malas untuk berdebat dengan gadis kesayangannya itu. Kemudian Samudra pikir, lebih baik dia mengalah. Mungkin Samantha memang berkata jujur.


"Aku dan Gaby gak ada hubungan lagi. Aku minta maaf soal di cafe tadi," ucap Samudra kemudian. Sebelum ia menyalakan mesin sedan Genesis G90 miliknya dan melaju keluar dari basement parkiran gedung pencakar langit Gama Tower di Jakarta Selatan.

__ADS_1


to be continue...


__ADS_2