Samudra&Samantha

Samudra&Samantha
Postingan IG


__ADS_3

Hari senin merupakan hari yang sibuk bagi sebagian orang di kota Jakarta atau yang disebut sebagai Ibu Kota, untuk saat ini.


Jalanan, perkantoran, tempat makan serta pusat perbelanjaan pun tampak ramai dan padat.


Namun itu tidak berlaku bagi tiga gadis cantik yang sedang menikmati waktu mereka di pusat perbelanjaan di Plaza Senayan yang terletak di Jalan Asia-Afrika.


Mall yang bisa dikatakan sebagai mall kelas atas, karena toko-toko di dalamnya menjual barang-barang highend dari merk Internasional ternama. Seperti Hugo Boss, Fendi, Bally, Aigner, Adidas, Nike, Cartier dan masih banyak brand terkenal lainnya . Daya tarik terbesar dari Plaza Senayan adalah jam raksasa atau disebut Marygold Clock yang terletak di tengah alun-alunnya.


Di sinilah ketiga gadis itu berada, di salah satu butik milik Aigner. Brand tas wanita terkenal. Sebenarnya Samantha ingin memasuki toko Adidas atau Nike. Namun Jully dan Amel yang merengek ingin memasuki tempat itu.


Melihat model dari tas-tas yang berharga fantastis itu membuat Jully dan Amel membolakan matanya heran. "Gila aja! Masa harganya sepuluh kali lipat uang jajan gue?!" decak Jully polos.


"Hey juragan cilok, jangankan sepuluh kali lipat. Uang jajan lo aja ngga ada seperempatnya dari harga tas mungil ini." Amel menambahkan.


Kedua kepala mereka geleng-geleng melihat harga tas dan aksesori lainnya yang lebih horor dari mbak kunti ataupun mas pocong.


"Yeeee siapa suruh masuk ke sini?" Samantha mencibir kesal.


"Kalo lo sih enak Sam, tinggal gesek-gesek kartu kredit lo, atau kalo ngga tinggal say hello ke kakak ganteng pasti kebeli." Ucap Amel.


"Enak aja, gue bukan cewek mata barang-barang branded kayak lo!" bibir Samantha mengerucut sebal saat mendengar perkataan Amel tadi.


"Ya sorry...." jawab Amel lirih, mengetahui Samantha tidak senang dengan apa yang ia ucapkan barusan.


"Oh ya Sam, gimana liburan ke Bali kemarin?" Jully menimpali, berusaha membuat keadaan kembali mencair.


"Menyenangkan." Samantha menjawab singkat.


"Seneng dong, liburan berdua sama kak Am?"


"Hm," Gadis yang diajak bicara itu hanya mengangguk pelan merespon, sementara kedua netranya masih fokus dengan layar handphone miliknya.


"Oh Ayolah Sammy--- gue hanya becanda tadi. Maafin gue yah?" Amel memohon dengan kedua telapak tangan yang saling menyatu di atas dadanya.


"Please..." rengek Amel lagi.


Dari tadi netra Samantha tidak pernah lepas dari layar handphone. Wajah kesal gadis itu kini pun semakin terlihat jelas. Ia kesal bukan karena ucapan Amel barusan, namun ia merasa kesal dengan beberapa pesan foto yang masuk ke chat WA-nya oleh nomor tak dikenal.


Melihat Samantha yang terdiam dan pandangannya tidak pernah lepas dari layar handphone pipih itu, akhirnya membuat Amel mendekati Samantha dan tanpa sengaja ikut melihat layar ponsel handphone gadis itu.


"Holy shi*t, siapa yang bersama kak Samudra itu?" pekik Amel sembari mengguncang bahu Samantha pelan.


Samantha yang baru tersadar dari keterkejutannya, meremas benda pipih berwarna matcha yang ada di tangannya sekuat tenaga hingga buku-buku jemarinya memutih.


"Kak Aisya," ucapnya pelan.


Samantha mengatur napasnya perlahan. Berfikir kenapa seseorang dengan nomor tak dikenali bisa mengirimkan foto-foto itu ke nomornya. Padahal seingat Samantha, ia bahkan tidak pernah memberikan nomornya pada orang yang tidak ia kenal.


"Emang dia siapa, Sammy?"

__ADS_1


Samantha tersadar dari lamunannya.


"Suster asistennya Samudra." Samantha menjawab perlahan.


"Lagian siapa juga sih yang iseng kirim-kirim foto? Jangan percaya gitu aja sih, Sam. Bisa jadi kan itu cuma rekayasa?" Jully mencoba membuat perasaan Samantha membaik, namun hal itu gagal.


Samantha hanya diam, netra yang biasa menyorot lembut kini berubah lebih nyalang.


"Lo cemburu, Sam?" goda Amel sambil menaik turunkan alisnya yang tertata rapi.


"Siapa yang cemburu?" pungkas Samantha berbohong. Iya padahal dia benar-benar cemburu melihat kedekatan Samudra dan Aisya dalam foto-foto tadi. Meski keduanya tengah berada di rumah sakit dan sedang menangani pasien, tetap saja Samudra dan Aisya terlihat begitu kompak dan dekat.


Lagipula siapa yang telah dengan lancang mengambil foto dan mengirimnya pada nomor pribadi Samantha? Sungguh misterius.


"Bohong! Gue ngenal lo dari kita SMP, Sammy. Dan gue tau setiap ekspresi yang lo tampilkan di wajah cantik lo ini. Jika tidak cemburu ngga mungkin pupil coklat lo membesar seperti saat ini." Ucap Amel yang mulai memanas-manasi sahabatnya itu.


"Udah deh Sammy, ngga usah ditanggepi foto-foto itu. Mungkin itu kerjaan orang yang ngga suka dan ingin ngancurin hubungan kalian dengan gosip foto itu." Jully menambahkan. Tidak seperti Amel, Jully bahkan mencoba membuat Samantha merasa lebih baik.


Samantha tertegun sejenak, ia pun menyadari jika dirinya saat ini memang cemburu. Bahkan ada foto-foto yang diambil ketika Aisya menyerahkan cup kopi hangat kepada Samudra. Dan pria itu menanggapinya dengan senyuman manisnya ke arah Aisya.


Tiba-tiba Amel menjentikkan jarinya dengan penuh semangat. "Gue punya ide."


"Ide apaan?" tanya Jully heran.


"Pokoknya brilian deh ide gue." Amel lalu menarik lengan Samantha untuk keluar dari toko tas wanita dengan branded mahal itu. Jully pun mengikuti langkah kedua sahabatnya.


Hingga Amel berhenti dan membawa Samantha memasuki sebuah toko gaun malam khusus untuk wanita dewasa.


Samantha mengernyit bingung. "Untuk apa semua ini?"


"Lo coba aja semua lalu pilih yang paling seksi dan terbuka. Setelah itu gue akan ambil foto lo, okey?"


"Gue ngga mau difoto dengan pakaian sek*si dan dewasa seperti ini, Mel! Sebenarnya apa tujuan lo?" Protes Samantha.


"Lagian apa hubungannya dengan foto-foto kak Am dengan gue pakai pakaian ini?" tanya Samantha kembali.


"Jika benar sifat kak Samudra yang posesif seperti yang lo ceritakan selama ini, dia pasti akan langsung ninggalin rumah sakit dan nyamperin lo kesini. Jadi sekarang lo turuti aja ucapan gue." Titah Amel sebelum ia mendorong tubuh Samantha ke dalam ruang ganti.


Sementara Jully terlihat bingung dengan rencana Amel. "Mel, apa ngga malah jadi tambah ribet ntar urusannya?"


"Udah lo diem aja, biar gue yang ngurus." Ucap Amel yakin.


Setelah menunggu beberapa menit, Samantha akhirnya keluar dengan memakai gaun malam berwarna navy, gaun di-atas lutut yang begitu ketat dan dengan potongan leher yang sangat rendah, sehingga memperlihatkan belahan dada Samantha yang bulat kenyal. Gaun yang sangat kontras denga warna kulit putih Samantha. Amel dan Jully berdecak kagum melihat sahabatnya yang begitu sek*si dan menggoda. Samantha bahkan tidak terlihat seperti anak remaja SMA.


"Oh my God....! Cowo mana pun yang ngelihat lo seperti ini pasti akan takluk, klepek-klepek. You loo so hot, babe!" pekik Amel histeris sambil memutar-mutar tubuh Samantha. Begitupun dengan Jully, gadis itu bahkan sampai melongo melihat Samantha memakai pakaian sek*si dan menggoda seperti itu.


"Oke, sekarang lo harus berpose sek*si dan sen*sual lalu gue akan ngambil foto lo." Amel melanjutkan lagi ucapan.


"Jangan terlalu jelas wajah gue. Gue ngga mau Moms-Dad terbang balik ke Jakarta karena melihat anaknya berpakaian mirip wanita penggoda seperti ini," wanti-wanti Samantha.

__ADS_1


Samantha pun segera berpose sesuai arahan Amel yang selama ini juga menjadi seorang model. Semoga saja Maya dan Samuel, kedua orang tuanya tidak melihat foto-foto ini, batin Samantha.


Keduanya pasti akan marah jika saja mengetahui anak gadis mereka berpose sensual dan menggoda seperti sekarang ini. Ditambah lagi omelan panjang kali lebar pun pasti akan keluar dari mulut Samuel. Daddy-nya itu memang tipe ayah yang terlalu over protectif terhadap perempuan dalam keluarganya, dalam hal ini adalah dia dan tentu saja Maya, ibunya.


"Oke selesai say. Lihat deh Sam, lo sangat cantik dan sek*si. Gue akan upload di instagram lo sekarang. Gue yakin kak Samudra pasti akan panas dingin atau meneteskan air liurnya saat melihat foto lo ini." Seru Amel antusias.


"Tapi Mel... apa ngga malah tambah ruwet ntar?" tanya Jully.


Amel mengibaskan tangannya cuek, "Psst! Halah percaya deh sama gue. Kak Samudra pasti bakal langsung nemui Samantha dan kita akan lihat seberapa besar cinta dia buat Sammy." Amel menjawab sembari mata dan tangannya sibuk dengan ponsel milik Samantha.


"Beres!" ucap Amel sembari mengulurkan kembali handphone berwarna matcha itu ke arah Samantha.


Dan benar saja, beberapa menit setelah mengunggahnya, foto Samantha telah mendapat lebih dari lima ratus ribu like dan dibanjiri tujuh ribu lebih komentar. Banyak yang memberi komentar jika Samantha cantik, sek*si, bikin pangling. Bahkan ada yang mengajak Samantha untuk berkencan. Samantha lalu mengecek kolom komentar dan membacanya satu persatu. Orang-orang terdekatnya pun ikut meninggalkan komentar dan meramaikan postingan tersebut. Tak terkecuali Bryan. Bahkan Cameron dan William pun ikut berkomentar di sana.



Liked by AmeliaHutomo and 511.589 others


SamanthaOlivia Happy Monday❤️ on Good Mood❤️View all 7509 comments


AmeliaHutomo Wow nice pic, you look so amazing, darling😍


JullyKristian Sammy😍 my beautiful hunny bun.... you like an angel, sweety...😘


Cameron_980 Wooohoo so fu*cking hot 😃 Apa @SamudraPratama sudah melihat ini?😜


BryanViander Pretty, as always❤️


WilliamSmith Wah wah kekasih siapa ini @SamudraPratama 😻


Bobby_Wong Wahhh... cewek lo keren @SamudraPratama😍


Adrian_Syah Ckckckck cewek lo syantik ni bro @SamudraPratama 😍


Damien_Maxim Hey beautiful, will you be my girl?😘


Rio_SadBoy Sodara kembar lo sangat cantik @BenuaAlvaro


BenuaAlvaro Najis lo Nong🤮


SamudraPratama Apa-apaan kamu Sammy🤨


Cameron_980 Waaa @SamudraPratama don't be angered, dude 😆


WilliamSmith Harusnya lo bangga @SamudraPratama 😃🤩


Selang beberapa detik dari Samudra memberi komentar, pria itu langsung menelpon kekasihnya. Samudra bahkan melakukan panggilan vidio, namun tak ada satu pun yang diangkat oleh Samantha.


Samudra geram bukan main, ia pun selalu uring-uringan dan membentak siapa saja yang ia temui sepanjang hari ini. Termasuk para OB yang bekerja di rumah sakit Medika Center.

__ADS_1


to be continue....


__ADS_2