
~Pria yang tulus~
Sebagai seorang lelaki, Jerry begitu menyesal karena membuat wanita yang tidak memiliki ikatan apapun dengannya, ikut terseret dalam pertengkaran dia dan Papanya.
Jerry belum pernah sekalipun menjelaskan, mengapa dia membawa Gladis ke dalam hidupnya, padahal sejuta tanya berada di benak Gladis tapi dia tak mampu mempertanyakannya.
"Aku akan menaruh beberapa penjaga untuk menjaga dirimu dan juga Shine, sekali lagi aku mohon maaf karena telah membuatmu terbawa dalam masalah keluargaku." Jerry membukakan pintu untuk Gladis.
Gladis hanya diam, dia tidak mau mengeluarkan kata sepatahpun.
"Gladis, nanti aku akan menjemputmu lagi, yakinlah, aku tidak akan menyakiti dirimu dan juga Shine, aku menyayangi Shine sepenuh hati ku." Jerry kembali mengutarakan penyesalannya sebelum berpisah dengan wanita beranak satu.
Gladis masuk ke dalam rumah bordir dengan membawa Shine, saat di dalam, betapa terkejut Naura dan juga Nick.
"Gladis." Naura langsung berhamburan dan memeluk sahabat baiknya.
Keran di mata Naura bocor, sehingga airnya tidak bisa berhenti mengalir membasahi pipinya.
Naura memperhatikan wajah sahabatnya, tidak ada sedikitpun luka, dia memeriksa seluruh tubuh wanita yang bekerja sebagai penari malam di rumah bordir yang dikelolanya.
"Kamu baik-baik saja? Tidak terluka? Apa ada yang sakit? Apa kita harus periksa ke dokter?" Serentetan pertanyaan terus di lontarkan Naura sambil menyelisik setiap jengkal bagian tubuh sahabatnya yang tidak tertutup baju.
Gladis menghentikan tangan Naura. "Aku baik-baik saja, aku tidak terluka sedikitpun."
Naura mendengarnya malah menjadi sesenggukan, pelukan kembali terpaut.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menjaga dirimu dan juga Shine." Penyesalan Naura teramat dalam.
__ADS_1
"Ini semua bukan salahmu, tidak perlu meminta maaf, ini semua sudah takdir ku," kata Gladis.
"Tapi siapa yang menculik dirimu dan juga Shine?" tanya Naura penasaran.
"Seorang pria asing yang super aneh, yang awalnya mengakui ku sebagai pasangannya dan sekarang bahkan dia mengakui Shine sebagai putrinya, darah dagingnya." Gladis memberi penekanan pada kalimat terakhirnya.
Naura langsung mengambil alih Shine, dia begitu rindu kepada bayi mungil yang dia anggap seperti putrinya sendiri.
"Mungkin dia sudah tersihir pesona bayi mungil nan cantik ini, makanya dia bisa mengakui Shine seperti putrinya, seperti aku dia juga pasti tulus kepada Shine." Naura bicara tanpa melepas pandangannya kepada Shine.
Wanita yang mengenakan baju dress berwarna peach itu menatap kearah sahabatnya, dia terkejut dengan apa yang diucapkan Naura.
Pikiran Gladis melayang, dia tidak sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Naura, saat ini janda beranak satu itu masih terbayang jelas kelakuan suaminya, dia juga sekarang mengaggap semua lelaki sama, bersikap manis jika ada maunya dan bersikap kasar ketika kemauannya tidak terpenuhi, seperti Jerry yang kerap kali mengancamnya.
"Naura, mungkin aku tak terluka di bagian tubuhku, tapi hati terluka parah, dikala aku sudah mulai melupakan Jaka, hadir Jerry yang mulai merusak hidupku."
Sekuat apapun wanita, dia tetap memiliki rapuh dalam dirinya, dia bisa kuat karena ada bayi mungil yang hidupnya perlu dia perjuangkan.
"Rasanya aku ingin pergi yang jauh, menjauh dari kalian semua, menemukan hidup baru untukku dan putriku, tapi ...," Gladis terhenti berkeluh.
Dia dikejutkan dengan kedatangan seorang pria yang bertugas sebagai penjaganya.
"Dia memberimu penjaga?" Tanya Naura dengan berbisik di telinga sahabatnya.
"Hmm ...." Angguknya.
"Nyonya, Pak Jerry ingin kami menjaga Nyonya, hari sudah gelap, apa bisa kita pulang ke rumah Nyonya?" Ajak seorang penjaga.
__ADS_1
"Aku mau tetap di sini, malam ini aku akan tidur di sini, kalian pulang saja, aku tidak perlu pengawalan." Gladis melengos.
Pria penjaga itu tidak bisa membantah, dia akhirnya pergi keluar dan kembali menjaga di depan rumah bordir.
"Dia bukan sedang menjagaku, tapi dia sedang memenjarakan ku dalam genggamannya." Gladis memandang sinis ke arah luar.
Naura melihat tatapan mata itu, penuh kemarahan, kecewa, penyesalan, dan juga trauma.
"Aku tidak tahu, apa yang terjadi kepadamu, tapi jujur, setelah mendengar ceritamu yang singkat itu, kesimpulanku jatuh pada Jerry yang menyayangi Shine tulus," batinnya.
Gladis menghampiri Naura, dia memeluk sahabatnya erat, terdapat rindu mendalam dihatinya untuk Naura.
Melihat pemandangan yang begitu mengharukan, Nick yang sejak tadi bersama mereka, ikut bahagia, dia senang dengan kembalinya Gladis dan Shine, sehingga kakaknya tidak murung lagi.
Dua wanita yang hidup tanpa dampingan orang tua, membuat mereka tumbuh menjadi wanita yang hebat, tangguh, sukses dan bisa hidup dengan baik, meski pekerjaan atau usaha mereka belum baik.
Hati yang saling merindu, kini sudah saling bertemu, membuat pemilik hati kembali bersatu.
Terpancar raut bahagia diantara keduanya, Naura dan Gladis saling bertukar senyum, dan ternyata Shine juga tersenyum kepada kedua wanita yang begitu menyayanginya.
.
.
Sesampainya Jerry di rumah, dia langsung mengadakan rapat dadakan dengan Satria dan juga anak buahnya yang lain, dia akan memperketat penjagaan.
"Kalian semua mengerti? Rencana kita harus berhasil."
__ADS_1
Rencana apa yang sedang mereka susun?