
~ Berkurang lima persen ~
Sampai saat ini Jerry masih menunggu di dekat pohon. Dia terus memperhatikan Gladis yang sedang melayani beberapa pembeli. Gladis yang menjual makanan untu orang-orang sarapan pagi sangat terlihat senang dan begitu menikmatinya.
"Apa kau bahagia? wajah itu jarang sekali aku lihat selama kamu berada di sisiku." Jerry mengingat kembali kenangan Gladis yang dulu tinggal di rumahnya. Wajah polos yang jarang sekali tersenyum lebar.
Gladis hanya menunjukkan sesekali senyuman dan itupun hanya senyuman tipis. Dia pernah satu kali melihat Gladis begitu ceria ketika dia membuatkannya sarapan pagi. Jelas Jerry sangat mengingat kejadian itu dan saat ini Gladis sedang memperlihatkan senyuman lebar itu kepada mereka yang menjadi pembeli sarapan pagi.
Aldi yang melewati pohon itu memperhatikan pria yang bersembunyi di balik pohon. dia menghampiri pria itu.
"Maaf pak. apa bapak ingin membeli sarapan di tempat Gladis?"tanya pria itu dengan menyebutkan nama Gladis. terdengar sangat akrab sekali pria itu menyebut nama Gladis.
__ADS_1
"Oh Iyah. saya memang ingin membelinya, tapi masih sedikit ragu takut tidak sesuai dengan bayangan saya rasanya." Jerry memberi alasan.
Padahal dia sangat ingin sekali menghabiskan seluruh makanan yang dimasak oleh Gladis. Dia sangat rindu masakannya yang terasa sangat lezat di lidahnya.
"tidak perlu khawatir. rasanya melebihi bayangan anda. dia adalah teman masa kecil saya jadi saya tahu kalau dia pasti akan menjamin rasa dan juga kebersihan dagangannya." jelas Aldi tanpa mencurigai Jerry. orang asing yang bukan warga desa.
Aldi menepuk pundak Jerry dan meninggalkannya. Jerry memperhatikan pria itu. Dia menyebutkan kalau teman masa kecil Gladis.
Jerry kembali mengedarkan pandangannya ke arah depan rumah Gladis. Namun, saat dia kembali fokus. Gladis dan shine serta dagangan sudah tidak ada. meja juga sudah kembali ke tempat semulanya.
"Apa dia sudah selesai jualan? secepat itu?" kagetnya.
__ADS_1
"Masakanmu memang yang paling top Gladis. aku yakin mereka ketagihan, tapi aku tidak rela. masakan itu seharusnya hanya dinikmati olehku saja." Jerry cemberut.
Jerry membalikkan badannya dan dia berjalan kembali ke depan gerbang desa. dia harus pergi ke kantor karena dia baru saja mendapat pesan kalau tuan tanah itu ingin menjumpainya hari ini.
Jerry berjalan menunduk dengan topi yang terpasang di kepalanya dan masker yang menutupi wajahnya. Jerry tidak mau terlihat oleh orang lain. dia tidak mau juga ketahuan masuk ke dalam desa tanpa izin.
Dia dengar mendapatkan izin masuk desa berilmu sangat sulit jika tidak memiliki keperluan apapun. dia tidak bisa meminta izin untuk menemui Gladis. karena nanti Gladis bisa mengetahui kalau Jerry sudah menemukan keberadaan dirinya.
Jerry kembali mengalihkan perhatian ketiga penjaga itu dan setelah mereka teralihkan Jerry kembali menerobos pintu gerbang. dia langsung berlari ke arah mobilnya terparkir. Dia memarkir mobilnya di lapangan di luar desa. Lapangan yang biasa di gunakan untuk diadakannya pertandingan antar desa.
Jerry menarik nafas dalam-dalam. dia lega karena bisa keluar dan masuk ke dalam desa berilmu tanpa ada orang menyadari kehadirannya di sana. Dia juga sangat lega karena bisa melihat wajah Gladis dan shine meski dari kejauhan. Rindu yang ada di hatinya sudah berkurang lima persen.
__ADS_1