
~Terbangun~
Gladis berhenti berdebat dengan Jerry, pria itu akhirnya juga menyerah, dia tidak bisa memaksa Gladis untuk menandatangani kontrak perjanjian yang sudah dia siapkan setelah kejadian penculikan.
Jerry mengumpulkan beberapa anak buah yang ditugaskan untuk menjaga Gladis dan Shine.
"Kalian jangan sampai lengah, kemungkinan besok aku tidak bisa kemari, jadi jaga yang benar, jika ingin tidur, kalian harus istirahat bergantian." Jerry memberi penjelasan.
"Siap, Pak." Mereka bicara serentak.
Empat penjaga disiapkan oleh Satria untuk menjaga keamanan di setiap sudut rumah.
Jerry kembali ke rumahnya, dia harus menyiapkan beberapa hal untuk kepergiannya ke luar negeri untuk perjalanan bisnisnya.
.
.
Gladis bersiap untuk tidur, perdebatannya dengan Jaka ditambah lagi perdebatannya dengan Jerry yang memakan waktu hampir seharian sangat menguras tenaganya.
Gladis mengecup kening putrinya. "Tidur yang lelap, besok Mami Naura akan berkunjung."
Gladis dan Naura sudah janjian akan bertemu besok siang, mereka berencana untuk pergi ke suatu tempat.
.
.
Penjaga mulai berpatroli, tiga orang berjaga satu orang istirahat, mereka akan bergiliran untuk tidur, tersedia bangku kayu panjang di belakang rumah Gladis, mereka tidur bergiliran di sana.
"Jaga yang benar, jangan sampai lengah." kata salah satu dari mereka yang menjadi kepala penjaga.
Mereka semua awalnya adalah seorang satpam profesional, Satria merekrut mereka, selama satu tahun mereka menjadi penjaga dikediaman Jerry.
__ADS_1
.
.
Mely menunggu kepulangan Jaka, sudah jam sembilan malam kekasihnya belum juga pulang, Mely saat-saat ini memang sering bertengkar dengan Jaka, itu semua karena Jaka tidak mencari pekerjaan dan hanya berdiam diri di rumah.
"Kenapa dia belum juga pulang? Kemana dia sebenarnya? Aku tadi kehilangan jejaknya." gerutunya yang kesal menunggu.
Mely sangat mencintai Jaka, dia tidak mau Jaka pergi dari genggamannya, Jaka juga agak sedikit berubah sejak terakhir mereka bertemu dengan Gladis.
"Setiap kali kami bercinta, dia terlihat tidak berselera, apa yang salah dari ku? Atau apa yang berubah darinya?" Mely mengingat kembali kejadian saat mereka bercinta.
.
.
Gladis mengubah posisinya. "Shine."
Gladis mendapati kasur yang ditiduri Shine kosong.
Dengan wajah panik, Gladis mencari putrinya. "Kemana putriku?" Gladis menyusuri setiap sudut kamarnya. "Kenapa pintu kamarku terbuka?"
Gladis membuka lebar pintu kamarnya, dia melihat sekitar ruangan depan, tidak ada tanda keberadaan putrinya, tentu saja tidak akan ada di luar, bayi berumur satu bulan tidak mungkin bisa beranjak dari kasurnya sendiri.
Melihat sebuah jendela terbuka Gladis bertambah panik.
"Tidak ... tidak mungkin, Shine."
Gladis pergi keluar rumah, dia melihat beberapa penjaga tidur terlelap, membuat Gladis semakin panik.
Dirinya membangunkan setiap penjaga, tiga penjaga terlihat begitu pulas tidak bisa dibangunkan.
Gladis melihat ke belakang rumahnya dan membangunkan satu penjaga yang tertidur di atas bangku kayu.
__ADS_1
"Nyonya, ada apa?" tanyanya ketika sadar setelah dibangunkan.
"Putriku," Gladis tak bisa melanjutkan perkataannya, dia terduduk lemas di atas tanah.
"Nyonya, kenapa? Apa Nyonya sakit?" tanyanya khawatir.
Gladis menggeleng, tubuhnya lemas, air matanya tidak dapat terbendung.
"Duduklah Nyonya," dia menggiring Gladis untuk duduk di bangku kayu.
Penjaga itu langsung berlari untuk menghampiri ketiga temannya, tapi dia terkejut, ternyata ketiga temannya tergeletak di depan teras.
"Santo, Adam, Doni." dia berusaha membangunkan ketiga teman jaganya.
"Ini aneh."
Dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
.
.
Jerry merenung di kamarnya, dia mengingat kembali jawaban yang diberikan oleh Gladis.
Flashback
"Jadi apa yang dikatakan pria itu benar? Kamu sulit melupakan pria itu? Apa kamu masih mencintai dia?" Jerry memberondong begitu banyak pertanyaan untuk Gladis.
Gladis hanya bisa terdiam membisu, dia telah dikhianati pria itu bahkan pria itu membawa kabur tabungan pribadi miliknya, sudah pasti dia tidak mungkin masih menyisakan rasa.
"Aku masih atau tidak mencintainya lagi, bukanlah urusanmu, urusan kita sudah selesai, kamu sudah memanfaatkan ku dan rencanamu berhasil untuk membuat Papamu kesal. Aku harap kamu melepaskan ku dan juga Shine." Gladis meninggalkan Jerry.
Flashback off
__ADS_1
Jerry dibuat Gladis bingung dengan jawabannya, sedangkan di sisi lain Gladis sedang bingung dengan menghilangnya putrinya.
Akankah Gladis bertemu lagi dengan putrinya?