Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 57


__ADS_3

~ Duniaku tanpamu ~


Jerry dan Gladis langsung masuk ke dalam klinik dua puluh empat jam. dia langsung mencari dokter dan memintanya untuk memeriksa kondisi Shine.


"Dokter tolong periksa anak saya. suhu tubuhnya tadi tiga puluh sembilan. sayang sangat takut sekali." Gladis memainkan jemarinya untuk berusaha tenang.


Dokter mengambil alih Shine dan membawanya ke ranjang anak untuk diperiksa. Dokter letakkan stetoskop di dada Shine untuk mengetahui kondisi jantung berdetak dengan benar dan memiliki ritme yang normal atau tidak. dengan begitu dokter.


gladis menyimpan kecemasannya di dalam hati. melihat raut wajah gladis yang dipenuhi rasa cemas membuat jerry juga mencemskan wanitanya.


"duduklah, kita tunggu dokter di sini." jerry mengajak Gladis duduk di bangku tunggu.


Gladis masih terus bermain dengan jari-jarinya untuk menghilangkan rasa tegangnya. Jerry sangat faham dengan sikp gladis. dia pernah melihat hal yang sama saat dirinya menyandra Shine.


"tidak bisaah kamu kembali ke rumah kita?" tanya Jerry.


Gladis langsung menoleh dan menatap mata Jerry dengan penuh amarah. Mngkin saat ini dia berpikir kalau Jerry sangat mudah mengajaknya untuk pulang tanpa menyadari kesalahannya.


"Knapa kamu menatapku seperi itu?" tanya Jerry.


"Aku rasa kamu tidak ada bedanya dengan mantan suamiku. mudah sekali mempermainkan hati wanitadan mengaggapnya seperti boneka yang bisa kamu jadikan peran utama saat kamu mau." ketus Gladis.


"Apa maksudmu? aku tidak pernah mempermainkan wanita satu kalipun dalam hidupku. masalah kedatangan Hazel itu adalah kesalah pahaman. Aku akan memberikan penjelasan kepadamu." Jerry Memegang tangan Gladis.


"Aku tidak perlu penjelasan apapun darimu, aku juga tidak perlu tahu tentang kamdengan wanita itu. kalau kamu di sini bukan untuk Shine, baiknya kamu pergi saja. Aku berterima kasih kepadamu karena telah membantuku membawa Shine ke klinik." Gladis melepaskan tangannya dari genggaman Jerry.


Jerry melepaskan tangan Gladis tanpa paksaan. Dia tidak mau memancing kemarahan wanita yang dicintainya, terlebih dia juga sangat mengkhawatirkan Shine saat ini. dia ingin beraada di sekitar Shine untuk saat ini.

__ADS_1


"Aku di sini karena Shine, jadi izinkan aku menemanimu dan mengantarmu kembali pulang," kata jerry mengalah.


Gladis kembali menyimpan rasa marahnya di dalam hati. karena ini adalah di klinik dan putrinya sedang sakit. dia tidak mau bertengkar dengan Jerry yang sudah membantunya. Entah bagaimana jadinya mereka berdua jika Jerry tidak muncul. pastinya Shine tidak akan mendapatkan penanganan dokter dengan cepat, karena jarak klinik melewati pasar butuh waktu tiga puluh menit untuk berjalan.


Seorang wanita dengan berpakaian setelan peawat berwarna biru muda keluar dari ruangan. Karena ini adalah klinik besar mereka hampir sama dengan rumah sakit pelayanannya.


"Orang tua dari Shine." panggil wanita itu dan mereka berdua langsung masuk setelah dipersilahkan.


Gladis dan Jerry duduk di hadapan dokter untuk mendengarkan kondisi Shine. Gladis masih bermain dengan jemarinya dan Jerry menghentikannyadan memberikan isyarat dengan matanya. Gladis langsung diam dan menmak apa yang dokter katakan.


"D masih sangat rewel, tapi kami sudah memberikanya tiadkan. Diaakan tertidur saat reaksi obatnya bekerja." jelas dokter dan perawat menyerahkan Shine yang masih menangis kepelukan Jerry.


Shine kembali tenang dan sangat diam bahkan tersenyum ketika melihat wajah jerry. Melihat pemandangan itu membuat dokter merasa takjub, karena sejak bersamanya dan besama perawat tadi dia begitu rewel.


"Wah, epertinya Shine sangat dekat dengan papanya. dari caranya diam menandakan Shine begitu nyaman dan aman di gendongan papanya. Ini adalah salasatu respon ketika anak sangat merasa terlindungi oleh orang dewasa, dia juga percaya dengan papanya." Dokter menjelaskan sambil tersenyum lebar.


"terima kasih dokter telah merawat anak saya. Kami pamit dulu." Jerry menggandeng Gladis untuk pergi meningglkan klinik saat Bima selesai mengurus administrasi.


Mereka kembali menggunakan mobil dan di dalam mobil Jerry terus bercanda dengan Shine sehiga Gladis semakin cemburu dengan kedekatan mereka berdua. Jerry bisa membuaShine tertawa terbahak dan membuat anak bai itu pelahan tertidr lelap karena reaksi obat dan lelah bercanda dengan Daddynya.


*"Aku tidak pernah bisa membayangkan perpisahan kita nanti, aaku ingin selalu bersama dengan kalian berdua. aku juga tidak bisa membayangkan duniaku tanpa mu Gladis. aku mungkin akan terjebak kembali di dalam kegelapan duniaku seperti dulu." *Jerry menjadi melow saat melihat wajah bayi mungil yang ada di dalam dekapannya.


Mobil sedan berwarna hitam itu berhenti di depan rumah mungil nan cantik itu. Gladis turun dan di susul oleh Jerry.


"Terima kasih sudah mengantar kami. Aku akbawa Shine masuk ke dalam." Gladis ingin mengambil Shine.


"Biarkan aku bawa dia masuk dan menidurkannya di kasur. Aku takut dia kembali terbangun dan kamu tidak bisa istirahat dengan nyaman." Jerry lalu meminta Gladis membuka pintu dengan memberikan isyarat gerakan kepalanya.

__ADS_1


Gladis langsung memutar kunci pintu dan membuka pintunya. mereka masuk dan Jerry meletakkan Shine di kasur. Jerry kembali memperhatikan rumah yang Gladis sangat minimalis, hanya ada sau kamar kecil di dalam rumah itu.


"Silahkan keluar, aku tidak mau ada warga yang salah faham karena pria asing masuk ke dalam rumah seorang janda." Gladis meminta untuk Jerry pulang.


"Baiklah. kamu juga istirahatlah. Jagan terlalu lelah. Aku pulang" Jerry keluar dari kamar dan keluar dari rumah mendiang nenek Gladis.


Jerry langsung pergi ke hotel terdekat dari desa. dia tidak bisa kembali ke rumahnya karena takut kondisi Shine kembali buruk. Dia sudah seperti seorang ayah yang tengah mengkhawatirkan kesehatan anaknya. sayangnya dia bukan ayah kandung Shine dan bukan suami dari Gladis sehingga tidak bisa tetap berada di sisi mereka berdua.


Melihat  Jerry sudah pergi dari rumahnya. Gladis menemani putrinya Shine tidur di atas ranjang. berkat Jerry dan obat dari dokter Shine demamnya sudah turun dan tertidur pulas sampai pagi.


.


.


.


Pagi harinya saat memeriksa suhu tubuh Shine sudah turun dan dia sudah selesai berdagang. Gladis memutuskan untuk pergi berbelanja karena bahan makanan pendamping asi untuk Shine sudah habis. Gladis bersiap untuk berbelanja ke pasar dengan membawa shine di dalam gendongannya. Dia lagi-lagi bertemu Aldi tanpa sengaja. Aldi mengajaknya pergi bersama ke pasar karena arah pasar dan sekolah tempat Aldi mengajar tidak jauh.


Gladis naik ke motor Aldi dan mereka langsung pergi menuju pasar. Jerry melihat Gladis pergi dengan seorang pria. Dia seketika mendapatkan serangan rasa cemburu yang membara di hatinya. Dia meminta Bima untuk mencarikan rumah dekat dengan Gladis. Dia ingin terus mengawasi Gladis dan Shine. Dia tidak ingin di tikung oleh pria lain.


Gladis turun di pasar. "terima kasih, Aldi." Gladis langsung berjalan masuk ke arah pintu pasar. dia langsung berkeliling untuk mencari bahan-bahan makanan yang segar untuk putrinya.


Gladis selalu membikan mensegar untuk putrinya. Dia ingin putrinya tumbuh dengan sehat dan tidak mudah sakit. Mengetahui Shine sakit untuk pertama kalinya membuat dia gugup dan ketakutan.


"jadi berapa, bu semuanya?" tanya Gladis pada seorang pedagang wanita.


"Seratus lima puluh ribu, Neng. ini ibu kasih bonus bayam merah bagus untuk si bayi." pedagang wanita itu memasukkan seikat bayam merah da Gladis selesai berbelanja.

__ADS_1


__ADS_2