Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 62


__ADS_3

~ Anak kecil yang pintar ~


Jerry mendapatkan berbagai macam informasi mengenai Mr. T dari beberapa narasumber yang dikerahkan oleh Satria dan juga Bimo.


dengan informasi yang dia dapatkan jadi bisa kembali menyusun rencana agar dia bisa menemukan sosok yang sangat penting dalam hidup Mr. T. Jerry ingin kesepakatan ini benar-benar terwujud bukan hanya sekedar omong kosong atau sebuah kesepakatan yang hanya akan berlalu begitu saja.


"Apa kalian tahu siapa nama cucu dari Mr.T?" tanya jadi kepada Satria dan Bimo.


"kami belum menemukan Siapa nama dan seperti apa rupa dari cucu Mr. T. saat ini kami hanya bisa tahu kalau dia adalah seorang wanita." jelas Satria kepada Jerry.


"kalian harus bergerak lebih cepat Saya tidak mau dia kecewa kepada kita. menunggu terlalu lama akan menjadi hal yang membosankan dan juga akan terkesan bahwa kita bukan orang yang bisa menepati janji." tegas Jerry kepada kedua anak buahnya.


Satria mengerti kenapa Jerry bicara seperti itu karena memang menunggu adalah hal yang paling membosankan untuk semua orang. mereka kembali mencari informasi ke sana dan kemari agar mendapatkan hasil yang maksimal dan mendapatkan titik terang dari pencarian buta mereka. Kenapa dibilang pencarian buta karena memang Jerry tidak memiliki bekal sedikitpun dalam pencarian cucu dari Mr.T. dia hanya mendapatkan beberapa informasi dari orang-orang yang ia tanyai. sedangkan seperti apa rupa cucu dari Mr. Tmereka sama sekali tidak mengetahuinya, bahkan nama dan seperti apa ciri-cirinya pun mereka tidak mendapatkan hal itu dari Mr.T. modal mereka adalah bertanya dan nekat serta yakin kalau mereka bisa menemukan.


"kalian makanlah dulu jangan sampai kalian jatuh sakit karena kelelahan bekerja tanpa memperhatikan diri kalian kalian juga harus melawan anak buah kalian dengan baik agar mereka bekerja lebih cepat dari biasanya dan ketika kita menjaga mereka merawat mereka saya akan semakin loyal kepada kita dan akan semakin bekerja lebih giat." kata jari kepada kedua anak buah kesayangan.


"tenang saja Pak saya sudah memberikan uang untuk makan selama satu minggu kepada mereka jadi pastikan mereka tidak akan kelaparan dan akan bekerja dengan sebaik mungkin."jawab Satria.


Satria dan Bimo memang tidak pernah mengabaikan anak buah mereka karena itulah yang diajarkan oleh Jerry kepada mereka.


Jerry pergi dengan cepat keluar rumahnya. Dia ingin menemui Gladis dan Shine. namun, saat dia ingin ke sana. Aldi sudah berada di sana lebih dahulu. Jerry tidak mengurungkan niatnya, tapi dia semakin mantap melangkah ke arah Gladis.


"Shine, ayo sini Daddy gendong. Daddy kangen sekali denganmu." Jerry mengangkat shine yang sedang berada di gendongan Aldi.

__ADS_1


Shine yang sejak tadi di ajak bercanda oleh Aldi tidak menunjukkan sedikitpun ekspresi meski Aldi sudah sangat bersusah payah. Namun, saat Jerry menggendongnya. anak kecil itu langsung tertawa meski Jerry tidak menunjukkan ekspresi apapun.


"Lihat, anak Daddy memang paling tahu siapa yang tulus dan siapa yang tidak. baru di sentuh saja dia sudah bisa menunjukkan wajah cerianya. benarkan sayang?" Jerry memainkan pipi gemas shine.


dengan cepat shine tertawa lepas seakan dia tahu kalau sedang di goda oleh Jerry.


"Anak pintar. Kita main ke rumah Daddy yuk. Hmmm Gladis, siapkan susunya. aku akan membawanya ke rumahku sebentar. aku rindu kepadanya. kamu tidak keberatan bukan?" tanya Jerry.


Wajah Jerry yang sangat memohon membuat Gladis menjadi iba dan dia tahu kalau memang Jerry merindukan shine begitu sebaliknya, shine juga sangat merindukan Jerry.


"Anak pintar, anak cantik, anak kesayangan Daddy." Jerry bersenandung dan shine terus tertawa.


Sikap kebapakannya begitu terlihat dengan sangat jelas. Aldi sampai-sampai dibuatnya melongok. sebab dia tidak mengetahui kalau Jerry bisa sedekat itu dengan shine.


Aldi menjadi malu kepada Gladis karena dia gagal mencuri hati bayi mungil itu. Gladis juga merasa kasihan kepada Aldi yang tidak di respon sama sekali oleh putrinya.


"Ah, Iyah. menurutku juga begitu. ini pasti karena dia belum terlalu mengenalku dan aku juga jarang sekali menyapanya." Aldi merasa memiliki kesempatan untuk dekat dengan shine.


"Hmmm, apa kamu kemari hanya untuk bertemu dengan shine?" tanya Gladis.


"Oh, tidak. aku kemari juga untuk membeli sarapan." Aldi langsung mengambil beberapa kue basah.


"Apa kamu mau nasi uduk juga?" tanya Gladis.

__ADS_1


"Iyah. aku juga mau nasi uduk dan bihunnya. buatkan lima bungkus karena teman-teman ku memesannya juga. kata mereka masakanmu sangat enak." Aldi memuji Gladis


Gladis sibuk membungkus nasi uduk dan juga bihun yang di pesan oleh Aldi. sedangkan Aldi menjadi salah tingkah.


"Terima kasih." Aldi menerima nasi uduk dan bihun lalu membayarnya dengan uang pas.


Gladis menerimanya dan sedikit tertawa karena lucu melihat sikap Aldi yang terlalu gugup.


Jerry di dalam rumah sibuk bermain dengan shine hingga akhirnya bayi mungil itu kelelahan dan tertidur tepat di sisi Jerry. Jerry menatap wajah mungil yang begitu dia sayangi itu.


"Sayang, cara apa yang bisa membuat ibumu membuka hatinya untuk Daddy? Daddy sangat ingin selalu bersama dengan kalian berdua. Daddy ingin mencurahkan seluruh kasih sayang ini untuk kalian setiap detiknya. Daddy sangat kesepian tanpa kalian berdua." Jerry bicara kepada bayi mungil yang sudah tertidur lelap.


Apa yang diucapkan oleh Jerry terdengar sampai ke depan pintu kamarnya. Hal itu membuat seseorang mendengarnya dengan sangat jelas. Gladis mendengar setiap perkataan Jerry kepada shine. dia yang mendengarnya langsung pergi meninggalkan rumah Jerry.


"Oh, itu bukannya calon nyonya?" Bimo menunjuk ke arah pintu depan.


"Siapa?" tanya satria.


"Itu, tadi aku melihat calon nyonya berada di dalam rumah ini. apa dia mencari sesuatu atau?" Bimo menghentikan ucapannya.


"sudahlah jangan di bahas. apa kamu tidak tahu kalau tadi bos mu membawa shine ke rumah ini. pasti tadi calon nyonya ingin mengambil shine." jelas satria.


"Mungkin." kata Bimo.

__ADS_1


Gladis yang sudah keluar dari rumah Jerry menjadi gelisah. Dia mendengar semua perkataan Jerry tadi kepada shine. dia begitu tersentuh dengan semua yang dikatakan oleh Jerry. hanya saja dia belum bisa membuka hatinya. dia masih kecewa dengan Jerry. dia tidak mau tertipu. dia tidak mau sakit hati lagi. dia juga tidak mau gagal lagi dalam menjalin hubungan.


"Jangan terbawa emosi Gladis. kamu tidak boleh lagi tertipu. kamu harus berjuang sendirian. hidup sendiri lebih nyaman. tidak ada yang akan mengusik dirimu lagi."


__ADS_2