
~Tatapan Dingin~
Jerry menghubungi satria. namun, sayangnya asisten pribadinya itu tidak menjawab teleponnya. sudah kesal dengan sikap satria. Jerry akhirnya memutuskan untuk mengirimkan pesan kepada asisten pribadinya itu.
"Alasan apa yang akan kau berikan kepadaku satria? kenapa kamu menjadi bodoh begini? kenapa kamu tidak mengangkat panggilan teleponku!" Jerry memukul-mukul stir mobilnya sambil terus mengendalikan stir mobil.
Jerry segera pergi ke kantor yang dia buat untuk melakukan hal yang unik. Jerry memarkir mobilnya dan langsung masuk ke dalam ruangan IT. dia membuka pintu dengan sangat kasar sehingga membuat para pekerja terkejut dengan suara ditambah dengan kehadirannya di sana.
"Pak, pak Jerry?" mereka tak menyangka hari ini bertemu dengan bosnya.
"Kenapa? kalian terkejut? kalian tak suka kalau aku kemari?" tanya Jerry dengan wajah yang menyeramkan bagi mereka semua.
Mereka sudah sadar kalau Jerry sedang dilanda kesal dan dia juga tahu kalau Jerry akan segera berubah menjadi monster yang sangat dia takutkan.
"Kenapa kalian diam saja? bukankah kalian harus mencari tahu dimana istriku berada?" teriaknya dengan begitu keras.
Jerry sangat tidak suka dengan situasi ini. dia tidak pernah menyangka akan kembali kehilangan.
...****************...
Satria keluar dari rumah bordir dan kembali masuk ke dalam mobilnya.
"apa nyonya ada pak?" tanya sang sopir.
"kalau dia ada. sudah pasti aku akan keluar bersamanya. Bukan sendirian." jelas satria dengan wajah yang begitu muram.
Satria mengeluarkan ponselnya dan dia lihat ada satu pesan masuk. Dia buka ternyata itu dari Jerry setelah teleponnya tidak diangkat oleh Satria.
"Ja-jadi ...." dia terkejut membaca pesan yang dikirimkan oleh Jerry.
"segera ke kantor IT. secepat mungkin." perintah satria.
__ADS_1
Satria langsung meminta sopir untuk membawanya ke kantor IT. Dia menjadi resah dan gelisah mengetahui kalau Jerry sudah tahu tentang hilangnya Gladis dan Shine. kini bisa tamat riwayatnya karena tidak becus menjaga dan melindungi wanita yang menjadi tanggung jawabnya saat Jerry keluar negeri atau kota.
"lebih cepat lagi." pintanya kepada sang sopir.
Sopir tidak tahu kenapa bos kecilnya memintanya berjalan sangat cepat ke kantor IT.
"saya akan usahakan Pak." Jawabnya sambil menginjak pedal gas dengan kuat.
Dia sangat takut kalau sampai bossnya dalam masalah. Satria benar-benar tidak menduga kalau Jerry akan secepat ini menyelesaikan urusannya. bahkan dulu biasanya dia akan memperpanjang masa tinggalnya ketika harus dinas ke luar kota atau luar negeri.
...****************...
Jerry merasa geram, dia merasa terkhianati karena semua orang tidak ada yang memberi tahukan gak besar seperti ini kepadanya.
"Seharusnya hal seperti ini kalian sampaikan kepadaku. kenapa tak ada satupun yang bicara bahkan sampai aku harus kemari menemui kalian semua." Jerry menatap tajam satu persatu anak buahnya secara bergantian.
Siapa yang tidak mengkerut ketika di tatap dengan tatapan dingin khas si macan hutan. Mereka semua bahkan bisa tiba-tiba menggigil saat di tatap oleh bosnya seperti sedang berada di kutub Utara.
Jerry melihat jam yang melingkar di tangannya. Sudah tiga puluh menit sejak dia mengirim pesan kepada satria. Namun, sahabatnya itu belum kunjung datang.
"Kalian, telepon satria. katakan aku menunggunya." Jerry memberi perintah.
Mereka yang berdiri bersampingan langsung menoleh ke kanan dan kirinya menatap bergantian kepada teman mereka sambil memberi isyarat menyuruh mereka menghubungi satria.
"Kalian tidak ada yang mau menghubunginya?" tanya Jerry dengan suara beratnya.
Salah satu dari mereka kemudian berinisiatif untuk menghubungi satria. dia mengeluarkan ponsel miliknya dan langsung menghubungi satria segera.
"Aku sudah tahu situasi kalian. tunggulah, bilang kepada bos kalau aku sudah di jalan."
Dengan cepat satria menutup teleponnya sebelum satu patah katapun keluar dari mulut anak buahnya.
__ADS_1
"Ka-kata, Pak Satria dia sedang di jalan menuju kemari pak." Salah satu anak buah itu melapor.
Jerry hanya bisa tersenyum menyeringai. Seringainya begitu menakutkan sehingga terkesan seperti sedang menonton film horor saat hantunya sedang keluar dan membuat takut penonton.
Tak lama dari itu, Satria ternyata sampai di kantor. dia membuka pintu dan masuk menemui sang bos yang juga sahabatnya sendiri.
"Kau tiba?" seringai Jerry kepada satria.
"Kita bicara di dalam saja." Satria melangkah ke sebuah ruangan kedap suara dan membuka pintu mempersilahkan Jerry masuk.
Jerry bangkit dari tempat duduknya dan mengayunkan kakinya masuk ke dalam ruangan kedap suara itu.
"Jadi, kau mau main petak umpet denganku satria?" tanyanya dengan wajah super serius.
Air keringat muncul di dahi satria sebesar-besar biji jagung. Dingin AC tidak membuat dirinya merasa sejuk. Karena tatapan Jerry yang mampu membuat suhu dingin berubah menjadi panas bak sedang di jemur di tengah sorot sinar matahari di cuaca panas yang ekstrim.
"Maafkan aku karena tidak memberitahukan kepadamu. Karena aku juga baru tahu pagi tadi tentang kepergian Gladis." jelas satria.
"Tidak perlu memberi alasan. Aku mau tahu bagaimana kamu bersikap bodoh seperti ini? aku tidak pernah mendapati dirimu yang seperti ini satria. Aku selalu percaya kalau kamu akan memberikan informasi apapun dan kamu bisa menjaga amanah dariku." Jerry terdengar sangat kecewa.
"Kemarin aku dengan Hazel ke rumah bos. Pagi tadi karena Gladis tidak kunjung keluar kamar, asisten rumah tangga pergi ke kamarnya, ternyata dia sudah tidak ada di sana. Di tambah ada surat untuk kami semua dan sebuah amplop berisi uang yang cukup banyak. saya minta maaf karena penjagaan terlalu santai. Sebab kami merasa nyonya tidak akan pergi dari rumah karena sudah nyaman bersama bos." Satria menjelaskan duduk perkaranya.
"Hazel? dia ke rumah? bagaimana dia bisa masuk ke dalam rumahku sementara kalian aku minta untuk tidak mengizinkan tamu satupun masuk kecuali Naura dan Nick." Jerry begitu murka mendengar ada tamu tak diundang singgah ke rumahnya.
"Aku dengan mereka tidak bisa menolak sebab itu permintaan dari bos besar. Mereka tak bisa bicara kata tidak karena begitu sangat ketakutan. aku yakin kamu tahu seperti apa sikap ayahmu ketika orang-orang kita tidak menuruti perintahnya. Yang sudah-sudah mereka dibuat menghilang tanpa jejak." Satria menyadarkan Jerry kenapa anak buahnya merasa takut.
"Kalau begitu apa kau sudah menemukan mereka berdua?" tanya Jerry yang sudah mulai melunak.
"Aku masih terus mencari dan mereka sedang melacak keberadaan ponsel milik Gladis. Aku akan meminta mereka kembali bekerja." Satria langsung keluar dari ruangan itu dan meminta kepada anak buahnya kembali bekerja.
"Aku akan pastikan kalian menyesal karena telah mengusik kedua wanita yang berharga dalam hidupku." Jerry membunyikan jari-jarinya dan memutar kepalanya hingga terdengar bunyi dari khas tulang belulang yang di gerakkan.
__ADS_1