Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 23


__ADS_3

~Temukan Putriku~


Gladis membuat keputusan yang sangat berat, tapi lebih berat lagi jika dia harus terpisah selamanya dengan putrinya.


Gladis meraih ponselnya, dia langsung mencari nama orang yang bisa membantunya.


"Yakinlah, dia orang baik Gladis." Naura meyakinkan sahabatnya.


Telepon tersambung kan


"Tolong, temukan putriku, dia dibawa kabur oleh Jaka, aku yakin itu."


Diseberang telepon, sosok pria yang begitu garang dan begitu dingin, menggemeretakkan giginya, begitu marahnya dia, bahkan Satria yang melihat ekspresinya saja sudah panas dingin.


"Aku akan menemukannya dan membawanya segera kepelukanmu." Janji Jerry.


Jerry menutup telepon. "Cari semua informasi tentang Jaka, segera temukan dia meski dia bersembunyi di lubang semutpun." Perintah Jerry.


Dengan segera Satria mengerahkan seluruh anak buahnya dan juga team rahasia yang selalu bisa menemukan semua data tentang siapapun di dunia ini.


.


.

__ADS_1


"Apa keputusanku benar?" tanya Gladis dengan wajah putus asanya.


"Benar, perasaanku bilang, dia bisa dipercaya," ujar Naura.


"Kak Gladis tenang saja, kita tunggu kabar baik dari mereka." Nick juga percaya kepada Jerry.


Gladis benar-benar tidak ada pilihan dan jalan keluar selain menaruh harap dan kepercayaannya kepada Jerry.


.


.


"Bagaimana? Apa sudah ada informasi?" tanya Jerry ketika sampai di sebuah tempat rahasia.


"Saat ini belum, Pak, tapi kami sedang berusaha."


"Maafkan aku Gladis, aku tidak bermaksud membuat hidupmu kacau, aku memilih dirimu semua berdasarkan informasi ini, jika kamu masih bersuami, aku mungkin tidak memilihmu, aku memilihmu karena merasa kamu senasib dengan ibuku, dikhianati suaminya." Alasan ini lah yang membuat Jerry ingin menjadikannya wanita yang tidak dipandang sebelah mata oleh pria brengsek.


Satria dan Jerry menunggu dengan hati yang berdebar, sudah satu hari mereka mencari keberadaan Shine, setelah mengetahui Jaka sumber malapetaka ini, Jerry ingin sekali menghampiri pria itu dan menghajarnya habis-habisan.


.


.

__ADS_1


Suara tangisan sangat meresahkan bagi seorang pria yang belum pernah mengasuh bayi, tangisan Shine menusuk telinga Jaka, dia menjadi pening karena tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


"Bisakah kamu diam sebentar? Ayah tidak bisa berpikir karena tangisanmu, Ayah berusaha mencari informasi di internet tapi karena kamu terus menangis, membuat ku kesulitan membaca informasi." Jaka menjadi kesal.


Bagaimana bisa pria itu berpikir menculik anaknya sendiri, dia tidak mengerti tentang bayi, dia tidak mengerti arti tangisan bayi bahkan dia tidak mengerti perasaan seorang ibu yang kehilangan putrinya yang merupakan belahan jiwanya, napasnya dan semangat hidupnya.


"Diam ya sayang, Ayah akan menjagamu, kita akan hidup berdua," kata Jaka.


Tiba-tiba Jaka punya punya ide.


"Kemarilah, aku akan mengirim alamatnya." Jaka menelepon seseorang.


.


.


"Kenapa dia tinggal di sana?" gumam Mely.


Dengan cepat Mely bersiap dan menuju rumah dimana Jaka tinggal dulu.


Jaka tinggal disebuah kampung kecil bersama ibunya dulu, dia dan Jaka dulu satu kampung, hanya saja Mely dan keluarganya lebih dulu merantau.


"Dia bergerak, ikuti dia." Seseorang yang sedang mengawasi rumah Mely dan Jaka segera bergerak.

__ADS_1


Begitu cepat mereka menemukan rumah Mely saat ini, sungguh pekerja profesional.


Mereka segera mengikuti Mely yang pergi menggunakan ojek pangkalan. Mereka mengikuti dengan dua kendaraan, satu mobil dan satu motor, antisipasi jika terjadi kecurigaan atas tindakan mereka.


__ADS_2