Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 70


__ADS_3

~Tunggu aku ~


keberadaan nomor ponsel terlacak oleh Satria. mereka langsung menuju ke lokasi dimana Gladis dan shine berada.


"jalan lebih cepat lagi jangan sampai kita terlambat dan mereka mengetahui kalau kita sedang menyusul mereka." titah Jerry.


Meski Jerry dalam kondisi hati yang sangat galau dan resah. dia tetap fokus karena jika dia kehilangan kendali emosinya maka semua akan berantakan. anak buah Jerry yang sedang mengintai apartemen milik Hazel terus dikerahkan. mereka menjaga setiap pintu yang kemungkinan bisa menjadi jalan keluar dan masuk Hazel. meski Jerry sudah mengetahui keberadaan Gladis. menjaga Hazel tetap di tempatnya adalah hal yang baik dan memudahkan mereka semua untuk menyelamatkan gladis dan shine.


"Dengar, kita harus perketat pengawasan. bos sudah menemukan keberadaan calon nyonya bos. jadi jangan sampai kalian lengah dan mengacaukan semuanya." tegas seorang penjaga.


Hazel yang sudah terkepung oleh anak buah Jerry tidak bisa berkutik. dia terus terkurung di dalam unit apartemennya. Hazel hanya bisa mondar-mandir sambil menggigit ujung kuku ibu jarinya dan terus berpikir.


"bagaimana caranya aku agar bisa keluar dari unit apartemen ku sendiri? mereka terlalu banyak dan menjaga di seluruh sudut pintu masuk dan keluar. Si*l!" geramnya hingga menyapu semua barang yang ada di atas meja riasnya dengan kedua tangannya.


Semua alat Make-up yang dia miliki jatuh dan berserakan di lantai kamarnya. Hazel sudah sangat kesal dengan kondisi ini.


"Aku tidak bisa diam saja di sini. aku harus menghubungi mereka berdua."

__ADS_1


Hazel langsung menghubungi anak buahnya yang menjaga gladis dan shine di rumah kosong.


"kenapa mereka tidak menjawab panggilanku? teleponnya juga terus berada di UK. siapa yang sedang menghubunginya?" tanya Hazel sambil terus menelepon ketiga anak buahnya.


"Haaah! dasar anak buah tidak bisa diandalkan! mereka selalu saja tidak becus dalam mengerjakan tugas. Aku benar-benar tidak bisa hanya diam di dalam sini saja." Hazel langsung menyambar jaket dan juga topinya. dia memakai perlengkapan untuk menyusup keluar unit apartemen. tidak lupa dia memasang masker agar wajahnya tidak terlihat.


Hazel menyelempangkan tas selempang ya di pundak. dia langsung keluar dari unit apartemen miliknya. Dia tidak melihat ada pergerakan.


"Aman." Hazel keluar dari unit apartemen. tidak jauh dari unit apartemen dia langsung pergi ke tangga darurat. dia menggunakan tangga untuk turun ke lantai dasar dan mencoba kabur setelah sampai di sana.


Hazel sampai di lantai dasar. dia melihat anak buah Jerry bertebaran dimana-mana. dia juga melihat satu rombongan keluarganya hendak keluar. dengan cepat Hazel bergabung dengan mereka. Hazel berhasil keluar dari unit apartemen miliknya. dia langsung pergi menggunakan taksi yang kebetulan lewat.


"Baik non." Supir taksi langsung tancap gas.


Hazel merasa senang karena bisa keluar dari kondisi menyebalkan itu. Dia langsung mencoba untuk menghubungi anak buahnya lagi. namun, mereka tidak menjawabnya.


"Kenapa mereka masih tidak menjawab panggilan teleponku!" Hazel sudah begitu memuncak kekesalannya. dia langsung memasukkan kembali ponselnya ketika jarak tempuh sudah hampir dekat.

__ADS_1


"Belok kanan pak. Setelah itu akan ada rumah kosong. Turunkan saja saya di sana." Perintah Hazel.


Supir taksi itu lalu mengikuti arahan dari Hazel. dengan cepat dia berbelok ke arah kanan dan memasuki gang yang cukup sempit. Disana dia menghentikan laju mobilnya ketika sudah berada di tengah perkebunan dan ada sebuah rumah kosong di dekatnya.


"Di sini?" tanya supir taksi itu.


"benar. ini ongkosnya."Hazel memberikan tiga lembar uang seratus ribuan.


Supir taksi itu langsung menghubungi seseorang. "Saya sudah di lokasi. dan akan mengawasi wanita itu. jika kalian sudah sampai tolong segera merapat. kita harus membuat dia mengaku." Dia lalu menutup panggilan telepon itu.


Seseorang yang menerima panggilan telepon darinya sudah berada tidak jauh dari lokasi perkebunan. Mereka sebagian turun sebelum perkebunan untuk membantu Jerry menemukan Gladis dan Shine. orang suruhan Jerry sudah mengatur semuanya.


Saat Hazel keluar dari unit apartemen seorang pria yang bersembunyi melaporkannya dan yang lainnya menunggu Hazel di lantai dasar. mereka melihat kalau Hazel mengikuti satu rombongan keluarga dan supir taksi sengaja di munculkan saat Hazel sudah berada di luar. Semua di atus sedemikian rupa agar bisa menangkap basah Hazel.


Jerry yang sedang berpencar dengan anak buahnya segera mencari gladis dan shine. mereka tidak hanya menyisir area perkebunan, tapi mereka juga pergi ke rumah-rumah warga untuk menemukan Gladis.


"Kalian bergerak dengan cepat sisir setiap jalan yang kemungkinan di lalui. Laporkan kepada pak Jerry segera setelah menemukannya." pinta Satria.

__ADS_1


Jerry bersama Bimo menyisir area sekitar perkebunan hingga ke sungai. "Dimana kamu Gladis? aku mohon tunggu aku." ucapnya sambil terus mencari.


__ADS_2