
Jerry benar-benar kesal karena menjadi orang yang tertuduh, dia yang sangat mencemaskan Shine, bahkan langsung mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari.
"Wanita itu, sangat menjengkelkan, aku punya niat baik, malah dia menuduhku." Jerry mengepal tangannya.
"Ini, karena Bos menculiknya sejak awal pertemuan, coba kalau Bos menggunakan cara halus seperti pria yang sedang mendekati wanita yang disukainya, sudah pasti tidak akan terjadi seperti ini," cerocos Satria.
"Kamu sedang bicara, Satria?" Jerry menanggapi dengan santai.
Mendengar tanggapan dari Bosnya, membuat buku kuduk Satria berdiri.
"Maaf, Bos." Satria langsung membisu.
.
.
Naura dan Nick menemani Gladis, Naura sedang berusaha mencari nama, dia berusaha menyusuri siapa yang melakukan hal ini.
"Nick, kamu harus bertanya kepada para penjaga, tanya apa ada yang mencurigakan sebelum kejadian ini?" bisik Naura.
Mendengar perintah dari kakaknya, Nick langsung melaksanakan.
"Gladis, kenapa semua menjadi kacau seperti ini, aku tidak menyangka, kalau kau akan mengalami hal ini." Naura menangis dalam hatinya, namun dalam waktu bersamaan Naura juga tegar di luar.
.
__ADS_1
.
"Jadi, mantan suaminya datang?" tanya Nick.
"Benar, Pak," jawab salah seorang penjaga yang menyaksikan.
"Terima kasih atas informasinya." Nick kembali ke dalam rumah.
Nick langsung berbisik kepada Naura.
"Gladis, aku mau bertanya kepadamu." Naura menepuk pelan pundak sahabatnya.
"Ada apa?" tanya Gladis.
"Ini hanya praduga ku saja, apa mungkin ini adalah perbuatan Jaka?" Naura menyebut nama orang yang sangat dibenci oleh Gladis.
"Naura, aku baru ingat, dia bilang dia tidak mau kehilangan anaknya, benar, ini adalah perbuatannya, Naura, aku harus bagaimana?" Gladis langsung bereaksi histeris.
"Tenanglah, Gladis, kita akan membantumu untuk menemukan Shine." Naura memeluk tubuh kecil sahabatnya.
Nick langsung bergegas, Naura memiliki orang kepercayaan yang mampu mencari keberadaan orang, Nick langsung menghubunginya.
"Aku sudah menghubunginya, dia akan segera mencari, tapi kami butuh foto pelaku." Nick menyampaikan informasi.
"Foto? Aku akan mencarinya, semoga masih ada yang tersisa, karena semua yang berhubungan dengannya sudah aku musnahkan." Gladis bangkit dan menghampiri lemari kayu tempat dia menyimpan dokumen.
__ADS_1
Setengah jam sudah mencari foto Jaka, tapi tidak ketemu.
"Bagaimana ini? Aku tidak menemukannya sama sekali," kata Gladis lemas.
"Apa kita perlu bantuan seseorang?" tanya Naura.
"Siapa?" tanya Gladis.
"Pak Jerry, dia pasti bisa menemukan apapun tentang Jaka, dia memiliki banyak bawahan, pasti anak buahnya bukan orang sembarangan." Naura memberikan ide.
"Tidak, jika aku meminta bantuannya, sudah pasti, aku akan berhutang kepadanya." Gladis menolak.
"Gladis, pikirkanlah, jika kita tidak segera menemukan Shine, aku takut Jaka akan nekat, aku takut dia akan membawa pergi jauh putrimu." Naura berusaha meluruskan cara berpikir sahabatnya yang cukup keras kepala.
"Apa tidak ada cara lain?" tanya Gladis dengan wajah putus asanya.
"Dengar dan pikirkan baik-baik, sebelum semuanya terlambat." Naura berusaha meyakinkan.
"Benar kata Kak Naura, kita harus segera meminta bantuan kepadanya, jika tidak kita bisa kehilangan Shine untuk selamanya, Kak Gladis tidak mau kan, kehilangan Shine?" Nick berusaha membantu Naura meyakinkan.
Gladis terdiam, dia berpikir berkali-kali, dia bukan tidak mau meminta bantuan, tapi dia tidak mau memiliki hutang yang nantinya bisa membuat hidupnya lebih sulit lagi, tapi kalau dipikir-pikir, kehidupannya akan lebih sulit jika harus berpisah selamanya dari putrinya.
.
.
__ADS_1
keputusan apa yang akan Gladis ambil?