Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 34


__ADS_3

~Wanita Muda~


Gladis sudah sangat nyaman bersama dengan Jerry. dia juga sudah mulai menyadari kalau pria itu begitu menyayangi shine putrinya.


"Shine senang ya kalau dekat dengan Daddy Jer?" tanya gadis kepada gadis kecil yang sama sekali belum bisa menjawab pertanyaannya secara langsung.


Shine yang sedang diam tiba-tiba tersenyum karena mendengar kata Daddy Jer. Gladis merasa putrinya benar-benar sudah sangat dekat dengan Jerry dilihat dari si anak merespon dengan senyuman saat dia menyebut nama Jerry.


Gladis yang sudah merasa lelah akhirnya memutuskan untuk tertidur. Dia harus bangun pagi untuk membuat sarapan pagi.


...****************...


Jerry sedang sibuk di dalam kamar pribadinya. Dia mempersiapkan beberapa barang dan dengan terburu memasukkan barang-barang itu ke dalam koper besar.


Jerry sepertinya akan pergi beberapa hari. terlihat dari betapa banyaknya baju formal yang dia masukkan ke dalam koper dan juga beberapa baju ganti.


"Satria, kamu harus memastikan kalau mereka akan aman. Aku tidak mau hal buruk itu terulang lagi. jika kalian tidak bisa menjaganya. aku pastikan kalian akan kehilangan pekerjaan dan tidak akan pernah bisa diterima bekerja dimanapun." ancam Jerry.


Jerry langsung menutup teleponnya tanpa mendengar apapun dari asisten pribadinya itu. Jerry menyeret kopernya keluar rumah dan memasukkannya ke dalam mobil.


"Dengar kalian harus berjaga. jika ingin istirahat harus bergantian. kalian juga jangan lengah seperti tempo hari. saya tidak terima alasan apapun lagi. laporkan semua kejadian kepada satria." perintah Jerry.


Jerry benar-benar memerintahkan semua orang untuk menjaga gladis dan juga shine. mereka bahkan sudah diancam oleh Jerry. pria garang itu sangat tidak suka kegagalan dan kelalaian dari pekerjanya.


Jerry masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya seorang diri. dia akan pergi ke suatu tempat karena ada urusan mendesak. Jerry biasa pergi ke bandara sendirian dan menyimpan mobilnya di suatu tempat yang dekat dengan bandara.


mobil Jerry keluar dari pintu gerbang rumah dan dia langsung melesat pergi meninggalkan rumah besar itu.


Meski begitu berat meninggalkan kedua wanita itu. namun, Jerry tidak bisa berbuat apa-apa. dia harus pergi ke tempat itu untuk urusan bisnisnya.

__ADS_1


...****************...


Sinar matahari menyapa setiap insan di dunia ini. Sinar matahari pun masuk ke dalam kamar Gladis dan membangunkan orang tua Tunggul itu.


Gladis membuka matanya perlahan dan melihat kalau hari sudah sangat terang. Gladis langsung turun dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya.


"Bi, maaf aku terlambat. Aku akan segera membuat sarapan untuk Pak Jerry." Gladis membetulkan kunciran rambutnya.


"nyonya, tidak perlu membuat sarapan untuk tuan. karena tuan sedang tidak ada di rumah. tuan pergi buru-buru sekali semalam." Asisten rumah tangga memberitahukan Gladis ketiadaan Jerry di rumah.


"Pergi? kemana?" tanyanya dan menghentikan tangannya yang masih mengikat rambut.


"Tuan pergi untuk perjalanan bisnis keluar negeri. itu yang saya tahu nyonya. Tuan meminta saya untuk menjaga nyonya dan nona Shine. saya juga sudah menyiapkan sarapan untuk nyonya." jelasnya dengan sangat sopan.


"Hmmm ... saya sarapan nanti saja bi. Saya kembali ke kamar dulu untuk melihat Shine."


Gladis keluar dari dapur dan kembali menaiki tangga menuju ke kamarnya. Dia begitu tidak semangat setelah mengetahui kalau ternyata Jerry pergi tanpa memberitahukan dirinya terlebih dahulu.


"Kenapa dia tidak memberitahukan aku kalau dia mau pergi. Apa dia lupa dengan keberadaan ku?" Gladis masuk ke dalam kamarnya dengan langkah yang lemas.


Entah kenapa dia semenjak berusaha membuka diri dengan Jerry. merasa menjadi bergantung kepada pria itu. Gladis juga selalu menunggu Jerry pulang dari aktivitas bekerja. Gladis bahkan sangat bersemangat membuat makan malam untuk mereka berdua.


...****************...


Sebuah mobil berhenti di depan pagar rumah milik Jerry. Keluar seorang wanita muda, cantik, sexy dan tubuhnya yang ramping membuat beberapa penjaga melongok dibuatnya.


Wanita muda itu berjalan menuju pintu pagar sambil berlenggak lenggok seperti sedang berjalan di atas catwalk saja.


"Selamat pagi." sapanya sambil membuka kaca mata hitam yang tadi bertengger di hidung mancungnya.

__ADS_1


"Selamat pagi. ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu penjaga rumah dengan gugup dan sangat tergiur dengan tubuh ramping milik wanita muda itu.


"Saya mau masuk. buka pintunya dan parkiran mobil saya di dalam." perintahnya dengan sangat lantang seperti seorang bos.


"Maaf nona. anda siapa? karena tuan sedang tidak ada di rumah. tuan sedang berada di luar negeri." jelas seorang penjaga yang tadinya sibuk memperhatikan wanita yang dihadapannya.


Para penjaga langsung memfokuskan diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. mereka tidak mau lengah. karena jika mereka lengah maka kehidupan mereka menjadi pertaruhannya.


"Saya tahu. saya kemari karena ingin melihat rumah besar ini. saya adalah calon istri dari bos kalian. pemilik rumah ini." Desis wanita muda itu.


"Maaf nona. orang yang bisa masuk ke rumah ini, adalah orang yang sudah mendapatkan izin dari bos kami. dan kami tidak diberitahukan untuk menerima tamu hari ini. jadi kami tidak bisa membiarkan nona masuk ke dalam." Tegas pria penjaga itu.


Tanpa basa basi lagi Hazel mengeluarkan ponselnya dan dia langsung menghubungi seseorang.


"Halo Hazel, ada apa?" Seseorang dari seberang telepon menyapa.


"Om, ini penjaga rumah kak Jerry tidak mau memberikan izin masuk kepadaku. katanya karena Kak Jerry tidak memberitahukan mereka akan ada tamu yang datang." Hazel bicara begitu manja sekali.


"Berikan telepon seluler milikmu kepada mereka semua." Perintah ayah dari Jerry.


Hazel langsung menyalakan mode loadspeakrs agar para pekerja itu bisa mendengarkan.


"Saya perintahkan kalian untuk mengizinkannya masuk ke dalam rumah. jika kalian melanggar saya pastikan akan membuat keributan di sana. saya tahu anak saya sedang tidak ada di rumah. wanita ini adalah calon menantuku. jadi kalian harus menuruti apa kata-katanya!."


Telepon di tutup seketika. Hazel memasukkan kembali telepon selularnya kedalam tas kecilnya dan melirik tajam kepada para penjaga.


Karena takut dengan ancaman ayah dari sang bos. Mereka mengizinkan hazel untuk masuk ke dalam rumah.


Hazel memperhatikan setiap design dari rumah yang begitu besar dan megah itu. Dia masuk ke dalam rumah di temani salah satu penjaga. Hazel langsung duduk di sofa ruang tamu. dia menurun naikkan tubuhnya hingga melompat-lompat di bangku sofa yang sangat empuk.

__ADS_1


"Maaf, anda siapa ya?" tanya asisten rumah tangga Jerry.


"Saya Hazel. calon tunangan plus calon istri dari Kak Jerry." Hazel memperkenalkan dirinya.


__ADS_2