
~ Terima Kasih ~
Gladis terus di dekat Jerry. sesekali Nick membawakannya makanan buatan Naura dan seseklai juga mereka membawa Shine untuk menemui Jerry di rumah sakit.
"Kak, ini makanan dari Kak Naura. oh ya, sore ini kami akan membawa Shine ke rumah sakit untuk menemui kakak dan pak Jerry." ujar Nick kepada Gladis.
"Terima kasih Nick untuk semua bantuan kalian. lalu bagaimana dengan rumah?" tanya Gladis tanpa menyebutkan rumah apa yang dia maksud karena dia tahu pasti Nick mengerti.
"Ada novel yang mengurusnya. Kak Naura menyerahkan rumah kepadanya untuk sementara waktu selama dia menemani kakak Gladis di sini." Nick menjelaskan.
"Ya sudah aku kembali ke ruamh nenek kak gladis dulu." lanjutnya dengan berpamitan.
Gladis bersyukur sekali karena dia memiliki sahabat yang sangat memperhatikan dirinya dan selalu berada didekatnya setiap kali dia ada masalah ataupun sedang gembira. Gladis yang terdiam dengan sikap temannya yang sangat baik kepadanya langsung kembali fokus dengan merawat Jerry. Dia mengelap seluruh tubuh Jerry dengan perlahan karena pagi ini akan ada pemeriksan lagi.
Saat Gladis sedang sibuk memeras lap untuk Jerry. tiba-tiba Jerry menunjukkan respon. Gladis langsung terkejut dan dia langsung memencet bel bantuan. perawat datang dengan sigap.
"Ada apa bu?" tanya perawat saat tiba di depan Gladis.
"Sus, tadi tangannya bergerak." kata Gladis sangking senangnya.
Gladis sangat menantikan hal ini terjadi. dia yang sudah menunggu jerry semalaman sangat senang dengan respon yang diberikan oleh Jerry.
"cek kondisinya. saya akan panggilkan dokter dulu." ujar perawat lainnya.
perawat mulai mengecek semua kondisi Jerry dengan cepat. dia memeriksa respon mata dan juga detak jantung pasien.
"Bagaimana suster apa ada respon?" tanya dokter yang baru saja datang ke dalam ruangan perawatan medis.
"Untuk mata sudah ada respon dokter." ujar perawat.
"Baik akan sja periksa lebih lanjut." dokter mendekat ke arah Jerry.
"Gladis!" Jerry berteriak dan membuka matanya dengan cepat.
Dokter, Gladis dan dua perawat terkejut karena Jerry bangun dan berteriak keras. Jerry memaksakan diri untuk bangun.
__ADS_1
"Maaf pak Jerry sebaiknya anda tidak bangun dulu. kondisi anda belum stabil." cegah dokter yang merawat Jerry.
"Tidak, saya mau bertemu dengan istri dan anak saya." ujarnya.
"Aku disini. " Gladis menunjukkan dirinya.
"Gladis." Jerry menarik tangan Gladis dan memeluknya erat.
Meski dia merasakan sakit yang cukup hebat di pundaknya. dia tetap bisa menahannya demi memeluk wanita yang sangat dia cintai dan dia cemaskan.
"Jangan pernah pergi lagi. Kembalilah ke rumah. aku punya kejutan yang tak terkira untukmu." Jerry terus memeluk erat Gladis.
"Jerry. ini banyak orang, lepaskan pelukanmu." Gladis memberontak dan berusaha meminta Jerry untuk melepaskan dirinya.
"Aku tidak mau melepasmu." Jerry balas berbisik.
"Lepaskan dulu, biarkan dokter memeriksamu. nanti baru dilanjutkan." Bisik Gladis lagi.
"Benarkah? kamu janji?" tanya Jerry layaknya anak kecil.
"Baik, Pak Jerry besok anda boleh pulang. Kondisi anda sudah sangat baik." kata dokter setelaj memeriksanya.
"Saya mau pulang hari ini saja dokter, saya akan di rawat di rumah oleh dokter pribadi keluarga dan saya juga tidak mau terlalu lama di rumah sakit. saya sangat merindukan istri saya yang cantik ini." Jerry meherlingkan satu matanya kepada Gladis.
Betapa tersipunya gladis saat pria yang disukainya mengerlingkan satu mata untuknya. dan dia juga sangat lega karena kondisi jerry sudah baik-baik saja. Dokter akhirnya mengizinkan untuk jerry pulang siang ini juga.
"Hubungi satria untuk menjempit kita." perintah Jerry kepada Gladis.
"Dimana Shine?" tanya Jerry ketika melihat sekitar bayi mungilnya tidak terlihat.
"Shine di rumah nenek bersama dengan Naura dan Dewi. Pak Satria meminta Dewi menemaniku dan membantuku merawat Shine." tutur Gladis.
Gladis menghubungi Satria menggunakan ponsel genggam milik Jerry yang dititipkan oleh satria kepadanya. setelah telepon terhubung. Gladis memberikannya kepada Jerry.
"Satria, siang ini kamu jemput saya di rumah sakit." perintah Jerry kepadanya.
__ADS_1
"Rumah sakit? anda sudah sehat?' tanya Satria kepada Jerry melalui sambungan telepon.
"Iyah, saya akan pulang." jerry langsung menutup telepon dan kembali melihat ke arah Gladis.
"Tadi ada yang janji akan dipeluk olehku lagi?" tanya Jerry.
Dengan malu-malu Gladis menghampiri Jerry dan mendekatkan dirinya sendiri ke dalam dekapan Jerry. Jerry kembali senang karena wanita yang dia cintai sudah mulai mau dekat dengannya.
"Terima kasih banyak." Bisik Gladis di telinga Jerry.
"Aku yang harus berterima kasih kepadamu. kamu sudah mau bertahan dan menungguku datang. terima kasih juga sudah menghubungi aku. aku senang menjadi orang yang ada di dalam pikiranmu." Jerry semakin memeluk erat Gladis.
Mereka saling berpelukan dan betapa senangnya mereka berdua ketika bisa sedekat ini. Jerry terus mengembangkan senyumannya.
"Aku berjanji akan selalu melindungimu dan juga Shine." ujar Jerry.
Mereka yang sedang dilanda rasa senang dan hati yang penuh bunga seperti taman bunga. dikejutkan dengan suara pintu yang terbuka.
"Bos!" teriak Satria dan juga Bimo serempak.
Jerry langsung melepas pelukannya dan melihat kedua anak buahnya yang menangis seperti anak kecil yang kehilangan permennya.
"Kalian itu, preman, tapi kok cengeng. enggak pantes tahu kalian menangis seperti itu." Jerry menyeringai.
"Bos, kau tidak tahu kalau kami sangatlah senang melihatmu bisa bangun seperti ini. kami sangat khawatir dengan kondisimu apalagi bos langsung tidak sadarkan diri saat di tempat kejadian. itu sangat membuat kami ketakutan." Satria menggosok matanya yang dipenuhi oleh air mata.
Jerry langsung terkekeh melihat sikap dua nak buahnya seperti ini. "Sudah, aku sudah siuman jadi kalian berdua tidak perlu lagi menangis dan khawatir kepada diriku." Jerry bicara sambil terkekeh.
Mereka ternyata ke rumah sakit tidak hanya berdua saja. mereka juga membawa serta Naura dan Shine. Jerry yang melihat Shine langsung tersenyum lebar. dia langsung melebarkan tangannya.
"Sini Daddy peluk sayang." Jerry meminta untuk memeluk Shine.
Naura langsug memberikan shine kepada Gladis untuk diberikan kepada Jerry. Gladis langsung memberikan Shine kedalam dekapan Jerry.
"Sayang, terima kasih sudah mampu bertahan dan melindungi mama. Daddy sangat takut sekali saat tahu kalian di culik. Daddy akan pastikan kalian akan selalu aman dan akan melindungi kalian selamanya." janji Jerry kepada Shine.
__ADS_1
Shine juga tersenyum bahkan tertawa di dalam gendongan Jerry. mereka sudah seperti anak dan ayah sungguhan. Semua yang ada di sana melihat mereka berdua sangatlah bahagia sekali.