Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 73


__ADS_3

~ Perasaan yang terungkapkan ~


Gladis terus menunggu di rumah sakit hingga selesai Jerry dioperasi oleh tim medis. Dia benar-benar sangat khawatir sebab dia tidak mau kehilangan orang yang begitu besarjasanya dalam hidupnya.


"Aku mohon cepatlah sadar. aku tidak mau melihat dirimu tak berdaya sepreti kemarin. jika kamu tidak ada mungkin aku dan shine akan berada dalam maslah yang lebih besar kemarin. kamu memang pantas menjadi ayah bayi shine. pantas juga shine selalu mengharapkan kehadiranmu. dia bahkan bisa mengetahui keberadaanmu tanpa melihatmu. kamu benar-benar orang yang sangat tulus. aku akan mendoakanmu." gladis memejamkan matanya dan berdoa di dalam hatinya.


"Nyonya Galdis." Teriak seseorang dari jarak yang tak terlalu jauh.


Gladis menoleh ketika namanya dipanggil dan dia terkejut saat melihat baby sitter yang pernah merawat shine di rumah jerry datang ke rumah sakit.


"Dewi." pekik gladis saat melihat baby sitter anaknya.


"Nyonya, nona shine. ya tuhan syukurlah kalian selamat. aku sangat khawatir karena pak satria tidak pernah memberitahukan kabar tentang kalian." Dewi bicara sambil berkaca-kaca.


"kamu tahu dari mana saya berada di sini dewi?" tanya gladis kepada dewi.


"saya tahu dari pak satria. katanya nyonya dan nona shine ada di rumah sakit dan supir langsung membawa saya kemari. saya benar-benar takut saat dijalan. saya kira nyonya dan non shine kenapa-kenapa." Dewi benar-benar sangat khawatir terhadap mereka berdua.


Dulu saat Gldis dan shine berada di rumah besar jerry. mereka sangat akrab seperti sahabat. dewi sangat menyayangi shine. dewi berusia dibawah dua tahun dari gladis. dia sangat senang bermain dengan shine. mereka akhirnya bertemu lagi setelah satu bulan terpisahkan sejak kejadian hazel mendatangi rumah besar milik jerry.


"Gladis." seseorang memanggil gladis lagi.

__ADS_1


Ternyata kali ini yang memanggil gladis adalah sahabat sejatinya dan bersama dengan Nick adik dari Naura. Nakura dan Nick langsung berlari ke arah Gladis dan Shine. Mereka langsung memeluk Gladis dengan sangat erat. Gladis senang sekali melihat sahabatnya berada bersama dengannya saat ini.


"Kalian di sini juga?" tanya Gladis yang terheran.


"Kami bahkan berada di rumah nenekmu disaat kamu diculik oleh hazel. kami menghubungi jerry langfsung dan dia langsung menacari dirimu dan shine. aku tidak menyangka jerry akan menjadi korban tembakan dari anak buah hazel. aku mendapatkan kabar kalau dia sudah tertangkap." Beber Naura kepada Gladis.


Gladis mengelus dadanya. dia begitu lega mendengar apa yang diceritakan oleh sahabatnya itu. dia tidak mau ada hal buruk lagi yang menimpa mereka berdua. Dia juga tidak mau ada orang yang menyakitiJerry lagi. cukup baginya pengalaman menyeramkan ini terjadi sekali seumur hidupnya. penculikan yang begitu membuat dirinya hampir kehilangan Shine karena mungkin shine bisa saja dehidrasi karena kehausan.


Dokter dan perawat mendorong ranjang rumah sakit yang terdapat Jerry di atasnya. melihat jerry dalam kondisi tidak sadarkan diri dan bahunya di balut dengan perban. membuat hati Gladis tersayat. Dia tidak tega melihat kondisi pahlawan dalam hidupnya terbaring lemah dan tak berdaya.


"Dokter, aku boleh melihatnya sebnetar?" tanya Gladis.


Dokter meminta perawat berhenti mendorong pasien. dan Gladis menatap Jerry dengan tatapan sendu yang menyayat hati. "Cepatlah bangun. aku akan menjawab semua pertanyaanmu." Ujarnya dengan berbicara di telinga Jerry.


"Saya akan ikut." Kata Gladis dengan sangat cepat.


"Gladis, kamu kesana saja. aku akan menjaga Shine. berikan Shine kepadaku." Naura menawarkan diri untuk menjaga dan merawat Shine.


"SUdah, nyonya tidak perlu khawatir saya akan membantu bu naura untuk menyaja Nona Shine." kata dewi.


Gladis menyerahkan shine kepada naura sahabatnya. dia tahu kalau shine juga begitu dekat dengan sahabatnya itu. ditambah ada dewi yang akan turut membantu sahabatnya dalam merawat shine. dia percaya kepada kedua orang yang sudah dianggapkanya sebagai keluarga. Nick mengangguk menyatakan dia kana turut menjaga dan mengawasi. Gladis menjadi sangat tenang. dia akan berada di didi jerry dan merawat pria yang begitu mengagungkan dirinya. gladis mengikut kemana ranjang jerry di bawa oleh perawat serta dokter. mereka pergi ke ruangan perawatan pasien VVIP dengnan penjagaan ketat dari satria dan juga bimo. anak buah bimo yang berada di rumah sakit dibagi menjadi dua. satu untuk mengawasi Shine dan satunya untuk menjaga Jerry dan Gladis yang akan menetap di rumah sakit.

__ADS_1


"Pak satria, kapan kira-kira Jerry akan bangun?" tanya Gladis kepada satria yang ikut pergi ke ruangan pasien.


"Dokter bilang sekitar empat jam dari efek obat biusnya, Nyonya. nyonya atenag saja. bos akan bangun segera." Satria membaca kekhawatiran yang tersirat di mata calon nyonya bosnya.


"Sepertinya sebentar lagi akan ada pesta besar. aku sangat menantikan hal ini. calon nyonya bos adalah pawang dari macan hutan kami." celetuk bimo tanpa sadar di dengar oleh satria.


satria langsung menyikut tangan bimo hingga anka buahnya itu melipat dalam kedua bibirnya. dan satria lalu terkekeh. dia juga sangat menantikan hal tersebut. dengan adanya gladis di sisis jerry. membuat macan hutan itu akan menjadi jinak dan tidak akan bersikap dingin lagi.


gladis masuk ke dalam ruangan perawatan jerry. sedangkan satria dan bimo menunggu di luar pintu untuk berjaga dan mengatur jadwal untuk penjagaan keduanya.


"Kalian sudah mendengar berita dari yang lain?" hal itu yang di tanyakan lebih dahulu oleh satria kepada anak buahnya.


"Sudah bos. kami mendapatkan kabar kalau nona hazel sudah di ringkus dan sudah dibawa ke rumah Mr. T untuk diinterogasi langsung di sana." jawab anak buah Satria yang diberi tugas untuk informasi.


"kalau begitu, kalian jaga nyonya dan bos di sini. tiga orang berjaga di depan pintu ruangan dan satu orang berjaga di pintu depan. ingat jika ada hal mencurigakan kalian harus sigap menangani. bos dalam kondisi tidak baik. jadi perketat keamanan. dua orang kembali pulang ke markas dan kembali bekerja di jam malam. kalian akan berada di sini bersama empat orang lainnya saat jam malam tiba. penjagaan malam harus lebih ketat lagi." Tegas Satria kepada kelima anak buahnya.


Satria dan bimo langsung pergi untuk menemui Mr. T di rumahnya. Satria tidak akan mebiarkan Hazel lolos. meski dia dalah sepupu dari calon nyonya bosnya dan cucu dari Mr. T. tetap saja hukuman harus berjalan semestinya.


"Siapkan dua anak buah untuk berjaga malam di rumah sakit. dan perbanyak orang untuk menjaga nona hazel di  rumah. kamu juga harus pulang ke rumah setelah urusan kita di rumah Mr. T selesai." perintah satria.


"SIap bos. saya akan pastikanpenjagaan sangat ketat." Bimo menyanggupi perintah dari Satria.

__ADS_1


satria adalah bos kedua bagi dirinya dan dirinya adlaah bos ketiga bagi anak buahnya. mereka pergi menggunakan mobil secepat kilat agar bisa sampai di rumah Mr. T dengan segera.


Gladis yang sedang menunggu Jerry di ruang perawatan medis dengan hangat menatap wajah pria yang begitu dia rindukannya. "Baru kali ini aku melihat wajahmu dari dekat. wajah ini selalu aku rindukan dan selalu ingin aku jumpai. maafkan aku yang tidak pernah mengakui perasaanku kepadamu. aku terlalu merasa tidak sepadan denganmu. aku yang bukanlah wanita dari keluarga berada merasa tak pantas memilikimu bahkan bermimpi untuk berada di sisimu." Gladis menangis sambil menatap wajah Jerry.


__ADS_2