Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 74


__ADS_3

~ Anatara Hukuman dan kasih sayang ~


Satria sampai di kediaman Mr. T. dia langsung menemui Mr. T yang sedang menginterogasi cucunya yang selama ini dia anggap sebagai seorang wanita yang baik-baik.


"Hazel, kenapa kamu melakukan hal itu kepada Gladis? Apa kamu tahu kalau wanita itu adalah cucuku yang asli?" tanya Mr. T langsung tanpa basa basi lagi.


"Paman, tidak mungkin Hazel tahu hal itu. dia dan Gladis berselisih umur tiga tahun. saat Gladis meninggalkan desa ini. usia hazel masih sangat kecil. jadi tidak mungkin dia mengetahuinya." Kertawijaya menatap putrinya dan mengerlingkan satu mata.


kertawijaya tidak mau kalau sampai putrinya mendapatkan kecaman dari pamannya. meski mereka adalah keluarga. bagi Kertawijaya yang mengetahui seperti apa sikap pamannya kalau menyangkut keluarga. Dia tidak mau juga kalau Hazel keluar dari daftar ahli waris pamannya.


"Kalau memang kamu tidak tahu akan hal itu, apa alasannya hanya karena pria yang kamu kejar-kejar selama ini?" tanya Mr. T yang sedang menginterogasi cucunya.


"Benar kakek. Jerry adalah pria yang begitu aku cintai selama ini. aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk berada di sisinya sebagai seorang wanita. aku ingin jerry hanya melihatku bukan melihat wanita lain." Hazel setengah berboohong tentang fakta kalau dia menculik Gladis hanya karena perasaannya kepada Jerry.


Hazel ketakutan karena kakeknya tidak merespon perkataannya. dia sangat takut kalau kakeknya tidak mempercayai segala ucapannya. Hazel masih dalam posisi tangan terborgol dan di depan ruangan Mr. T juga di jaga ketat oleh anak buahnya dan anak buah jerry yang berhasil membawa Hazel.


Mr. T terdiam sejenak sebelum dia memutuskan hukuman apa yang pantas untuk Hazel agar menjadikan efek jera bagi cucunya itu. meski Hazel bukanlah cucu kandungnya, tetap saja dia menyayangi Hazel. Hazel adalah cucu yang telah membuatnya sedikit mengobati rasa rindunya kepada cucu yang selama ini di cari olehnya.


"Permisi Tuan. ada pak satria dan pak bimo yang ingin behrtemu dengan anda dan juga Nona Hazel." Ujar seorang penjaga di depan.


"Biarkan mereka berdua masuk. mereka akan menentukan seprtri apa hukuman yang akan diterima olehmu Hazel." Ujar Mr. T kepada Hazel.

__ADS_1


Ucapan dari kakeknya membuat dirinya tertegun dan tidak percaya kalau kakeknya akan menyerahkan maslah hukuman kepada anak buah jerry yang jelas-jelas akan membuat dirinya masuk ke dalam jeruji besi dan mendekam di sana.


"kakek, aku mau kakek saja yang menentukan hukuman untukku. aku tidak mau mereka yang menentukannya. mereka pasti sangat ingin aku ada di balik jeruji besi. aku mohon kakek. aku mohon jangan buat aku merasakan dinginnya tembok sel tahanan." Hazel begitu memohon kepada kakeknya.


Satria dan Bimo menyaksikan bagaimana Hazel sangat ketakutan masuk ke dalam sel tahanan. itu membuat keduanya menyeringai sangat mengerikan. hal ini yang sedang ditun ggu-tunggu oleh satria dan juga bimo. di saat Hazel memohon pengampunan.


"Maaf, Nona hazel. kami yang akan menentukan bagaimana caranya anda untuk dihukum." Ujar Satria yang begitu senang melihat ekspresi ketakutan di wajah orang yang sudah bermain-main dengan calon nyonya bosnya.


"kakekku adalah kakek dari gladis. jadi ini adalah urusan keluarga bukan urusan kalian semua. kalian tidak berhak menentukan hukuman apa yang panatas aku terima." Teriak Hazel yang terdengar begitu menyedihkan.


"Mungkin jika kamu mengatakan kalau alsan menculiknya karena dia adalah cucu dari kakekmu. kami akan mundur dari urusan hukuman yang akan kamu terima. Namun, sayangnya kamu mengaku karena urusan hati. itu menjadi jelas bahwa kami yang akan menentukan hukuman untukmu." tegas satria yang sedang mempermainkan perasaan takut yang kini dimiliki oleh Hazel.


Satria dan bimo mengetahui dengan jelas bahwa Hazel menyekap Gladis dan Shine bukan karena sekedar urusan hati saja, tapi karena dia tidak mau kalau Mr. T menemukan cucu kandungnya yang selama ini dicari.


"Tidak, kakek aku mohon. berikan aku maafmu. aku akanb berperilaku baik kepada saudara sepupuku itu. aku akan menyayanginya seperti kakek menyayangi aku. aku tidak mau mendekam di balik sel tahanan. aku mohon kakek." Hazel menangkup kedua tangannya dan memohon kepada kakeknya.


"maaf nona Hazel. prioritasmu di sini bukan untuk tawar menawar. kami tidak menerima hal itu. kami akan menindak lanjuti kejahatan yang anda lakukan kepada calon nyonya bos kami." Bimo ikut bicara.


Satria dan bimo pasti sat ini sedang menikmati perannya dalam mengintimidasi Hazel. ini adalah pembalasan yang mereka tunggu-tunggu. akibat dari kelakuan hazel tempo hari di rumah besar bosnya. membuat mereka semua terkena amukan Jerry yang tak terelakkan. Mereka sangat marah karena hal itu. sehingga mereka akan menuntut balas atas kelakuan hazel. dan saat ini adalah waktu yang tepat bagi mereka.


"Saya mohon izin untuk membawa Nona Hazel ke kantor polisi." Satria dan Bimo memegang tangan Hazel dan siap membawanya ke kantor polisi.

__ADS_1


"Tunggu dulu. Hazel apakah kamu menyesal dengan semua perbuatanmu?" tanya Mr. T kepada Hazel.


"Tentu kakek. jika kakek memaafkanku, maka aku akan melepaskan Jerry demi Gladis. aku akan membuat Jerry menjadi milik cucu kakek." Tutur Hazel.


Di dalam kata-kata hazel tersimpan sebuah rencana yang tidak akan orang lain ketahui. dia tidak akan semudah itu melepaskan pria yang dia cintai dan dia agungkan selama ini. Hazel kini mundur untuk luput dari hukuman yang akan diberikan kepadanya oleh anak buah Jerry.


"Biarkan aku yang menghukum cucuku sendiri." minta Mr. T kepada satria dan bimo.


Kedua anak buah Jerry itu terkaget-kaget. sebab dengan mudahnya Mr. Tberubah pikiran. Satria dan Bimo tidak bisa merelakan hal itu.


"Tidak, kami yang akan menghukumnya. dia harus di penjara dalam waktu yang lama sesuai kepurtusan hakim." Ucap Satria.


"Aku tahu hukuman yang tepat untuk hazel!" tutur Mr. T.


"Kalau boleh kami tahu hukuman apa?" tanya satria.


"Aku akan mengurangi nilai sahamnya di perusahaan dan aku akan menutup semua fasilitas untuknya yang selama ini dia nikmati selama dua tahun lamanya." tutur Mr. T.


"Aku akan diskusikan dulu setelah bos kami bangun." ucap Satria.


"Ya aku dengar Jerry mendapatkan luka tembak dari anak buah Hazerl. untuk hal itu aku akan serahkan kepada Jerry. kalian diskusikan saja semuanya dengan Jerry." Mr. T beranjak dari kursi kebesarannya dan pergi meninggalkan mereka semua.

__ADS_1


"Nona hazel, untuk sementara waktu kamu akan di kurung di sebuah ruangan dan tidak ada yang boleh menemuimu." Anak buah Mr. T membawa Hazel keluar dari ruangan Mr. T.


Mereka yang juga berada di ruangan Mr. Tsemua keluar dan ruangan di tutup oleh orang keprcayaan Mr. T. Satria dan Bimo juga keluar dari rumah Mr. T. satria pergi ke rumah sakit sedangkan Bimo pergi ke rumah Jerry yang berada di desa Berilmu.


__ADS_2