Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 45


__ADS_3

~ Takut dan berani ~


Pagi hari telah kembali menyambut seluruh makhluk hidup yang ada di dunia ini. Para umat manusia yang selalu memiliki aktivitas pagi hari, akan bangun pagi dan segera menjalankan tugasnya.


Satria yang juga ikut menjalankan aktivitas sudah siap untuk menanggung semua resiko yang akan dia hadapi pada hari ini.


Satria mengendarai mobilnya menuju ke apartemen yang ditinggali oleh Jerry. dia melewati beberapa bundaran dan masuk ke parkiran sebuah gedung tinggi.


Satria yang seorang pria kuat dan berani masih memiliki rasa takut di dalam dirinya. rasa takut itu adalah menghadapi macam hutan yang kembali bangkit dan lebih ganas dari sebelumnya.


Satria mengetuk pintu apartemen dan tidak ada jawaban. dia lalu membuka kunci pintu apartemen dengan kunci cadangan yang dimilikinya.


Satria membuka pintu dan kembali menutupnya ketika dia sudah masuk ke dalam.


"Kamu sudah datang?" tanyanya.

__ADS_1


Suara yang begitu tenang membuat keberanian satria kembali menciut dan tak tersisa kan lagi. Satria menatap pria yang sudah duduk di atas sofa dengan kesadarannya yang sudah pulih seratus persen.


Satria melangkah maju untuk menanggung semua resiko atas perbuatannya semalam.


"Keluarkan kunci cadangan itu." kata Jerry tiba-tiba.


"Ku-kunci?" Satria bicara dengan gugup.


"Benar kunci. aku memberikanmu kunci cadangan apartemen ini. jadi sekarang berikan kunci itu kepadaku." Jerry meminta kembali kunci apartemen yang dia berikan kepada Satria.


Tangan Jerry sudah menanti satria memberikan kunci itu. Satria dengan sangat ragu mengembalikan kunci yang di pegangnya. dia tidak akan bisa leluasa keluar masuk apartemen Jerry setelah kunci itu tak lagi di tangannya.


Dengan cepat satria mengembalikan kunci itu. Dia tidak mau Jerry semakin marah kepadanya.


"Aku tahu kamu telah membuang semua minuman yang aku punya. Jadi mulai sekarang jangan lagi masuk ke apartemenku tanpa seizin dariku."

__ADS_1


Satria melihat kemarahan dari sorot mata Jerry. Jerry ternyata tahu lebih cepat dari dugaan satria. Satria kira apa yang diperbuatnya akan disadari Jerry saat pulang kerja nanti.


"Kamu tunggu di luar. aku akan segera keluar setelah bersiap untuk ke kantor. aku tidak akan memaafkan dirimu dengan mudah satria."


Ancaman itu seperti mencekik leher satria meski belum terjadi. Dia seakan tidak bisa bernafas seketika setelah mendengar ucapan bosnya. Satria keluar dari ruangan dan menutup pintu apartemen Jerry.


Di dalam apartemen Jerry bersiap untuk pergi ke kantor yang sudah dia bangun sejak lama. Perusahaan yang membuat namanya semakin terkenal dan semakin sukses.


Jerry keluar dari apartemen dan melihat satria ya g sedang berdiri di dekat pintu. Tanpa bicara sepatah katapun. Jerry langsung meneruskan langkahnya.


Mereka berdua berada di dalam satu lift. Dengan sangat takutnya satria sampai *******-***** jemarinya begitu kuat hingga tangannya memerah.


"Aku beri kamu waktu dua puluh empat jam jika kamu tidak menemukan mereka berdua. maka ke-lima anak buahmu akan menerima balasannya." gertak Jerry kepada satria.


Satria hanya bisa mengangguk lesu. Dia tidak tahu harus mencari kemana lagi keberadaan Gladis dan juga shine.

__ADS_1


"saya akan berusaha semaksimal mungkin. saya akan bawa mereka berdua pulang ke rumah." Satria menyanggupi tantangan Jerry.


Hanya dengan begitu dia bisa mempertahankan harga dirinya sebagai bos dan menjaga anak buahnya sebagai seorang teman.


__ADS_2