
~ Kesepakatan ~
Jerry memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan Mr. T dan juga pemberitaan di media sosial mengenai hubungan kekeluargaan anatara dia dengan Hazel yang katanya adalah cucu perempuan tunggal Mr. T. Jerry memerintahkan kepada Bimo dan juga kepada satria untuk mencari tahu semua itu. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan membangun bisnis dan juga dia tidak mau pergi jauh dari wanita yang membuat hatinya selalu begetar.
"Kalian harus melakukannya dengan cepat karena saya mau semua selesai dan jelas hari ini juga. jangan gegabah dan jangan sampai kehilangan sedikitpun berita tentang mereka. aku juga akan segera menghubungi Mr. T agar bisa menemuinya. karena jika tidak pasti akan ada pihak lain yang mengacaukan rencana kita. pastikan hari ini kalian selesaikan semuanya. karena aku harus menepuk dua perahu sekaligus dalam kasus kali ini." Jerry bicara sambil memicingkan matanya.
Dia tidak ingin kehilangan apa yang sudah dia upayakan dan sudah dia kejar. Dia akan segera menyelesaikan semua ini lalu kembali ke rencana awalnya. Jerry adalah orang yang sangat berambisi akan bisnisnya. Dia juga tidak mudah melepaskan apa yang sudah ada di genggamannya.
Satria dan bimo langsung bergerak. mereka berdua akan mengupayakan hal yang terbaik agar bisa mendapatkan informasi itu secepat mungkin. mereka tidak mau apa yang mereka sudah kerjakan dengan sangat keras berlalu begitu saja.
Satria langsung mengerahkan anak buahnya yang tersebar di berbagai tempat untuk mencari informasi terkait hubungan kekekluargaan dari Mr.t dengan Hazel, wanita yang telah di tolak mentah-mentah oleh bosnya.
"kerjakan dengan benar, dan usahakan sudah ada infoarmasi sebelum sore, karena aku tahu Mr. T hanya akan menemui orang sesudah matahari tenggelam jadi usahakans emua rampung sebelum waktunya." pinta satria kepada Bimo.
Bimo langsung bekerja. Dia mengerahkan anak buahnya untuk memncari tahu informasi apapun yang tekait dengan keluarga Mr. T. mereka akan mencari tahu di dalam desa mauoun di desa dekat perbatasan. BImo yakin Mr. T adalah orang yang cukup terkenal karena hanya dia orang terkaya di desa berilmu. Mr.T adalah satu-satunya peilik tanah terluas di desa berilmu.
"Kalian harus bertanya sebanyak mungkin dan kalian juga haris mengumpulkan informasi sekecil apaun jadi dugaan itu bisa sangat berguna bagi bos. ingat jagan memicu keributan dan jangan juga membuat mereka curiga. Lakukan secara natural mungkin." Bimo mengerahkan seluruh anak buahnya yang ada di dalam desa dan di luar desa.
Satria sangat sadar dengan keadaan ini. Keadaan ini akan bisa membuat jerry dalam masalah. Jerry pasti akan dipaksa untuk keluar dari desa jika Mr. T sudah mengerahkan anak buahnya. Dia tidak mau apa yang sudah di dalam genggaman bosnya terlepas begitu saja.
Sesuai dengan apa yang menjadi dugaaan satria. Mr. T sedang merencanakan untuk mengusir Jerry dari rumah yang telah di beli dan dari desa berilmu. . Mr. T merasa kecewa. Dia merasa telah di bohongi oleh Jerry dan dia merasa telah melewati sesuatu saat mencari tahu sepertiapa Jerry. Dia tidak menyelidiki siapa saja orang yang memiliki hubungan dekat dengan pria itu.
"Bisa-bisanya dia memberikan citra yang sangat baik di depanku dan mengacaukan pikiranku dengan apa yang dia presentasikan di depanku." Mr. T mengepal kedua tangannya sangking marahnya.
Mr. T mendapatkan sebuah surat anonim yang menyatakan kalau Jerry ingin membuat sebuah tempat rahasia yang berhubungan dengan rumah bordir karena dia memiliki seorang wanita malam di sisinya. Sebab itulah Mr. T ingin membatalkan kesepakatan penjualan tanahnya dengan Jerry. Dia tidak mau jika tanah itu jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mr. T terkenal dengan sangat keras terhadap tanah yang dia miliki di desa itu. Dia ingin melepas tanah itu karena ingin berhenti berjuang mencari sesuatu yang selama ini selalu dia cari sepanjang hidupnya.
Mr.T mendapatkan pesan kalau Jerry ingin bertemu dengannya. Lalu dia mengizinkannya. Dia juga ingin mengetahui kebenaran dari mulut Jerry. Mr. T memang kesal , tapi dia tetap ingin mendengarnya sebelum kembali memutuskan semuanya.
"Kakek." Hazel menemui Mr. T di ruangannya.
"Hai, sayang. Tumben kamu ke kantor kakek?" tanya Mr.T menyambut kedatangan Hazel di ruang kerjanya.
"Kek, bisakah aku bekerja di perusahaan kakek? Aku ingin belajar caranya berbisnis dan aku juga ingin belajar caranya mengelola perusahaan." Hazel tiba-tiba mengungkapkan keinginannya yang tak terduga.
"Benarkah? benarkah kamu ingin belajar berbisnis dan bekerja di sini?" tanya Mr.T.
"ya benar Aku ingin belajar. suatu hari aku akan menjadi pimpinan dari perusahaan ini." Hazel bicara dengan sangat percaya diri.
Hazel mendekati kakeknya dan bersandar. "Kakak percaya kan kalau aku bisa menjadi pimpinan dari perusahaan kakek?"katanya dengan manja.
"ya kakek percaya kepadamu. kakek harap kamu bisa menjadi seorang pimpinan yang baik. kalau memang kamu ingin bekerja di sini, besok kamu datang ke kantor kembali dan kamu akan tahu, di mana kamu bisa belajar menjadi seorang pemimpin yang baik. dan menjadi seorang karyawan terbaik." Mr. T tersenyum kepada cucunya.
__ADS_1
Hazel juga ikut tersenyum dan dia langsung memeluk kakek yang begitu ia cintai. "besok aku akan kembali dan aku akan menerima setiap keputusan kakek. aku yakin keputusan kakek dan yang terbaik untukku."
Hazel begitu piawai dalam membujuk kakeknya untuk mendapatkan setiap apa yang dia inginkan. Mr. T juga selalu mewujudkan apapun yang Hazel inginkan.
hari semakin sore dan Mr. T sedang menunggu kedatangan seseorang dan dia sangat ingin mengajukan banyak sekali pertanyaan kepadanya.
"kalian sudah memberitahukan kepadanya kalau aku menerima permintaan pertemuan ini?" tanya Mr. T.
"sudah Tuan Thomas. kami sudah mengirimkan pesan balasan untuknya. dia juga sudah mengkonfirmasi bahwa akan datang sore ini." ujar Gibran.
Gibran adalah orang kepercayaan dari tuan Thomas. Gibran bekerja dengan Tuan Thomas di mana Tuan Thomas masih belum menjadi sosok yang kuat seperti saat ini.
Gibran yang usianya terpaut dua puluh tahun darinya. sangatlah setia kepadanya. Gibran adalah seorang pria yang sangat mengagumi sosok Tuan Thomas. dia mengikuti kemanapun langkah Tuan Thomas pergi. sehingga Tuan Thomas begitu percaya kepadanya dan mengangkatnya menjadi asisten pribadinya.
"Tuan sepertinya mereka datang." Gibran membukakan pintu untuk sosok yang sedang ditunggu oleh Tuan Thomas.
"selamat sore Mr. T." Jerry sedikit membungkukkan tubuhnya.
"selamat datang pak Jerry. silahkan duduk." Mr. T mempersilahkan Jerry untuk duduk.
"Terima kasih." Jerry duduk.
"Benar. Saya ingin menjalankan kepada anda mengenai situasi yang begitu mempengaruhi keputusan anda atas tanah itu." Jerry juga langsung menjurus ke inti pembicaraan.
"Jadi apa kamu bisa jelaskan maksud dari surat ini?" tanya Mr. T kepada Jerry.
Jerry mengambil surat yang diberikan oleh Mr. T kepadanya. Dia membacanya dan matanya langsung membulat sempurna. Jerry tidak menduga adanya sebuah surat anonim ini.
"Kenapa? kamu terkejut setelah membacanya?" tanya Mr.T dengan senyuman tipis seakan mengejek Jerry.
Jerry menarik nafas panjang. dan mencoba mengontrol emosinya. dia tidak mau mengacaukan semua rencana yang telah dia susun sebelum datang ke kantor Mr. T.
"Sebelumnya mohon untuk saya menjelaskan tentang isi surat ini." Jerry meletakkan kembali surat itu di atas meja.
"Silahkan." Mr. T memberi kesempatan untuk Jerry memberikan penjelasan.
"Wanita itu bukan seperti yang anda pikirkan. Dia memang bekerja di rumah bordir dan temannya adalah seorang wanita yang memiliki usaha itu. Hanya saja dia bukan wanita yang menjajakan tubuhnya untuk di cicipi oleh pria hidung belang. dia wanita yang bersih dan sangat menghormati dirinya sebagai seorang wanita." Jerry menjelaskan.
"Kalau dia bukan wanita malam. lalu apa pekerjaannya dia di sana? penyaji bir? pelayan?" tanya Mr. T.
"Dia seorang penari. yang bekerja hanya untuk menghibur dengan menari saja. saat menari juga dia memakai pakaian yang sangat sopan tanpa memperlihatkan belahan tubuhnya. Saya mencarinya dan mengeluarkannya dari sana karena dia telah di khianati suaminya saat akan melahirkan. mungkin anda tidak perlu tahu masa lalunya yang pahit. anda hanya perlu tahu dia hanya seorang penari saja." Jerry menegaskan pekerjaan Gladis yang menjadi sosok yang dipertanyakan oleh Mr. T karena surat itu.
__ADS_1
"Kamu yakin? atau kamu hanya sedang berkelit saja? saya tidak ingin dibohongi oleh siapapun. tanah itu saya jaga dengan baik seperti anak saya sendiri karena desa itu adalah desa yang begitu berharga untuk saya." Mr. T menegaskan kembali tentang tanah itu kepada Jerry.
"Saya mengerti Mr. T. makanya saya ingin bertemu dengan anda hari ini. Saya mengetahui identitas anda sebenarnya. Saya tahu anda sedang mencari seseorang bukan?" tanya Jerry dengan menaikan satu alisnya.
"Bagaimana kamu bisa tahu hal itu?" tanya Mr. T kepada Jerry.
"Saya bukanlah seorang pebisnis yang amatir atau pebisnis yang asal dalam hal apapun. saya lebih suka mencari tahu sebelum memulai sebuah kerjasama." Jerry tersenyum tipis.
Mr. T menjadi semakin terpukau dengan kepintaran Jerry. namun, dia tidak bisa begitu saja menelan bulat-bulat apa yang dibicarakan oleh Jerry.
"Anda tahu apa atau membawa informasi apa?" tanya Mr. T.
"Tentang keluarga anda yang sedang anda cari selama dua puluh tahun ini. benarkan? cucu perempuan anda. itulah mengapa ruangan ini sangat identik dengan ruangan wanita." Jerry menyeringai.
"Saya, sedang mencari keberadaannya. Tunggu saja dua sampai tiga hari. jika anda bisa membuat tanah itu menjadi milik saya. akan saya bawa cucu perempuan anda kehadapan anda." Jerry membuat kesepakatan dengan Mr. T menggunakan apa yang telah diinformasikan oleh Bimo kepadanya.
"Dua hari. kalau kamu tidak bisa membawanya, kamu keluar dari rumah itu dan menyerah dengan tanahku."
Jerry menatap kepada Mr. T dan akhirnya menyambut tangan yang diulurkan oleh Mr. T kepadanya.
"Kita sepakat." Ujar keduanya.
Jerry kembali menatap Mr. T dan sedikit tersenyum. Dia lalu teringat tentang informasi dari Satria mengenai hubungan Hazel dengan Mr. T.
"Satu lagi. Saya ingin anda berhati-hati dengan keponakan dan anaknya yang sudah anda anggap seperti cucu sendiri. Saya sangat mengenal watak dari Hazel. karena saya terlah banyak direpotkan oleh wanita itu."
"Saya bukan ikan yang harus diajarkan bagaimana caranya berenang." Mr. T menyeringai.
Pertemuan mereka selesai pada kesepakatan yang memberikan Jerry kesempatan untuk mencari cucu perempuan yang sedang dirindukan oleh Mr. T. dengan kesepakatan itu dia bisa memiliki tanah itu kembali.
Jerry segera menghubungi Bimo untuk bergerak mencari tahu semuanya. Sedangkan satria sedang bersamanya menuju pulang ke rumah.
Jerry dan satria berjalan beriringan dengan langkah yang begitu percaya diri dan sangat menawan. Mereka pria tampan yang banyak di kenal orang. sehingga beberapa karyawan dari Mr. T begitu senang bisa bertemu dengan seorang pengusaha yang ketenarannya melebihi selebritis.
Jerry dan Satria juga langsung menjalankan rencana kedua mereka.
"Kamu buat mereka berpihak kepada kita." Perintah Jerry kepada satria.
Dengan cepat satria langsung menebar pesonanya yang membuat para wanita jatuh hati kepadanya. Dia langsung membisikkan sesuatu di telinga mereka dan membuat wanita-wanita itu mengangguk menyanggupi semua yang di perintahkan oleh Satria.
Selesai semua urusan mereka berdua. Jerry dan satria langsung mengendarai mobilnya untuk pulang kerumah dan merayakan setengah kemenangan mereka.
__ADS_1