
~ Hari bahagia yang berduka ~
Jerry mencari Gladys dan juga sains yang ada di tangan Hazel. Jerry mencari mereka di rumah hazal namun sayang di sana tidak ada orang satu pun.
"gimana kira-kira dia membawa mereka berdua? pikiran Aku benar-benar buntu." keluh Jerry.
"ponsel Bu Gladys juga tidak di bawa. jadi kita tidak bisa melacak keberadaannya." ujar Satria.
"hubungi yang lain suruh mereka untuk mencari di manapun keberadaan Hazel dan Gladys. jika memang tidak ada yang menunjukkan keberadaan Gladis minta mereka untuk mengikuti Hazel. pasti kita akan bisa menemukan Gladys dan shine." titah Jerry.
semua yang sudah jadi rencanakan bisa terhambat karena ulah Hazel. Jerry mau memberikan Gladys kejutan. Jerry yakin kalau Gladys akan sangat senang ketika bertemu kembali dengan kakeknya.
gladis yang sudah lama tidak bertemu dengan kakeknya. pasti menyimpan kerinduan yang begitu besar di dalam hatinya. bagaimanapun seorang cucu pasti merindukan sosok kakek yang selama ini tidak pernah ia temui.
"apa kita harus memberitahukan kepada Mr.T, mengenai apa yang telah terjadi kepada Bu Gladis?" tanya satria.
"tidak perlu. hasilnya belum keluar. tidak mungkin kita melibatkannya ketika hasilnya belum pasti." ujar Jerry dengan pikiran menerawang.
Jerry sedang memikirkan bagaimana mencari jejak Gladis dan shine. karena dia tidak bisa menemukan kemana kemungkinan Hazel membawa Gladis dan shine. Jerry juga belum mendapatkan kabar dari anak buahnya mengenai pencarian mereka. Ditambah dia juga belum mendapatkan informasi mengenai hasil DNA apakah cocok atau tidak. Jerry hanya berharap hasilnya sesuai dengan dugaan dan juga sesuai dengan apa yang sudah dia usahakan.
"Pak, ada telepon dari pak Wihardja." Satria memberikan telepon genggamnya kepada Jerry.
"Disaat seperti ini ada apa papa menghubungiku?" gumamnya nyaris tak terdengar oleh siapapun.
__ADS_1
"Halo." Jerry menjawab telepon dari papanya.
"Kamu lagi ada dimana? segera datang ke rumah papa. ada hal penting yang harus kita bicarakan." Wihardja meminta Jerry pulang.
"Maaf, aku sedang sibuk." Tolak Jerry.
"Jerry, ini tentang pertunangan kamu dengan Hazel. Kakek Hazel sudah menyetujui pertunangan kalian. Kalau keluarga kita bersatu pasti bisnis kita akan semakin kuat." Wihardja sudah tidak sabar lagi menghadapi sikap putranya.
"maaf, Pah. memperkuat bisnis bukan hanya dengan menyatukan dua keluarga. aku tidak suka pernikahan yang berhubungan dengan bisnis. lagi pula kita tidak akan mendapatkan apa-apa dengan menikahi wanita pilihan papa." Jerry menutup teleponnya.
Dia memberikan kembali telepon genggam milik satria dan selama perjalanan Jerry hanya diam karena kesal.
Wihardja memang belum mengetahui apapun tentang Hazel dan juga Kertajaya. Jerry juga tidak berniat untuk memberitahukannya. baginya lebih menyenangkan ketika papanya mengetahui sendiri dan juga dia sangat senang melihat kekalahan papanya. Bagi Jerry papanya terlalu ceroboh dalam hal apapun. apalagi dalam hal menilai wanita.
"Pria itu sudah berumur, tapi tetap saja pikirannya tidak maju dan mudah untuk diperalat oleh orang lain. dia pikir Kertajaya menikahkan anaknya denganku untuk memberikan keuntungan kepada keluarga kami? dia benar-benar tidak tahu tentang apapun yang terjadi di sekelilingnya. pantas saja dia mudah tertipu oleh kupu-kupu malam." umpat Jerry tentang papanya.
Bagi Jerry kehidupan yang di berikan oleh keluarga tidak bisa membuat dirinya menjadi orang yang maju, mandiri dan bisa berpikir praktis. Jerry memulai bisnisnya sendiri dia mulai belajar cara berdagang sejak duduk di sekolah menengah atas dan mulai merambah ke bisnis yang serius saat dirinya duduk di bangku kuliah hingga sukses seperti saat ini.
Sebagai seorang pebisnis Jerry sadar betul semakin sukses, semakin ada banyak orang yang iri dengki dan ada juga yang ingin memanfaatkan kesuksesan mereka demi kehidupan yang nyaman.
...****************...
Mr. T membuat semua menjadi lebih cepat. Dia meminta kepada laboratorium yang dia percayakan dalam hal tes DNA. Sudah banyak gadis muda berusia dua puluh tahunan yang dia cocokkan dengan DNA-nya. namun, nasib baik belum berpihak kepadanya. Mr. T berharap kali ini takdir berpihak kepadanya.
__ADS_1
"Kalau memang dia bukan cucuku. maka ini adalah pencarian terakhirku. Aku akan merelakannya dan hanya akan bertemu dengannya melalui doa. aku harap dia selalu bahagia dan hidup dengan nyaman." Mr. T pasrah dengan keadaan dan hanya ingin yang terbaik untuk cucunya dimana pun berada.
Mr. T selalu memiliki anak buah yang setia kepadanya. Dia merawat dengan baik anak buahnya dan juga sering kali memberikan pemahaman akan nilai kebaikan. dia lebih sering mempekerjakan orang-orang tidak mampu dan menyekolahkannya hingga ke perguruan tinggi. dia juga mempekerjakan mereka bukan hanya sebagai bodyguard, akan tetapi sebagai karyawan di beberapa perusahaannya. dia menciptakan anak buahnya sendiri untuk memajukan perusahaan.
"Ini hasilnya, Pak." petugas laboratorium memberikan hasil tes DNA.
Mr. T mempersiapkan diri untuk membuka hasil laboratorium itu. Jantungnya berdebar seakan mau lompat dari posisinya. Perlahan dia menggerakkan tangannya sehingga kertas itu terbuka sedikit demi sedikit. Mr. T juga memejamkan matanya dan membukanya perlahan. dia tidak kuat jika kenyataannya tidak sesuai meski dirinya sudah pasrah dan ikhlas.
"Cocok? hasilnya 99.99 persen cocok? aku sedang tidak bermimpi bukan?" Mr. T terperanjat sekaligus sangat terharu dengan hasilnya.
"Selamat, Pak. hasilnya sesuai dengan harapan. DNA-nya cocok dan itu artinya dia benar adalah cucu anda." Petugas laboratorium itu sangat senang. Sebab dalam setahun dia dulu bisa mencocokkan DNA sebanyak dua puluh empat kali dan hasilnya tidak pernah sama.
Mr. T langsung keluar dari ruangan laboratorium dan dia langsung meminta anak buahnya menghubungi pihak Jerry.
"Katakan kepadanya kalau aku ingin bertemu." Mr.T berharap untuk bertemu dengan cucunya.
"Pak, ada kabar buruk." kata asisten pribadi Mr. T.
"Kabar apa?" tanya Mr.T dengan wajah tegang.
"Wanita yang DNA nya cocok dengan anda. Dia telah di culik oleh Nona Hazel. Infonya pak Jerry sedang mengejar dan mencarinya." jelas asistennya.
"Hazel cucuku?" tanya Mr. T memastikan.
__ADS_1
"Sepertinya begitu. Sebab dia bilang anda mengenalnya."
"Disaat aku sudah menemukan dia. Ada lagi rintangan yang harus aku lalui. Benar-benar bahagia dengan kesedihan selalu berdampingan dan sulit dipisahkan." Mr. T begitu terguncang dengan keadaannya.