Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 24


__ADS_3

~Menemukan~


Semua bergerak dengan sangat cepat, beberapa orang sudah berjaga disekitar, mereka sudah memberi kabar kepada Satria.


"Berjaga, jangan lengah terus awasi mereka." Satria memberi perintah.


Satria menutup teleponnya dan segera mengincar Jaka dengan Jerry.


Selama perjalanan Jerry terus meremas jemarinya, itulah yang dilakukan Jerry ketika harus menahan emosinya.


"Kita akan segera menemukah, Shine," kata Satria.


"Setelah menemukai Shine, aku akan pastikan dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan putrinya lagi, dulu dia menyia-nyikan, sekarang dengan arogannya dia ingin memiliki Shine." Jerry terdengar bersungguh.


Lagi-lagi Satria kebingungan dengan sikap bosnya yang begitu mengkhawatirkan anak ornag lain, tapi disatu sisi dia juga lega, mungkin ini adalah jalan untuk bosnya melepas masa lajang.


"Aku akan membantumu menemukan jalanmu bos." Satria melihat Jerry dari kaca tengah mobil.


Menemani Jerry setiap hari sudah menjadikan Satria seperti pengasuh Jerry, dia harus memahami Jerry, harus menenangkan Jerry dan harus selalu menjadi tempat amarah Jerry.


.


.


"Naura, mengapa mereka sangat lama?" tanya Gladis.

__ADS_1


"Sabar, mencari orang bukanlah hal yang mudah, pasti akan memakan waktu,"kata Naura.


"Kak, aku mendapat kabar." Nick masuk ke dalam rumah.


"Apa Nick?" tanya Gladis.


"Mereka sudah menemukan Jaka." Nick memberi kabar gembira.


Senyuman langsung merekah di bibir Gladis, dia juga menitikkan air matanya. "Syukurlah, aku ingin segera memeluk putriku."


Naura ikut bahagia, kebahagiaan sahabatnya juga kebahagiaannya dna kesedihan sahabatnya adlaah kesedihannya, Naura selalu bisa memahami kondisi Gladis, pertemanan yang mereka jalin cukup lama, membuat mereka saling memahami satu sama lain.


.


.


"Kalian jaga di sana, dan kalian jaga di arah timur, jangan sampai dia membawa kabur putriku." Titah Jerry.


Mereka bergerak dengan cepat, menjaga setiap titik agar target tidak bisa merencanakan kabur.


"kita juga harus tetap berjaga, Satria sebaiknya kamu dan aku memasuki pintu rumah, aku akan mencari Shine dan kamu tahan Jaka dan kekasihnya." Jerry dan Satria mulai bergerak maju.


Sampai di depan pintu, Jerry langsung mendobraknya tanpa ampun, dia sudah sangat gemas, dia tidak akan pernah membuat Jaka memiliki Shine.


"Kalian lagi?" kata Jaka yang mengenali wajah Jerry dan anak buahnya.

__ADS_1


"Kembalikan putriku." Pinta Jerry santai.


"Putrimu? hei pria kaya, kenapa kamu bisa bilang dia adalah putrimu? apa kamu pernah tidur dan bercinta dengan istriku?" tanya Jaka dengan sangat tidak sopan.


"Jika iya, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Jerry dengan melangkah ke depan.


"Tidak mungkin, aku kenal siapa istriku, dia tidak akan tidur dengan pria lain." Tandasnya.


"Oh ya? istrimu benar-benar menjaga kehormatannya demi suaminya yang selingkuh di belakangnya." Jerry mengepal kesal.


Jerry berhadapan dengan Jaka." Dengar, maudia putriku atau putrimu, satu hal yang pasti, dia akan tetap menjadi putriku, dan istrimu akan menjadi Ratu di istanaku."


"Cih ... beruntung sekali si Gladis, bisa-bisanya pria kaya ini begitu mengincarnya, sungguh nasib baik memihaknya." Iri Mely ketika melihat begitu gigihnya Jerry inin menjadi ayah Shine.


"Satria ringkus dia." PErintah Jerry dan langsung di laksanakan oleh Satria.


Dengan cepat Jerry menangkap tubuh bayi mungil yang mencuri hatinya.


"Jangan menangis sayang, Daddy sudah ada di sini." Jerry mengecup Shine dan bayi itu berhenti menangis.


Betapa terkejutnya Jaka melihat Shine yang tidak menangis digendongan pria yang bukan ayahnya.


.


.

__ADS_1



__ADS_2