
~ Dua pria ~
Jerry keluar dari kamarnya dan dia melihat kalau Satria sedang menyiapkan menu untuk mereka sarapan pagi.
"Satria, buat sarapan untukmu dan Bimo saja. saya mau makan masakan Gladis saja." Jerry melenggang meninggalkan dapur.
Satria mengerti betapa begitu cintanya Jerry kepada Gladis dia memberikan kesempatan untuk bosnya agar bisa mengejar cinta pujaan hati.
"Sepertinya aku harus menghubungi Naura. dia pasti sangat mengkhawatirkan Gladis. meski dia tidak bisa kemari, tapi tetap setidaknya dia tahu kabar baik tentang sahabatnya."
Satria menghubungi Naura dan langsung di sambut dengan baik oleh Naura.
"Halo, apa ada kabar baru tentang Gladis?" tanya Naura yang sangat menantikan kabar tentang sahabatnya.
"Kamu tenang saja. kami sudah menemukan Gladis di rumah neneknya di desa berilmu. dia dalam keadaan yang sangat baik-baik saja. kamu tidak perlu khawatir lagi." Jelas Satria saat bicara lewat telepon.
Naura sangat lega. Dia kini bisa bekerja dengan normal lagi seperti. sisanya tanpa beban dan tanpa kecemasan yang terus mencekiknya hingga sulit untuk bernapas lega.
"Terima kasih, satria. kalian memang orang-orang baik yang bisa diandalkan." Naura sangat bersyukur Gladis di kelilingi oleh orang-orang baik.
"Kamu juga harus menjaga dirimu. jangan terlambat makan dan jangan banyak bergadang. Sampai ketemu lagi setelah kamu bisa membawa calon nyonya bos pulang ke Jakarta." Satria menutup sambungan teleponnya.
__ADS_1
Naura begitu senang dengan kabar yang di sampaikan oleh Satria. bukan hanya tentang Gladis yang membuatnya senang. ada hal lain yang membuat naura hatinya berbunga-bunga.
"Ada apa kak? sepertinya kakak sangat senang." tanya Nick.
"Tentu aku senang. Gladis dan shine sudah di temukan. ternyata mereka tinggal di desa berilmu karena nenek dan kakeknya berasal dari sana. aku tidak pernah tahu akan hal itu. begitu banyak hal ternyata yang tidak dia ceritakan kepadaku. aku harap dia tetap bahagia di sana. aku akan menunggunya pulang ke Jakarta." senyum Naura.
Nick ikut lega dan tersenyum lebar. apa yang membuat kakaknya khawatir sudah ditemukan dan kini mereka bisa kembali seperti biasanya.
"Kak, tapi kenapa kamu cegukan?" tanya Nick yang mendengar Naura sejak tadi cegukan.
"Ah, tidak apa-apa. hanya kurang minum saja. sudah sana cepat kembali bekerja. aku mau membereskan beberapa pembukuan yang belum aku selesaikan beberapa hari lalu karena khawatir kepada sahabat ku tersayang." Naura pergi dengan cegukan yang menemaninya.
Nick merasa aneh. sebab kakaknya jika cegukan pasti ada sesuatu yang membuatnya senang berlebihan.
Nick dan Naura kembali kepada pekerjaan mereka. sedangkan satria yang tadi baru saja menelepon Naura mendapati suara yang bising dari luar rumah mereka.
"Bim, ada ribut-ribut apa di luar?" tanya Satria.
"Saya juga tidak tahu, pak. Sebaiknya kita lihat saja." Bima dan satria beranjak dari kursi makan dan berjalan menghampiri kaca.
Bima dan Satria melihat ke luar kaca dengan perasaan yang cukup kesal sebab kelakuan seseorang di luar sana.
__ADS_1
"Kamu tahu, dia adalah calon istriku. Aku akan menjadi Daddy sungguhan untuk Shine. siapa kamu yang berani-beraninya, merayu calon istriku?" Jerry bertanya dengan perasaan kesal.
"Calon suami? calon suami apa? aku tanya kepada Gladis kalau dia tidak memilikinya. ah, itu pasti hanya karangan kamu saja. kamu pasti terlalu banyak berkhayal kalau Gladis menerima mu."
"Berkhayal katamu? aku tidak berkhayal. kami hampir saja menyatukan rasa cinta kami berdua. hanya saja krikil kecil muncul dan membuat ke salah pahaman diantara kami." Jelas Jerry dengan wajah murung.
"Halah, itu pasti karena kamu tidak bisa menjadi pria yang gagah dan bertanggung jawab. makanya Gladis pergi dari mu. pria yang payah memang tidak pantas di cintai." sungut Aldi.
Aldi dan Jerry terus adu mulut membuat Gladis bingung bagaimana caranya melerai mereka berdua. Gladis sudah meminta mereka berhenti sejak tadi, tapi diacuhkan oleh dua pria itu.
Satria dan Bimo akhirnya keluar dari dalam rumah karena tidak mau terjadi keributan yang lebih dari sekedar adu mulut saja. mereka tahu tempramen dari bos mereka.
"Payah katamu? kalau bicara jangan sembarangan ya." Jerry hampir mau menghampiri Aldi.
Satria dan Bimo langsung menghalanginya dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Maaf, maaf telah terjadi keributan." Satria berulang kali meminta maaf kepada Gladis yang wajahnya sudah memerah.
Gladis menahan marahnya kepada Jerry dan Aldi yang bertengkar di depan rumah mereka ketika bertemu tadi. Jerry membuat keributan terlebih dahulu dan Aldi merasa tersinggung dengan ucapan Jerry.
Aldi tidak senang ketika Jerry bilang pria itu harus memiliki segalanya sebelum memiliki wanita agar bisa melindungi wanita. Sedangkan Aldi merasa kalau ingin memiliki wanita cukup dengan perasaan yang tulus mencintainya. Jerry tidak setuju dan terjadilah adu mulut diantara kedua pria dewasa itu.
__ADS_1
Gladis langsung membereskan semua barang dagangannya yang sudah hampir habis. dia tidak mau bertemu Jerry maupun Aldi yang membuat kepalanya pusing di pagi hari.
"Dua pria itu, sudah dewasa tapi kelakuannya masih saja seperti anak kecil." decak Gladis sambil memasukkan semua barang ke dalam rumah. lalu dia mengunci pintu rumah setelah semua selesai dirapihkan.