
~ Tetangga Baru ~
Malam ini Jerry tidak bisa tertidur dengan sangat pulas. dia terus memikirkan Shine yang sedang sakit dia merasa kalau sebaiknya shine segera di bawa ke rumah sakit. dia takut sekali kalau nanti terjadi sesuatu kepada bayi mungilnya.
Dia menghubungi seseorang yang ada berada cukup jauh darinya. dia ingin memastikan sesuatu sebelum akhirnya dia tertidur. Dia akan sulit tidur jika mengalami kecemasan yang mendalam.
"Halo, apa dia masih tertidur atau dia rewel? apa dia masih mengalami demam atau sudah lebih baik?" serentetan pertanyaan dia ajukan.
"Dia masih tertidur dan juga dia sudah jauh lebih baik. demamnya sudah turun dan dia sudah mulai mengeluarkan keringatnya. teleponmu yang mungkin akan membuatnya terbangun dan menangis lagi." Ujar Gladis.
"Maafkan aku. kalau begitu hubungi aku jika sesuatu terjadi lagi. aku berada tidak jauh dari desa dan ada anak buahku juga di sekitar sana. kalau begitu aku tutup dulu teleponnya." Ujar Jerry dengan hati yang sudah lega.
Gladis yang habis menerima panggilan telepon dari Jerry langsung memperhatikan ponsel yang ada dia genggam.
"Sejak kapan dia mengetahui nomor teleponku yang baru? apa jangan-jangan dia ...," Gladis memikirkannya sejenak.
Dia kini ingat, sejak shine berada di ruangan perawatan medis. Jerry yang memegang tas serta ponsel miliknya. Sudah pasti Jerry menyimpan nomor teleponnya di sana.
"Calon suami?" Gladis baru menyadari kalau nama kontak di ponselnya tertulis calon suami.
"Orang ini benar-benar membuatku kesal. Aku harus bagaimana lagi menanggapinya. dia bahkan tidak memiliki rasa bersalah sedikitpun."
Gladis kembali mengingat kejadian yang terjadi di rumah Jerry saat Hazel pergi ke sana dan membuatnya angkat kaki dari rumah yang sudah membuatnya nyaman.
__ADS_1
Gladis meletakkan ponselnya dan dia merebahkan kembali tubuhnya di samping sang putri. Gladis memejamkan mata dan berharap besok pagi semua akan kembali membaik.
Jerry yang sudah mengetahui kondisi shine yang semakin membaik, membuat dirinya bisa tidur nyenyak malam ini. Dia ingin bangun pagi dan melihat kembali kondisi shine.
Jerry yang sudah tertidur lelap tadi malam membawanya kepada kondisi yang sangat bugar di saat matahari terbit. Jerry langsung pergi ke kamar mandi dan membuat tubuhnya lebih segar lagi. Dia lalu bersiap untuk kembali mengunjungi Gladis dan shine.
"Aku sepertinya harus membawakan sarapan pagi untuk mereka. Aku aka membelinya." Jerry keluar dari kamar hotel dan terus mengotak-atik ponselnya.
"Dimana ada penjual sarapan yang sehat di sini?" tanyanya kepada diri sendiri sambil mencari sesuatu di ponselnya.
Bruk
Tak di sangka dia menabrak seseorang hingga ponsel mereka berdua terjatuh.
"Tante Mariska." Jerry sangat senang melihat Tante dari pihak ibunya.
"Hai, apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Tante Mariska kepada keponakan satu-satunya itu.
"Aku menginap di sini dan aku juga sedang melakukan perjalanan bisnis di sini." jelasnya kepada sang Tante.
"Waaaw. sepertinya berita tentangmu yang sukses menjadi seorang pengusaha benar adanya. Aku ikut senang dengan kondisi ini. aku bahagia atas pencapaianmu." puji Mariska kepada keponakannya.
"Tante sendiri di sini?" tanya Jerry sambil melihat sekeliling tantenya.
__ADS_1
"Tante bersama Jenny, tapi dia sekarang sedang pergi. sejak pagi dia terus ribut karena kembali ke kampung halaman papanya." Cerita Tante Mariska.
"Hem, aku baru ingat kalau om adalah orang desa berilmu. Wah sepertinya aku akan sering mengunjungi Tante." Jerry tertawa kecil.
"datanglah kapanpun kamu ada waktu. Tante tinggal di hotel nomor 303. Pastikan kamu mampir dan bertemu dengan anak nakal itu." Tante Mariska ikut tertawa.
Mereka berdua pun berpisah dan Jerry kembali melanjutkan perjalanannya menuju desa berilmu.
Jerry yang sedang memperhatikan Gladis dari balik pohon melihat Gladis seperti terhuyung ketika ingin membawa barang ke dalam rumahnya.
Jerry langsung menghampiri dan membawanya ke dalam rumah. Dia meminta anak buahnya menjaga Shine. Jerry mengoleskan minyak angin di dahi dan di area sekitar hidung.
"Kalian segera bawa beberapa barang ku. Rumah untukku sudah siap bukan?" tanyanya.
"Sudah siap, pak. Kami sudah menerima barang-barang yang bapak perintahkan. kami juga sudah menatanya di dalam rumah." Jawab bima.
"Kalau begitu aku akan segera pindah hari ini juga. kalian akan ikut tinggal di sana bersamaku. suruh satria segera kemari. banyak hal yang harus kamu bicarakan." Kata Jerry memberi perintah.
"Kenapa kamu ada di sini lagi?" tanya Gladis yang sudah sadarkan diri.
"Aku melihatmu pingsan. sebagai seorang tetangga kita harus saling membantu dan menjaga. benar bukan?" tanyanya sambil mendelik.
"Tetangga? apa maksudmu?" tanya Gladis yang tidak mengerti
__ADS_1
"Aku adalah tetanggamu sekarang. jadi aku harap kita akan akur sebagai tetangga." pinta Jerry dengan senyuman licik di bibirnya.