Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 69


__ADS_3

~ Permainan dimulai ~


Gladis menangis sepanjang hari. dia ingin sekali bertemu dengan putrinya. Dia terus berusaha untuk melepaskan ikatan tangan dan kakinya. Gladis menggesekkan tali yang mengikat tangannya di besi yang ada di dekatnya. dia terus berusaha karena khawatir dengan kondisi shine.


"aku harus segera melepaskan tali ini. aku tidak mau melihat putriku terluka." Gladis semakin kencang menggesekkan talinya hingga akhirnya terlepas.


Dengan cepat dan hati-hati dia langsung melepaskan ikatan tali di kakinya dan kain yang membungkam mulutnya.


"tenang shine. mama akan datang menyelamatkanmu." Gladis perlahan mengendap-endap berjalan keluar dari ruangan tanpa pintu itu. Dengan kondisi ruangan yang gelap dan hanya terang karena cahaya bulan.


Gladis berhasil keluar dari ruangannya dan dia lihat dua orang pria bertubuh sedang menjaga di dekat ruangan lain. Gladis mendengar suara pria yang sedang berusaha membuat putrinya tertidur. dengan cepat Gladis berusaha agar bisa menggapai putrinya. Gladis berjalan semakin pelan dan melihat situasi.


"Duh. anak ini kayaknya laper deh. cari bubur ayam atau apa kek yang bisa nih bayi makan. Aturan kita tinggalin ajah nih bayi di rumah itu." teriak pria itu yang putus asa.

__ADS_1


"Ya udah, gua ajah yang beli makanan. kalian mau ada yang mau dibeli juga tidak?" tanya salah seorang pria.


Tiga orang pria menjaga gladis dan shine di rumah kosong itu. Suasana gelap memudahkan Gladis untuk beraksi. Dia melihat ada sebuah tongkat balok. dia langsung mengambilnya. satu orang pergi ke luar rumah kosong, sedang dua lainnya masih berada di dalam rumah kosong ini. satu berada di dalam ruangan bersama shine dan satunya sedang berjaga di luar. Gladis segera membuat ancang-ancang untuk bersiap memukul orang yang berjaga di luar ruangan


Brugh


satu pukulan mengenai mereka. dengan cepat Gladis bersiap lagi. dia mulai melayangkan pukulannya dan mengenai salah satu orang yang sedang berusaha menidurkan shine yang di letakkan diatas peti kayu.


Kali ini berhasil dan Gladis langsung membuang tongkat balok itu. Dia ambil shine secepat kilat dan dia berusaha mencari jalan keluar. dia ingat kalau pria yang satunya berjalan ke arah Utara. dia langsung berlari ke sana dan mencari pintu keluar.


"ponsel?" dia melihat dan berpikir sejenak.


"Cepat cari dia." terdengar suara dari arah tadi Gladis mengambil shine.

__ADS_1


Gladis kembali meletakkan ponsel lalu bergegas berlari meninggalkan rumah kosong itu. Dia terus berlari dengan tubuh mungilnya sambil menggendong Shine dengan erat.


"sayang sabar ya. setelah kita aman. mama akan memberimu asi." Gladis berlari dengan cukup lincah. dia yang memiliki kaki cukup kuat karena terbiasa berlatih kuda-kuda untuk melindungi dirinya sendiri.


di rumah kosong itu dua orang penjahat suruhan Hazel sedang bergegas mencari gladis.


"Kejar wanita itu dan juga putrinya. dia menggendong putrinya. pasti tidak akan bisa lari jauh. kita bisa habis kena semprot nona Hazel dan pak Kertajaya nanti." pria itu lalu mencabut ponsel yang dimilikinya dan mengantonginya.


mereka bergegas mencari keberadaan Gladis dan shine. mereka tidak mau kalau sampai harus mendapatkan hukuman dari Hazel. Hazel adalah wanita yang tidak memiliki hati jadi mereka merasa takut.


Kedua orang itu terus berlari tanpa menghiraukan ponsel yang ada di kantungnya. ponsel itu menghubungi seseorang yang Gladis akan mintai pertolongan. hanya nomor telepon itu yang ada di ingatannya saat ini. dan dia juga yakin kalau orang itu sedang mencarinya.


"Cepat lacak keberadaan nomor ponsel itu. saya tidak mau kalau sampai mereka menangkap kembali Gladis dan shine." Jerry memerintahkan kepada satria untuk melacak nomor ponsel yang menghubunginya dan dia yakin kalau Gladis yang menyambungkan telepon itu.

__ADS_1


"bertahanlah Gladis. aku akan menolong kalian. Hazel, permainan akan segera di mulai. kau akan mendapatkan hukuman atas perbuatanmu ini." Jerry menggerutu sambil menatap jalan dari balik jendela mobilnya.


__ADS_2