
~Mulai dari angka nol~
Gladis membuka kaca jendela kamarnya. dia menghirup udara bersih dan segar. Desa dimana dia dulu tinggal adalah desa yang begitu indah. pemandangan yang luar biasa terlihat dari belakang rumahnya.
Kebetulan rumah itu hanya terdapat satu kamar yang berdekatan dengan dapur, kamar mandi dan bagian depan hanya ada ruang tamu kecil. rumah itu berukuran sepuluh kali lima belas. rumah yang sangat sederhana sekali. Namun, bisa memberikan ketenangan untuknya.
Pagi ini dia akan pergi ke pasar bersama dengan shine. dia ingin mencoba hidup mandiri tanpa ada lagi gangguan dari siapapun.
"Hidup adalah sebuah pilihan. dan pilihan itu semua ada di tangan kita tak ada orang yang bisa menentukan hidup kita seperti apa atau mengaturnya. aku akan berusaha semampuku sendiri untuk bisa menghidupi aku dan putriku. itu adalah keputusanku sebagai seorang ibu tunggal. dan aku akan belajar mengurus diriku sendiri tanpa bergantung kepada siapapun. itu adalah keputusanku sebagai seorang wanita."
Gladis memutuskan untuk hidup sendiri di desa tempat dia dilahirkan bersama dengan putrinya tercinta.
"Sayang, ayo kita semangat. kita harus berjuang demi hidup kita berdua. mama akan melindungimu dengan segenap tenaga mama dan mama akan membesarkan mu dengan segenap hati." Gladis mengangkat putrinya dan menaruhnya di gendongan bayi.
Gladis pergi menyusuri jalan dan bertemu dengan ojek becak. dia langsung menghentikan ojek becak lalu menaikinya. dia menikmati perjalanan menuju ke pasar. banyak hal yang bisa di lihat selama perjalanan.
"Sudah banyak berubah ya pak di desa ini?" tanya Gladis kepada pengemudi becak yang dia naiki.
"Iyah neng, sudah banyak berubah. sudah banyak bangunan yang didirikan. jalan juga sudah sangat bagus. neng baru tinggal di sini?" tanya bapak itu kepada Gladis.
"Iyah pak. saya baru kembali dari Jakarta dan memutuskan menetap di desa tempat kelahiran saya." jawab Gladis.
__ADS_1
Pasar sudah terlihat dari jarak satu kilo meter. Ramainya suasana pasar menjadi daya tarik sendiri. Ojek becak yang ditumpangi oleh Gladis dan Shine berhenti di depan pintu gerbang pasar. Gladis membayar biaya ojek becak dan langsung masuk ke dalam pasar untuk membeli beberapa bahan masakan.
"Sayang ini adalah pasar. ini pertama kalinya mama membawamu ke dunia luar. semoga kita bisa terus aman dan bahagia hidup di sini." Gladis bicara kepada putrinya sambil terus berjalan.
Begitulah seorang ibu. meski anak belum bisa di ajak bicara dua arah. tetap mereka menjadikan anak teman bicara sejati selama masih berusia dibawah lima tahun. karena saat sudah diatas lima tahun waktunya mereka bersosialisasi dengan orang lain di luar rumah.
Gladis memilih beberapa bahan masakan seperti sayur sop, sayur asam dan juga beberapa bahan masakan untuk menu MPASI Shine. Shine sudah enam bulan jadi dia sudah mulai di beri bubur bayi organik buatan Gladis sendiri.
"Mang beli ikan nya satu kilo." Gladis menunjuk ikan tuna yang di jajakan tukang ikan.
"Terima kasih." Gladis memberikan selembar uang kertas kepada orang yang menjual ikan.
Semua bahan masakan untuk tiga hari sudah dia beli. dia tidak bisa sering-sering pergi ke pasar karena akan memerlukan ongkos yang lumayan.
"Maaf mas, uang saya hanya cukup untuk ongkos ojek becak." tolak Gladis dengan sangat sopan.
"Kamu cucu Mbah Aminah kan?" ucapnya mengenali Gladis.
"Benar. bagaimana kamu bisa tahu?" tanyanya.
"jelas aku tahu. kita tinggal satu gang rumah kita hanya beda dia rumah saja." ujar lelaki itu.
__ADS_1
"Oh, maaf aku tidak tahu," jawab Gladis.
Gladis merasa takut kepada orang yang baru dia temui apalagi dia tidak mengenalnya. Kejadian-kejadian yang terjadi di jakarta membuat Gladis menjadi waspada kepada siapapun.
Gladis tak lama menyetop ojek becak yang lewat dan dia menaikinya langsung. Dia tidak mau berbicara dengan orang yang belum dikenal olehnya.
Ojek becak menggowes pedal sepeda dan berjalan meninggalkan hiruk pikuk pasar. Gladis menyiapkan uang untuk dibayarkan kepada tukang ojek becak.
.
.
.
Gladis dan Shine setelah sampai ke rumah langsung merapihkan beberapa bahan masakan yang tadi dia beli di pasar. Gladis memasukkan ayam dan ikan di kulkas paling atas sedangkan sayur di box paling bawah.
"Shine, kamu harus pintar ya. mulai besok mama akan berjualan kue. mama mohon kamu jangan rewel ya sayang." Gladis meletakkan shine di kasur kapuk yang ada di kamarnya.
Gladis berencana berjualan kue basah setelah dia melihat-lihat di sekitar gang tidak ada yang berjualan.
"aku akan menyiapkan bahan untuk membuat risoles, banana roll cake dan juga kue putu Mayang. pasti banyak peminatnya." Gladis begitu semangat untuk membuat kue-kue.
__ADS_1
Menjadi seorang single parent memang harus kuat dalam menghadapi kepahitan dunia dan juga manisnya dunia. karena terkadang manisnya dunia bisa saja hanya kepalsuan belaka.
Dunia ini terkadang menjadi dunia tipu-tipu. kalau bukan kita yang menipu berarti kita yang tertipu. banyak orang yang bersandiwara di dunia ini. bersikap manis di depan, menusuk di belakang.