Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 25


__ADS_3

~Bayi Mungil~


Jerry menggendong Shine penuh cinta, dia benar-benar seperti seorang ayah yang bertemu kembali dengan putrinya.


"Shine, jangan lagi pergi dari Daddy, Daddy bisa gila karena jauh darimu." Kecupan penuh cinta diberikan oleh Jerry.


Melihat semua adegan itu membuat Jaka jijik, dia benci pria asing itu mengaku-ngaku sebagai ayah dari putrinya.


"Kembalikan putriku, dia putriku, bukan putrimu." Jaka memberontak dan terlepas dari genggaman Satria.


Jaka menghampiri Jerry dan hendak merampas Shine, tapi sayang dengan sigap Jerry menendangnya dan membuatnya tersungkur.


"Dengar, jangan pernah menyentuh milikku lagi, apa yang sudah aku akui sebagai milikku, tidak ada orang yang boleh mengakuinya lagi." Jerry menginjak tangan Jaka dengan sepatunya.


"Aaaaah." Rintihan kesakitan keluar dari bibir Jaka.


Jerry keluar dari rumah itu dan kembali ke dalam mobilnya.


"Kita bubar." Satria memberi perintah kepada anak buahnya.

__ADS_1


Anak buah Satria kembali ke kendarannya masing-masing, mereka meninggalkan Jaka dan Mely, mereka tidak memberikan pelajaran yang berlebihan, karena tujuan mereka adalah untuk merebut kembali Shine.


.


.


Hujan rintik-rintik turun membasahi bumi, langit seakan tahu apa yang kini dirasakan oleh Gladis, Hujan seakan menggantikan tangisan Gladis yang tak lagi mampu menitikkan air matanya, Gladis tak bisa lagi menangis seakan air matanya mengering.


Ratapan penuh pengharapan dia tunjukka kepada langit yang sedang menangis, dirinya seolah memohon kepada langit dan bumi agar berpihak kepadanya,


"Akan kah aku memeluknya lagi?" Tatapan sendu kembali terlihat.


"Bawa putriku pulang, jika kamu berhasil, aku berjanji akan melayanimu selama hidupku." Gladis seakan pasrah asalkan putrinya kembali dalam dekapannya.


Naura begitu bingung harus menghibur Gladis dengan cara apa lagi, disatu sisi dia mengerti karena dia juga khawatir meski kekhawatirannya tidak sebesar Gladis.


"Nick, apa belum ada kabar lagi?" tanya Naura kepada adiknya.


"Belum," jawab Nick.

__ADS_1


Naura menjadi gelisah, dia takut Jerry dan anak buahnya gagal menemukan keberadaan Jaka, sudah satu hari tapi belum juga ada kabar, mereka bergerak sejak pagi, dan siang menemukan jejak Jaka tapi kenapa belum juga ada kabar kalau mereka sudah berhasil menemukan Jaka dan Shine.


"Bagaimana jika mereka gagal menemukannya?" bisik Naura kepada adiknya.


"Kak, tenanglah, mereka akan menemukannya, kalau Kakak menjadi gusar, Kak Gladis akan semakin kebingungan dan semakin tidak berpikir normal." Nick mengkhawatirkan mental dari Gladis, karena Gladis sudah sangat seperti orang yang kehilangan separuh jiwanya.


Naura melihat kearah Gladis. "Benar katamu, lihat dia hanya menatap keluar dan terkadang menatap langit, seakan langit bisa dia ajak bicara, Tuhan bantulah kami untuk mempersatukan ibu dan anak ini, aku tidak sanggup melihat penderitaannya."


Hujan berhenti dan cahaya matahari sore menerangi bumi, tak lama dari itu terlihat pelangi indah menghiasi langit.


"Tuhan jadikan pelangi itu petunjuk bahwa kegembiraan akan menghampiri kami." Do'a Naura.


Tidak lama terdengar beberapa mobil datang, Gladis, Naura dan Nick langsung berhamburan keluar rumah, mereka ingin melihat siapa yang datang dna apakah mereka datang bersama bayi mungil itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2