
~Menyelamatkan~
Jerry membawa pergi Gladis dan juga Shine dari kampung tempat tinggal mereka. Jerry sudah tidak bisa lagi membiarkan mereka dikejar oleh Jaka. Jerry rasanya ingin memukuli Jaka sampai puas tadi, tapi Gladis melarangnya.
"Kenapa kamu melarangku untuk memukulinya lagi?" tanya Jerry.
"Aku tidak mau dia nekat dan membuat aduan ke kantor polisi tentang penganiayaan yang kamu lakukan kepadanya." Jelas Gladis tanpa menatap Jerry.
Mereka saling bicara tapi tidak saling bertatapan wajah. Gladis tidak mau bergantung dengan Jerry, sedangkan Jerry masih kesal dengan Gladis yang dia anggap membela Jaka.
"Bawa aku ke tempat Naura saja," kata Gladis ketika mereka keluar dari gapura kampung.
"Tidak! Dia juga pasti akan mencari dirimu dan Shine ke sana." Jerry menolak.
"Tidak perlu khawatir, di sana aku bisa aman karena banyak penjaga." Gladis bersikukuh meminta Jerry membawanya ke tempat Naura.
Sayangnya Jerry tidak mendengarkan perkataan Gladis. Dirinya tak berkata apapun sehingga sopir pun melajukan mobilnya sesuai dengan rencana awal bosnya.
"Turunkan aku atau aku lompat?" Gladis mulai mengancam.
"Lompat saja sana, itu artinya kamu tidak memikirkan putrimu yang akan terluka nantinya." Jerry bicara secara logika.
Gadis akan melakukan aksinya, tapi Jerry langsung menariknya. Saat Jerry menarik tangan Gladis, ternyata wajah mereka saling bertemu bahkan sangat dekat hingga Jerry bisa merasakan bibir Gladis menempel dibibirnya.
__ADS_1
Jerry dan Gladis saling mengubah posisinya dan menjadi canggung. Gladis menjadi diam dan tak bisa bergerak sangking canggungnya.
Jerry juga hanya bisa mematung kan tubuhnya. Dia tidak bicara lagi. sedangkan sang sopir yang melihat kejadian tadi terlihat senyum-senyum sendiri.
Pemandangan yang sangat langka. Itu mungkin yang ada di pikiran sang sopir yang sudah bekerja selama sepuluh tahun dengan bujang lapuk alias Jerry yang terus menjomblo.
.
.
Jaka yang tersungkur setelah mendapatkan beberapa pukulan dari Jerry langsung mengendalikan tubuhnya dan berusaha berdiri.
"Kurang ajar! Awas kalian. Aku akan tetap mengincar kalian semua. Dia adalah putriku bukan putri kalian!" teriak Jaka.
"Ada apa denganmu? Kenapa kamu sangat menginginkan putrimu? Bukannya dulu kamu bilang tidak akan mengakuinya?" Mely terlihat bingung dengan sikap Jaka yang berubah drastis.
Mely akhirnya memutuskan untuk menghampiri kekasihnya yang masih terhuyung akibat pukulan pria yang tubuhnya tidak sebanding dengan Jaka.
"Mas." Mely memanggil Jaka.
Dengan cepat Jaka menoleh dan melihat kekasihnya berdiri tak jauh darinya.
"Kenapa kamu di sini?" tanya Jaka.
__ADS_1
"Kita pulang. Jika kamu menginginkan anak, aku bersedia mengandung benihmu." Mely memutuskan untuk memiliki anak dari pria yang dia cintai.
"Mely ... Mely, kamu tidak tahu apa-apa tentangku! Sebanyak apapun kita bercinta, kamu tidak akan pernah bisa mengandung benihku." Jaka berjalan menghampiri Mely.
"Kenapa?" tanya Mely.
Belum sempat Jaka menjawab pertanyaan dari kekasihnya. Tubuh Jaka sudah lemas dan dia pingsan.
.
.
Jerry membuka pintu mobil dan langsung berjalan menuju rumahnya.
"Dimana kita?" tanya Gladis kepada sopir Jerry.
"Ini adalah rumah utama Bos Jerry. Dia ingin Nyonya dan Nona Shine tinggal di sini. Dia sangat mengkhawatirkan Nona Shine. Setiap malam dia sering terbangun dan menyebut nama putri anda." Cerita sopir itu.
Gladis sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sopir itu. Dia masih terus mengelak tentang Jerry yang bukan siapa-siapa mereka, tapi sangat perhatian dan baik.
.
.
__ADS_1