
~Kau tak sebanding dengannya~
Jerry ikut mencari keberadaan Gladis. Sebelum dia mencari tanpa arah, Jerry pergi ke rumah bordir milik Naura sahabat dari wanita yang begitu mewarnai hidupnya.
"Kau tanya sebagian tetangga dekat rumahnya. siapa tahu diantara mereka ada yang mengetahui rumah Gladis yang lain, seperti rumah saudaranya atau siapapun kenalannya kita harus periksa." Jerry memberi perintah kepada Satria melalui telepon.
Jerry memang tidak pernah menanyakan soal kehidupan pribadi Gladis. Dia tidak pernah menanyakan tentang keberadaan keluarga Gladis. dia hanya tahu kalau orang tua Gladis sudah meninggal dan Gladis sudah menikah dengan Jaka dan dicampakkan. karena mengetahui pekerjaan Gladis dan perjuangannya mencari nafkah untuk anaknya seorang diri. Jerry begitu iba awalnya dan mengetahui kalau Gladis bukan wanita malam membuat dia semakin tertarik dengan Gladis.
Jerry terus melajukan mobilnya. Dia menginjak pedal gas kuat hingga mobilnya bisa melesat dengan sangat cepat. Jerry tidak mau kehilangan cintanya. dia tidak mau kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupnya. Dia sangat takut kehilangan lagi.
"Aku harap kamu ada di tempat yang begitu aman. aku tidak sanggup jika mengetahui kamu berada dalam bahaya. Aku mohon jagalah diri mu dan juga shine selama tidak ada aku di dekat kalian." Gumamnya sambil terus fokus mengendarai mobil mewahnya.
Jerry juga sangat marah kepada papanya dan juga Hazel. dia meminta rekaman kedatangan Hazel dan semakin muak dia dengan sikap Hazel yang semena-mena. dia akan mengurus mereka berdua setelah mencari gladis dan shine si putri kecil yang mampu membuat es di hatinya mencari.
"Aku akan membuat perhitungan kepada kalian berdua nanti. Aku akan pastikan kalian menerima akibatnya karena telah membuat wanitaku menangis dan sakit hati." Dia mengepal salah satu telapak tangannya sangking menahan kesal.
...****************...
Satria sampai di kampung tempat tinggal Gladis dan Jaka. Satria menanyakan kepada beberapa sesepuh di sana yang kemungkinan besar mengetahui kehidupan pribadi keluarga Gladis.
"Permisi." Satria menemui salah satu nenek yang cukup banyak usianya.
"Ada apa?" tanyanya sambil menatap satria karena baru melihat wajahnya di kampung itu.
"Maaf, saya mau bertanya. Apa nenek mengenal keluarga Gladis?" tanyanya dengan sangat sopan dan hati-hati agar orang tidak timbul curiga.
"Gladis? siapa?" tanyanya sambil menggaruk kepala lalu tak lama menyeringai.
"Ha ... ha ... ha ..." dia lalu tertawa terbahak-bahak seperti orang tidak waras.
"Ibu." Seorang wanita keluar setelah mendengar suara tawa nenek tua itu.
"Kamu siapa?" tanyanya ketika melihat satria.
"Maaf, saya sedang mencari tahu tentang Gladis. apa Mba tahu tentang keluarga Gladis?" tanyanya.
__ADS_1
"Pergi sana. buat apa kamu mengetahui asal-usul tetangga saya? kamu pasti mau berbuat jahat kepadanya. dia wanita baik-baik, jadi jangan membuat masalah." Tegasnya lalu membawa masuk nenek tua itu.
"Hah ..., apa tampangku seperti orang jahat? aku hanya mencari tahu tentangnya. apa ada yang salah?" tanyanya kepada diri sendiri sambil menjauh dari rumah itu.
"sepertinya aku harus mencari tahu tentangnya ke ketua rukun tetangga atau ke ketua rukun warga." Satria mendapatkan ide.
Dia pergi ke sebuah rumah yang di ketahui sebagai seorang rukun tetangga. Dia mengetuk pintu rumah lalu seorang pria membukakan pintu rumah.
"Semalam siang, maaf saya ingin bertemu dengan ketua rukun tetangga." Ujar Satria.
...****************...
Jerry sampai di depan rumah bordir milik Naura. Di sana dia berpapasan dengan Nick.
"Hai, Nick." sapa Jerry.
"Hai, Pak Jerry. Apa anda mau bertemu dengan kakak saya?" tanya Nick dan dipanggil oleh Jerry.
"Silahkan duduk dulu. Saya panggilkan Kak Naura."
Jerry duduk dan Nick mencari Naura ke dalam kamar wanita itu.
"Aku ingin bicara denganmu Naura dan Nick." Jerry berusaha untuk membuat Naura tenang.
Dia tahu betul kalau tidak hanya dia yang perduli dengan keadaan Gladis. Naura pasti lebih merasa khawatir daripada dia saat ini. Karena sahabat pasti perasaannya sangat sensitif.
"Kenapa kamu kemari? bukannya seharusnya kalian semua sedang mencari sahabatku? aku tahu kalau Gladis sedang tidak bersama kalian. Tanpa dia bicara aku sudah bisa tahu ada sesuatu yang terjadi. Jadi aku harap kamu mencarinya dan pastikan dia tetap aman." Naura kembali membalikkan badannya.
"Tunggu." Jerry meminta Naura tidak pergi.
"Ada apa lagi?" tanya Naura tanpa menoleh.
"Aku ingin bertanya sesuatu. Bisakah bekerjasama denganku. aku juga ingin menemukannya. saat dia pergi, aku sedang berada di Jepang karena urusan pekerjaannya. jadi aku kemari untuk bicara." Pinta Jerry.
Naura membalikkan tubuhnya dan menatap Jerry. Dia lalu duduk dan mulai bersiap mendengarkan perkataan Jerry.
__ADS_1
"apa kamu tahu tempat Gladis Pulang selain rumahnya yang dulu dia tempati dengan Jaka?" tanya Jerry.
Naura menggeleng perlahan. Dia memang tidak tahu siapa lagi keluarga Gladis.
"Aku tidak pernah tahu. Aku hanya tahu dia memiliki kedua orang tua dan rumahnya di sana. Tak pernah ada sanak saudara yang dia temui atau menemuinya. Jadi aku berpikir kalau keluarga nya hanya kedua orang tuanya saja dan setelah orang tuanya tiada dia mulai hidup sendiri dan akhirnya menerima Jaka sebagai suaminya." Jelas Naura.
Naura dan Gladis memang berteman sejak lama, tapi karena Naura tak pernah melihat sanak saudara Gladis. Jadi dia juga tidak pernah bertanya apapun. Dia tidak mau dianggap terlalu ikut campur dalam urusan keluarga Gladis.
"Kalau begitu aku pergi dulu. Beritahu aku jika memang dia menghubungimu atau saat kalian berdua mengetahui sesuatu." Jerry beranjak dari posisinya dan kembali ke dalam mobil setelah keluar dari rumah bordir.
Jerry sangat lesu masuk ke dalam mobil. Dia tidak tahu harus mencari kemana belahan jiwanya itu. Jerry akhirnya memutuskan untuk pergi ke suatu tempat untuk membereskan sesuatu sebelum dia menemukan keberadaan Gladis.
...****************...
Ha ha ha ha
terdengar suara beberapa orang sedang asik tertawa dengan sangat bising hingga terdengar sampai keluar ruangan.
"Aku yakin dia sudah oergi. lagi pula aku rasa uang itu cukup untuk menghidupinya dan anaknya selama lebih dari enam bulan. Aku tidak akan segan menyingkirkan orang yang berusaha menghalangiku untuk mencapai apa yang aku tuju."
Brak!
Suara pintu terbuka dengan kasar terdengar begitu memekakkan telinga mereka bertiga yang ada di dalam ruangan.
"Jadi kamu sudah puas Hazel?" tanya seorang pria yang berdiri di ambang pintu.
"Jerry!" Hazel terkejut sekaligus takut karena dia tadi habis berbicara tentang apa yang dia lakukan di rumah Jerry.
"Hazel, tingkahmu sudah sangat melewati batas. Aku sudah menolak jelas perjodohan kita. Aku tidak akan mau menikah dengan wanita keji sepertimu." Cetus Jerry.
"Kamu tidak mau menikah denganku karena rayuan wanita ****** itu. bukan karena kamu tidak tertarik kepadaku. wanita ****** itu tidak pantas untukmu Jerry." Hazel bicara tanpa rasa takut.
"****** katamu? yang ****** itu kamu! kamu wanita yang mengejar pria. dengar Hazel. Kamu itu tidak sebanding dengannya dari segi apapun!" Teriak Jerry sangking kesalnya.
Kedua teman Hazel terkejut mendengar temannya di sebut ****** oleh pria yang dijodohkan.
__ADS_1
"Jangan pernah menginjakkan kakimu di rumahku lagi atau jangan pernah muncul di hadapanku. jangan juga kamu menemui dia. dia adalah istriku dan kami sudah memiliki anak. jangan jadi pelakor di rumah tangga orang." Teras Jerry sebelum meninggalkan ketiga gadis di dalam ruangan itu.
Jerry tergesa meninggalkan butik milik keluarga Hazel yang di kelola oleh Hazel sebagai anak bungsu.