Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 44


__ADS_3

~ Hati yang merindu ~


Jerry terus uring-uringan setelah kepergian Gladis. Anak buahnya yang belum menemukan keberadaan Gladis dan Shine membuat dirinya berubah menjadi bos nya seperti itu dulu lagi.


Sikap kasar dan emosi yang sering meledak-ledak membuat Satria menjadi seperti merasa Dejavu.


"Kalian kenapa belum juga menemukan dia? apa saja yang kalian kerjakan selama ini?" tanya Jerry sambil membanting semua barang yang ada di atas meja kerjanya.


Semua barang itu adalah barang yang baru di beli satria dua hari lalu. Namun, semuanya harus menjadi barang pecah belah lagi. Kemarahan Jerry tak bisa dihindari. mereka semua memang belum bisa menemukan Gladis dan Shine.


"Saya akan berusaha sekuat tenaga dan akan terus mencarinya." ujar Satria untuk menenangkan bosnya.


"selalu itu yang kalian ucapkan kepadaku, tapi hasilnya selalu sama. Kalian belum menemukannya. cari mereka berdua! Aku sudah tidak sanggup menahan sakit ini."

__ADS_1


Jerry meneguk sebotol minuman beralkohol yang dia ambil dari laci meja kerjanya. Dia langsung meminum setengah botol dalam satu kali teguk.


Satria hanya bisa menelan ludahnya dengan sangat kasar. sebab dia tidak bisa membayangkan akan mabuk seperti apa bosnya saat menghabiskan satu botol besar minuman yang di tangannya.


"Bos, tolong jangan seperti ini. jika bis seperti ini, besok bos tidak bisa hadir di dalam rapat perusahaan. kita ada rapat untuk memenangkan tender. Ini adalah proyek yang sangat bos nanti. saya harap bos bisa mengendalikan diri." Ujar Satria.


"Tidak perlu mengkhawatirkan diriku. aku bisa mengatur semuanya. kau pergi saja urus anak buahmu yang tidak becus itu. aku tidak akan memberi mereka ampun sampai mereka menemukan Gladis dan Shine." ujarnya dalam kondisi setengah sadarkan diri


"Aku harus segera menemukan mereka. aku tidak bisa melihat dia terus menerus menghancurkan dirinya sendiri dengan berteman minuman keras." Satria langsung mengambil langkah cepat.


Di dalam ruangan itu Jerry yang begitu hancur hatinya sudah sangat mabuk berat. Dia sudah banyak melantur.


"Gladis, kamu dimana Gladis? kenapa kamu pergi tanpa memberitahukan kemana tujuanmu? Gladis aku sangat merindukan kalian berdua."

__ADS_1


Jerry memeluk guling sofa seakan dia sedang memeluk Gladis. Dia yang sudah mabuk berat semua yang di sentuhnya berubah menjadi sosok Gladis yang begitu dia rindukan.


Jerry sudah menahan rindu beberapa hari ini. Dia yang biasanya melihat Gladis dan Shine di rumah. kini tidak bisa lagi merasakan kehadiran mereka berdua. Jerry memilih tinggal di apartemennya agar tidak terlalu menderita. karena jika dia di rumah. dia akan selalu terbayang oleh sosok Gladis dan Shine.


"Shine, Daddy sangat merindukanmu. Shine dimana? beritahu Daddy sayang."


Begitu besar rasa kasih dan sayang Jerry kepada shine. Dia sangat mencintai putri kecil itu begitu dalam.


Jerry terkulai lemas dan tergeletak di lantai. Tidak lama seseorang akan masuk setelah mendengar bunyi botol kaca terjatuh ke lantai.


"Cepat angkat bos. bawa ke kamarnya dan kalian semua pastikan bos tidak lagi menemukan botol alkoholnya." perintah satria.


Satria ternyata kembali lagi ke dalam apartemen milik Jerry. dia sangat khawatir dengan kondisi Jerry yang sedang tidak stabil. dia langsung memerintahkan anak buahnya menggeledah seluruh ruangan dan lemari atau laci. Dia akan membuang semua alkohol yang di miliki oleh Jerry. Semua dia lakukan demi kesehatan dan kewarasan Herry semata. dia tidak mau bosnya semakin hancur karena minuman keras.

__ADS_1


__ADS_2